Pemko Pekanbaru Ancam Putus Kontrak Pengelola Pasar Bawah Akibat Revitalisasi Mangkrak
RIAUIN.COM - Lambannya proyek revitalisasi Pasar Bawah di Kota Pekanbaru, Riau, memicu tindakan tegas dari pemerintah daerah. Pemerintah Kota Pekanbaru mengancam bakal memutus kontrak kerja sama dengan pihak pengelola lantaran pengerjaan fisik pasar bersejarah tersebut tak kunjung tuntas.
Langkah krusial ini diambil setelah progres renovasi bangunan pusat perbelanjaan khas Bumi Lancang Kuning itu tercatat baru menyentuh angka 60 persen. Padahal, berdasarkan dokumen perjanjian, tenggat waktu penyelesaian proyek telah terlewati sejak tahun lalu.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa jajarannya telah melayangkan sanksi administratif berupa surat peringatan kepada PT Ali Akbar Sejahtera selaku pengelola. Ia menyebut Pemko Pekanbaru tidak akan tinggal diam melihat nasib area perdagangan utama di Riau tersebut berlarut-larut tanpa kepastian.
"Pemko tidak tinggal diam. Bukan pemerintah cuek, surat peringatan pertama dan kedua sudah kami kirimkan ke pengelola. Pemko sudah mempersiapkan langkah-langkah ketika kerja sama ini putus kontrak," ujar Walikota Agung Nugroho, Senin (3/7/2026).
Pihak Pemko Pekanbaru dijadwalkan segera memanggil pengelola, kontraktor, serta perwakilan pedagang pada awal pekan depan guna menentukan nasib pengelolaan Pasar Bawah. Jika opsi pemutusan kerja sama akhirnya diambil, Pemko Pekanbaru siap mengambil alih secara penuh proses kelanjutan pembangunan.
Di sisi lain, lambatnya revitalisasi ini berdampak langsung pada perekonomian ratusan pedagang di Riau yang terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara kawasan eks Pelabuhan Pelindo. Sepinya omzet pembeli di lokasi darurat membuat para pedagang mendesak percepatan perbaikan gedung ikonik tersebut.
Terkait kendala ini, Walikota Agung Nugroho menyampaikan simpati sekaligus permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelaku usaha lokal.
"Walaupun kontrak ini dilakukan pada tahun 2023, tapi kami sebagai pemerintah yang saat ini menjabat, kami meminta maaf kepada seluruh pedagang belum bisa maksimal," tutur Agung Nugroho. (Bil)
Berita Lainnya
Lantik Zulhelmi Arifin Sebagai Sekda Pekanbaru, Walikota Tekankan Anti Korupsi
Lantik 202 Ketua RT dan RW di Tenayan Raya, Walikota Pekanbaru Tekankan Efektivitas Pelayanan Warga
Riau Masih Dibayangi Kekerasan Perempuan, Pekanbaru Catat 37 Kasus di Semester I 2026
Patroli Diperketat di Pekanbaru Usai Viral Jukir Liar Patok Tarif Parkir Rp 15.000
Penertiban Jalan Teratai, Pemko Pekanbaru Sulap Pasar Higienis Jadi Sentra Pedagang
Aksi Buang Sampah Lintas Wilayah Marak di Pekanbaru, Satu Mobil Pikap Diamankan
Lantik Zulhelmi Arifin Sebagai Sekda Pekanbaru, Walikota Tekankan Anti Korupsi
Lantik 202 Ketua RT dan RW di Tenayan Raya, Walikota Pekanbaru Tekankan Efektivitas Pelayanan Warga
Riau Masih Dibayangi Kekerasan Perempuan, Pekanbaru Catat 37 Kasus di Semester I 2026
Patroli Diperketat di Pekanbaru Usai Viral Jukir Liar Patok Tarif Parkir Rp 15.000
Penertiban Jalan Teratai, Pemko Pekanbaru Sulap Pasar Higienis Jadi Sentra Pedagang
Aksi Buang Sampah Lintas Wilayah Marak di Pekanbaru, Satu Mobil Pikap Diamankan