• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Respons Keluhan SPPG, Pemkab Kuansing Ungkap Dasar Penetapan PJJ Mendadak
10 September 2026
Pengumuman PJJ Kabut Asap di Kuansing Mendadak, Pengelola SPPG Rugi Puluhan Juta
09 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026

  • Home
  • Opini

Indonesia, Raksasa yang Sedang Membangun Otot

Redaksi

Ahad, 29 Maret 2026 12:17:34 WIB
Cetak

Foto: Program MBG

Oleh: Hendrianto.

"BAYANGKAN sebuah negara yang sanggup menerbangkan 260 unit jet tempur siluman F-35 di langitnya, namun lebih memilih untuk mengisi piring makan 80 juta anak sekolah setiap hari. Inilah potret presisi Indonesia hari ini: sebuah raksasa ekonomi dengan daya beli masif yang sedang menghitung ulang definisinya tentang kekuatan.

Di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah dan perlombaan senjata global, pertanyaan besarnya bukan lagi mampukah kita membeli teknologi militer kasta tertinggi, melainkan sejauh mana otot logistik dan kemandirian bangsa ini sanggup menjaga kedaulatan di atas kaki sendiri."

Seringkali kita terjebak dalam narasi bahwa Indonesia hanyalah penonton di panggung global. Namun, jika kita membedah data ekonomi dan postur pertahanan secara jernih, faktanya berbicara lain, Indonesia adalah raksasa dengan daya beli yang sangat masif.

Mari kita bicara angka dengan lugas. Pemerintah Indonesia memproyeksikan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai sekitar Rp71 triliun pada 2025, dan diprediksi menyentuh angka Rp400 triliun per tahun saat beroperasi penuh.

Sebagai perbandingan, harga satu unit jet tempur F-15EX, salah satu yang tercanggih di dunia berkisar di angka Rp1,5 triliun. Sementara anggaran makan gratis satu tahun saat operasional penuh setara dengan membeli 260 unit jet tempur siluman F-35.

Kemampuan kita untuk mendanai program sosial berskala kolosal membuktikan bahwa secara likuiditas, Indonesia mampu membeli peralatan tempur kasta tertinggi di dunia kapan pun kita mau. Pertanyaannya bukan lagi "mampu atau tidak?", melainkan "apa prioritas bangsa saat ini?".

Untuk memahami apa yang bisa dibeli Indonesia, kita harus tahu apa yang dianggap paling mematikan saat ini. Misalnya, F-35 Lightning II (AS)  Bukan sekadar jet tempur, tapi pusat data berjalan yang sulit dideteksi radar.

S-400/S-500 dari Rusia.Sistem pertahanan udara ini mampu menjatuhkan target dari jarak 400–600 km, termasuk rudal balistik. Dan Rudal Hipersonik Zircon, senjata yang meluncur lebih dari 5 kali kecepatan suara, membuat sistem pertahanan konvensional menjadi usang karena terlalu cepat untuk dicegat.

Selain itu Kapal Selam Nuklir Kelas Virginia, senjata strategis yang bisa menyelam berbulan-bulan tanpa muncul ke permukaan, menjadi hantu di kedalaman samudera.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 13 dunia menurut Global Firepower 2026. Kita bukan lagi negara yang bisa diremehkan. Indonesia sedang melakukan modernisasi besar-besaran.

Pembelian 42 jet tempur Rafale dari Prancis dan rencana F-15EX dari AS membuktikan posisi tawar kita. Kita adalah salah satu dari sedikit negara yang bisa "berbelanja" ke Barat dan Timur secara bersamaan tanpa terkena sanksi berat.

Indonesia mengontrol ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Seluruh kapal dagang dan militer dunia yang ingin melintas dari Samudera Hindia ke Pasifik harus "permisi" melewati perairan kita. Ini adalah kekuatan tawar politik yang jauh lebih mahal dari sekadar rudal.

Senjata canggih masa depan membutuhkan nikel, tembaga, dan logam tanah jarang. Indonesia memiliki cadangan terbesar untuk bahan-bahan ini. Tanpa Indonesia, rantai pasok teknologi militer global akan goyang.

Membeli senjata canggih adalah perkara mudah bagi negara dengan PDB di atas US$1 triliun seperti Indonesia. Namun, pelajaran terpentingnya adalah kedaulatan tidak hanya dibangun dari besi tua yang dibeli, tapi dari kemandirian.

Investasi pada gizi anak (SDM) dan industri pertahanan dalam negeri seperti PT PAL, PT Pindad, dan PTDI adalah langkah jangka panjang agar di masa depan, kita tidak hanya menjadi "pembeli" yang kaya, tapi "produsen" yang disegani.

Untuk memahami posisi Indonesia, kita tidak bisa hanya melihat jumlah personel. Kita harus melihat "Teknologi Disruptif"—senjata yang bisa mengubah jalannya perang dalam hitungan menit. Mari kita bandingkan apa yang dimiliki dunia dengan langkah strategis Indonesia saat ini.

Di kasta tertinggi dunia, terdapat F-35 Lightning II (AS). Keunggulannya bukan hanya siluman, tapi kemampuannya menjadi "dirigen" di langit yang mengatur drone dan rudal dari jarak jauh tanpa terlihat radar musuh.

Indonesia saat ini sedang menanti kedatangan Dassault Rafale dari Prancis. Meskipun Rafale bukan pesawat siluman murni seperti F-35, ia adalah jet tempur Omnirole kasta atas.

Rafale memiliki sistem peperangan elektronik SPECTRA yang sangat rahasia. Sistem ini mampu mengacak radar musuh sehingga Rafale seolah-olah "menghilang" atau muncul di posisi yang salah pada radar lawan.

Membeli F-35 memerlukan komitmen politik yang sangat mengikat dengan AS. Dengan memilih Rafale dan melirik F-15EX, Indonesia menjaga kedaulatan politiknya tidak didikte satu negara sambil tetap memiliki taring yang sanggup merobek pertahanan udara negara mana pun di kawasan.

Di level dunia, kasta tertingginya adalah Kapal Selam Nuklir (SSN) seperti kelas Virginia (AS) atau Astute (Inggris) yang bisa menyelam tanpa batas waktu kecuali untuk logistik makanan kru.

Indonesia baru saja menandatangani kontrak untuk kapal selam Scorpene Evolved dengan teknologi Lithium-Ion Battery. Ini adalah lompatan besar. Teknologi baterai ini memungkinkan kapal selam kita menyelam jauh lebih lama dan jauh lebih senyap dibandingkan kapal selam diesel-elektrik biasa.

Di perairan sempit dan dangkal seperti selat-selat di Indonesia, kapal selam kecil yang senyap justru jauh lebih mematikan dan sulit diburu daripada kapal selam nuklir yang besar. Dengan Scorpene Evolved, Indonesia mengirim pesan bahwa jalur maritim kita adalah labirin yang mematikan bagi penyusup.

Senjata tercanggih saat ini adalah S-400/S-500 Prometheus (Rusia) yang bisa mengunci 36 target sekaligus dari jarak 400 km. Namun, tantangannya adalah integrasi radar.

Indonesia terus memperkuat Sistem Pertahanan Udara Titik dan integrasi radar nasional. Kita memiliki Nasams dari Norwegia yang juga digunakan untuk melindungi Gedung Putih di AS.

Nasams menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM yang sangat lincah. Jika dipadukan dengan radar jarak jauh yang kini tersebar di pelosok nusantara, Indonesia memiliki "jaring laba-laba" yang mampu mendeteksi dan mengeliminasi ancaman sebelum masuk ke wilayah vital.

Indonesia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak negara kaya yaitu kedalaman strategis. Jika negara kecil seperti Singapura diserang, mereka tidak punya ruang untuk mundur. Indonesia berbeda. Kita memiliki ribuan pulau dan hutan yang memungkinkan kita menjalankan Perang Berlarut.

Kembali ke poin tentang anggaran makan siang gratis. Kemampuan negara untuk memberi makan 80 juta anak secara terorganisir adalah simulasi logistik raksasa. Dalam perang, logistik adalah segalanya.

Negara yang mampu mengatur distribusi makanan untuk jutaan orang setiap hari adalah negara yang infrastruktur logistiknya siap untuk mobilisasi perang total.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki semua syarat untuk menjadi Superpower Militer. Terbukti dari anggaran program sosial ratusan triliun.Geopolitik, pengontrol jalur dagang dunia. Dan memiliki Populasi besar yang kini sedang diperkuat gizinya.

Kita tidak perlu takut dengan teknologi negara lain. Yang kita perlukan adalah konsistensi untuk terus memodernisasi alutsista sambil memastikan "perut" rakyat tetap terisi, karena tentara yang kuat lahir dari rakyat yang sehat. (***)


Sumber : Riauin.com /  Editor : Hendrianto


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin

Kalau Alam Sudah Menegur

Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing

Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye

RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?

Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
  • 2 Beda Data PPh Migas WK Rokan, Pemprov Riau Minta Penjelasan DJP dan SKK Migas
  • 3 Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
  • 4 BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time
  • 5 Pusaran Dugaan Rp4,8 Miliar PPPK Kuansing: Suhardiman Amby Disebut Bakal Bernyanyi di KPK, Pintu Masuk Kunci Tersangka Baru
  • 6 Kilang Dumai Dipastikan Aman, Pertamina Sampaikan Maaf Atas Kebisingan Saat Start Up Unit
  • 7 Perkuat Kapasitas Nasional, PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
  • 8 Pemprov Riau Kategorikan BRK Syariah Berkinerja Positif, Jadi Salah Satu Penopang Utama PAD
  • 9 DPR RI Desak Kemendagri Bentuk Ditjen BUMD, Optimalkan Kekayaan Alam Riau
Terkini +INDEKS

Ketua DPRD Riau Terima Aspirasi KSPSI, Soroti 8 Isu Krusial dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

10 September 2026
PLN Dorong Songket Banyuasin Naik Kelas, Perkuat Perajin Lokal hingga Bidik Pasar Global
10 September 2026
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
10 September 2026
Puluhan Dapur Program MBG di Riau Dibekukan BGN, Rohil Terbanyak
10 September 2026
Satpol PP Pekanbaru Instruksikan Pembongkaran Mandiri 17 Lapak Liar di Jalan Air Hitam
10 September 2026
Wajah Baru Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin, Ada Ilustrasi Arjuna Memanah di Ekor Pesawat
10 September 2026
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
10 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Bupati Rohil Serahkan Dokumen Dukungan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
10 September 2026
Mendagri Serahkan Penghargaan Lingkungan IMT-GT ke Wakil Walikota Pekanbaru
10 September 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved