BBKSDA Riau Pastikan Anak Gajah yang Terperosok Septic Tank Kembali ke Kelompok
RIAUIN.COM - Kawanan gajah liar dilaporkan merusak enam kamar mes karyawan di area konsesi PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (22/2/2026). Aksi tersebut diduga dipicu oleh kepanikan kelompok gajah setelah seekor anak gajah terperosok ke dalam lubang pembuangan kotoran (septic tank).
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Supartono menjelaskan, interaksi negatif ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan laporan, kerusakan bangunan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB.
"Kami menerima laporan pengrusakan mes karyawan oleh kelompok gajah liar. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari tenaga medis dan mahout dari Pusat Latihan Gajah Minas segera dikerahkan ke lokasi untuk penanganan," kata Supartono di Pekanbaru, Senin (23/2/2026).
Awalnya, pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB, karyawan melihat tiga hingga empat ekor gajah di kawasan sabuk hijau (greenbelt) yang berjarak sekitar 10 meter dari permukiman. Kehadiran gajah tersebut awalnya dianggap normal karena lokasi itu merupakan jalur perlintasan rutin kelompok gajah wilayah Petapahan–Minas.
Namun, suasana berubah mencekam selepas waktu sahur. Sekitar 10 ekor gajah tiba-tiba mendekati mes, mengeluarkan suara raungan keras, dan merusak fasilitas bangunan. Para karyawan terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri.
"Setelah situasi mereda dan kawanan gajah kembali ke hutan, petugas mendengar suara teriakan anak gajah. Setelah dicari, ternyata ada satu ekor anak gajah yang terjebak di dalam septic tank sedalam dua hingga 2,5 meter," ujar Supartono.
Tim gabungan melakukan evakuasi secara manual untuk mengangkat anak gajah berjenis kelamin betina tersebut. Proses penyelamatan berlangsung selama 45 menit. Anak gajah yang diperkirakan baru berusia tujuh hari itu ditemukan dalam kondisi sehat dan langsung digiring kembali untuk bergabung dengan kelompoknya.
Supartono menduga amukan kawanan gajah tersebut merupakan bentuk respons protektif dari induk dan anggota kelompok lainnya. Suara raungan anak gajah yang terperangkap memicu reaksi agresif kelompok tersebut hingga merusak bangunan di sekitarnya.
Kawasan mes karyawan PT Arara Abadi memang berbatasan langsung dengan hutan lindung perusahaan yang menjadi jalur pergerakan kelompok gajah Petapahan. Berdasarkan pemantauan BBKSDA Riau, kelompok ini berjumlah sekitar 11 hingga 13 individu, meningkat dari pendataan sebelumnya yang berkisar 10 hingga 11 ekor. (Bil)
Berita Lainnya
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat