PILIHAN
Hasil Otopsi, Polisi Sebut Ada Bekas Kekerasan Pada Tulang Paha Supir Gocar
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah memastikan hasil tes DNA kerangka manusia di km 57 Kandis identik sebagai jasad Ardhie Nur Aswan (23) si supir Gocar Pekanbaru yang tewas dibunuh karena motif perampokan, polisi pun membeberkan sejumlah temuan bukti ilmiah berdasarkan hasil otopsi terhadap kerangka korban.
Menurut Kasubbid Yanmed Dokkes Polda Riau, Kompol Suprianto, bukti ilmiah dari hasil pemeriksaan kerangka korban tersebut yakni adanya resapan darah pada tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah akibat kekerasan. Kemudian tinggi badan sekira 153-164 cm, berasal dari satu individu, berjenis kelamin laki-laki, berumur antara 21-33 tahun dan memiliki ras mongoloid.
"Dari hasil pemeriksaan kerangka dan hasil tes DNA yang terbukti identik, dapat dipastikan bahwa identitas kerangka manusia itu adalah Ardhie Nur Aswan. Tanda kekerasan ditemukan di tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah," ujarnya kepada riauterkini, Senin (4/12/17).
Supri menuturkan, selain di paha kanan dan tulang tungkai bawah, kemungkinan adanya bekas kekerasan lain pada tubuh korban juga bisa saja terjadi. Namun karena kondisi kerangka korban yang ditemukan sudah tidak lengkap tanpa organ lunak, maka tanda kekerasan lain pada tubuh korban pun tak dapat diketahui.
"Sebagian jasadnya sudah mengalami proses skletonisasi (kerangka) dan kerangkanya juga tidak utuh lagi. Jadi kemungkinan adanya tanda kekerasan lain bisa saja terjadi," singkatnya.(nol)
Menurut Kasubbid Yanmed Dokkes Polda Riau, Kompol Suprianto, bukti ilmiah dari hasil pemeriksaan kerangka korban tersebut yakni adanya resapan darah pada tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah akibat kekerasan. Kemudian tinggi badan sekira 153-164 cm, berasal dari satu individu, berjenis kelamin laki-laki, berumur antara 21-33 tahun dan memiliki ras mongoloid.
"Dari hasil pemeriksaan kerangka dan hasil tes DNA yang terbukti identik, dapat dipastikan bahwa identitas kerangka manusia itu adalah Ardhie Nur Aswan. Tanda kekerasan ditemukan di tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah," ujarnya kepada riauterkini, Senin (4/12/17).
Supri menuturkan, selain di paha kanan dan tulang tungkai bawah, kemungkinan adanya bekas kekerasan lain pada tubuh korban juga bisa saja terjadi. Namun karena kondisi kerangka korban yang ditemukan sudah tidak lengkap tanpa organ lunak, maka tanda kekerasan lain pada tubuh korban pun tak dapat diketahui.
"Sebagian jasadnya sudah mengalami proses skletonisasi (kerangka) dan kerangkanya juga tidak utuh lagi. Jadi kemungkinan adanya tanda kekerasan lain bisa saja terjadi," singkatnya.(nol)
Berita Lainnya
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu