Kelola Modal Jumbo, PT Riau Petroleum Evaluasi Total Operasional Perusahaan
RIAUIN.COM - PT Riau Petroleum kini tengah memetakan penguatan internal guna mengoptimalkan rencana investasi besar di sektor minyak dan gas bumi. Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD Riau ini diproyeksikan bakal menerima tambahan modal dari Participating Interest mencapai 20 juta dollar AS atau berkisar lebih dari Rp 320 miliar.
Direktur Operasional PT Riau Petroleum Fazar Muhardi menyampaikan bahwa manajemen baru langsung bergerak cepat menyusun program kerja 100 hari pertama. Fokus utama fase awal ini bertumpu pada evaluasi total kondisi struktural dan operasional di dalam perusahaan sebelum mengeksekusi ekspansi bisnis yang lebih luas.
"Begitu duduk di posisi ini kami langsung tancap gas. Utamanya mengevaluasi internal sebelum melakukan langkah berikutnya. Evaluasi internal penting dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya," kata Fazar di Pekanbaru, Sabtu (27/6/2026).
Fazar menambahkan, pemetaan aset dan performa lini kerja ini krusial agar setiap kebijakan investasi ke depan memiliki kalkulasi yang matang. Pihaknya ingin memastikan modal jumbo yang nantinya dikelola perusahaan dapat membuahkan hasil maksimal bagi daerah.
Langkah konsolidasi internal ini sekaligus menjawab dorongan dari legislatif lokal. Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau sebelumnya mendesak jajaran direksi baru BUMD energi tersebut untuk segera memperlihatkan indikator capaian yang konkret dan terukur.
Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah menegaskan, pergantian nakhoda di tubuh BUMD sudah semestinya diikuti oleh akselerasi usaha. Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen diharapkan naik signifikan, dibarengi dengan pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Riau. Berdasarkan catatan legislatif, PT Riau Petroleum menyetor dividen sekitar Rp 34 miliar pada tahun lalu.
"Kita berharap penerimaan itu tidak sia-sia. Harus ada rencana bisnis yang benar-benar membanggakan bagi Provinsi Riau, terutama yang sesuai dengan core business perusahaan di sektor migas," ujar Abdullah.
Menurut Abdullah, keterbatasan latar belakang sebagian direksi di bidang industri hulu migas semestinya tidak menjadi batu sandungan selama manajemen mampu beradaptasi dengan cepat. Struktur kepemimpinan yang baru ditantang melakukan terobosan nyata dalam memanfaatkan dana investasi modal tersebut.
Selain penguatan pada lini bisnis utama seperti pengadaan perangkat pengeboran (rig) dan pengelolaan lahan terkontaminasi minyak, Riau Petroleum juga didorong mulai melirik sektor energi baru terbarukan. Beberapa peluang yang dinilai potensial untuk dikembangkan di Riau antara lain penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga pengembangan bahan bakar nabati B50. (*)
Berita Lainnya
Gandeng 24 Perusahaan, Pemprov Riau Hemat Dana Infrastruktur Rp 28 Miliar
Puluhan Ribu Kendaraan di Kuansing Nunggak Pajak, Pemprov Riau Kejar Potensi Rp 20,7 Miliar
Kuansing Borong Penghargaan Menteri Agama di Pembukaan MTQ Riau
Menag akan Buka MTQ Riau di Kuansing, Evaluasi Fasilitas Jadi Catatan Pembenahan
Riau Masuk Tiga Besar Penyumbang Titik Panas di Sumatera
Dua Kabupaten di Riau Diguyur Hujan, BMKG Deteksi Cuaca Cerah Berawan Mendominasi
Gandeng 24 Perusahaan, Pemprov Riau Hemat Dana Infrastruktur Rp 28 Miliar
Puluhan Ribu Kendaraan di Kuansing Nunggak Pajak, Pemprov Riau Kejar Potensi Rp 20,7 Miliar
Kuansing Borong Penghargaan Menteri Agama di Pembukaan MTQ Riau
Menag akan Buka MTQ Riau di Kuansing, Evaluasi Fasilitas Jadi Catatan Pembenahan
Riau Masuk Tiga Besar Penyumbang Titik Panas di Sumatera
Dua Kabupaten di Riau Diguyur Hujan, BMKG Deteksi Cuaca Cerah Berawan Mendominasi