Pemadaman Karhutla di Inhu Masih Berlangsung, Manggala Agni Turunkan Water Boming
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu masih terus berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). | Foto : ist
RIAUIN.COM– Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu masih terus berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). Tim Manggala Agni bersama lintas instansi berjibaku mengendalikan api di dua titik berbeda.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa operasi pemadaman dilakukan secara intensif, baik melalui darat maupun udara. “Kami terus mengupayakan pemadaman maksimal di lapangan, dengan dukungan personel gabungan dan water bombing,” katanya.
Di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, pemadaman memasuki hari kedua dengan estimasi luasan terbakar sekitar 5 hektare. Kondisi api belum sepenuhnya padam, namun tim berhasil membuat sekat bakar sehingga perimeter api sudah terkendali.
Menurutnya, saat ini titik api berada di bagian tengah area terbakar dan masih menghabiskan bahan bakaran yang tersisa. Asap tebal masih terlihat, meski penyebaran api mulai bisa dikendalikan.
Sementara itu, di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, pemadaman baru memasuki hari pertama dengan estimasi luas sekitar 3 hektare. Tim Manggala Agni Daops Sumatera VII Rengat dikerahkan untuk melakukan penanganan awal di lokasi tersebut.
Dalam operasi ini, Manggala Agni tidak bekerja sendiri. Pemadaman juga melibatkan personel TNI, BPBD, serta regu pemadam dari perusahaan setempat. Dukungan udara melalui water bombing menggunakan dua unit helikopter turut membantu mempercepat proses pemadaman.
Namun, upaya di lapangan tidak lepas dari kendala. Angin kencang di lokasi menyebabkan api cepat menyebar, sementara asap tebal sempat menyulitkan jarak pandang tim pemadam. Kondisi ini membuat proses pemadaman harus dilakukan secara ekstra hati-hati.
“Faktor cuaca menjadi tantangan utama. Angin kencang membuat api mudah merambat, dan asap tebal menghambat pergerakan tim di lapangan,” ujar Ferdian.
Dia menegaskan, operasi pemadaman akan terus dilanjutkan pada hari berikutnya hingga api benar-benar padam dan tidak berpotensi muncul kembali. Seluruh personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan adanya peningkatan potensi karhutla dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan prediksi dari BMKG, tingkat kerawanan kebakaran diperkirakan meningkat pada awal Juli.
“Kami mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan,” tegasnya.
Ferdian juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar proses pemadaman berjalan lancar. Menurutnya, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Sumatera. -vie
Berita Lainnya
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
PLN Bergerak Pulihkan Kelistrikan Sumut, Gubernur Sumatera Utara Beri Dukungan Langsung
Kecelakaan Maut di KM 25 Tol Pekanbaru-Dumai Tewaskan Tiga Penumpang Ambulans, Polisi Buru Sopir Truk
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
PLN Bergerak Pulihkan Kelistrikan Sumut, Gubernur Sumatera Utara Beri Dukungan Langsung
Kecelakaan Maut di KM 25 Tol Pekanbaru-Dumai Tewaskan Tiga Penumpang Ambulans, Polisi Buru Sopir Truk