PILIHAN
Hingga Saat Ini Provinsi Riau Masih Aman dan Bebas Dari Wabah Difteri
ilustrasi
Pekanbaru, Riauin.Com - Hingga saat ini, Provinsi Riau masih aman dan bebas dari wabah difteri. Dan sejauh ini belum ada temuan kasus difteri.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. "Selama setahun terakhir ini, tercatat hanya dua laporan kasus diduga dan itu pun dinyatakan negatif difteri, " kata Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Jumat (8/12/17).
Menurut Mimi, memang belakangan ini kasus penyakit difteri mewabah di beberapa provinsi di Indonesia. Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status wabah ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Ia menerangkan jika dilihat dari perbandingan data tahun lalu memang Riau pernah ada laporan penderita difteri sebanyak 22 di 2016. Namun tahun ini ada penurunan bahkan laporan positif nihil.
"Tahun lalu ada 22 kasus dan tahun 2017 ini didapati dua kasus. Tetapi setelah dites dua-duanya negatif. Jadi di Riau tidak KLB," urainya.
Walau sempat ada pemberitaan awal tahun ini memang laporan delapan kasus tapi itu rembesan dari kasus tahun 2016. "Otomatis jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus ini jauh menurun di tahun ini," kata Mimi.
Ia menerangkan difteri merupakan penyakit yang dapat menular secara langsung. Infeksi bakteri yang pada umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan ini juga, kata Mimi, biasanya disertai gejala demam tinggi.
"Misalnya, ketika seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bisa saja mengirup bakteri tersebut. Langsung menular," urainya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang punya bayi dan anak-anak untuk melakukan imunisasi secara terjadwal ke Puskesmas terdekat. Sebab, hanya imunisasi DPT tersebut, kasus difteri ini dapat dicegah.
"Kami imbau masyarakat dan ibu-ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal, karena ini perlu. Biasakan juga hidup sehat, karena difteri bisa menyerang semua umur, baik orang dewasa maupun anak-anak," pungkasnya.
Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah penanganan terkait Kejadian Luar Biasa difteri di sejumlah daerah. Dalam waktu dekat, akan diadakan ORI (outbreak response immunization) di tiga provinsi.
"Ada 3 provinsi yang akan dilakukan ORI, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat," kata dr Mohammad Subuh, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. "Total ada 12 kabupaten dari ke tiga provinsi dan akan dilakukan ORI pada tanggal 11 Desember 2017," sambungnya. Sasaran ORI, menurut Subuh adalah usia 1 tahun sampai 19 tahun. (amy)
sumber: antara.com
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. "Selama setahun terakhir ini, tercatat hanya dua laporan kasus diduga dan itu pun dinyatakan negatif difteri, " kata Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Jumat (8/12/17).
Menurut Mimi, memang belakangan ini kasus penyakit difteri mewabah di beberapa provinsi di Indonesia. Bahkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menetapkan status wabah ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Ia menerangkan jika dilihat dari perbandingan data tahun lalu memang Riau pernah ada laporan penderita difteri sebanyak 22 di 2016. Namun tahun ini ada penurunan bahkan laporan positif nihil.
"Tahun lalu ada 22 kasus dan tahun 2017 ini didapati dua kasus. Tetapi setelah dites dua-duanya negatif. Jadi di Riau tidak KLB," urainya.
Walau sempat ada pemberitaan awal tahun ini memang laporan delapan kasus tapi itu rembesan dari kasus tahun 2016. "Otomatis jika dibandingkan dengan tahun lalu, kasus ini jauh menurun di tahun ini," kata Mimi.
Ia menerangkan difteri merupakan penyakit yang dapat menular secara langsung. Infeksi bakteri yang pada umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan ini juga, kata Mimi, biasanya disertai gejala demam tinggi.
"Misalnya, ketika seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bisa saja mengirup bakteri tersebut. Langsung menular," urainya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang punya bayi dan anak-anak untuk melakukan imunisasi secara terjadwal ke Puskesmas terdekat. Sebab, hanya imunisasi DPT tersebut, kasus difteri ini dapat dicegah.
"Kami imbau masyarakat dan ibu-ibu untuk membawa anaknya imunisasi sesuai jadwal, karena ini perlu. Biasakan juga hidup sehat, karena difteri bisa menyerang semua umur, baik orang dewasa maupun anak-anak," pungkasnya.
Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah penanganan terkait Kejadian Luar Biasa difteri di sejumlah daerah. Dalam waktu dekat, akan diadakan ORI (outbreak response immunization) di tiga provinsi.
"Ada 3 provinsi yang akan dilakukan ORI, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat," kata dr Mohammad Subuh, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. "Total ada 12 kabupaten dari ke tiga provinsi dan akan dilakukan ORI pada tanggal 11 Desember 2017," sambungnya. Sasaran ORI, menurut Subuh adalah usia 1 tahun sampai 19 tahun. (amy)
sumber: antara.com
Berita Lainnya
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota