PILIHAN
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dua Srikandi ASN Kuansing Meraih Gelar Doktor
06 September 2026
Hasil Otopsi, Polisi Sebut Ada Bekas Kekerasan Pada Tulang Paha Supir Gocar
PEKANBARU, Riauin.com - Setelah memastikan hasil tes DNA kerangka manusia di km 57 Kandis identik sebagai jasad Ardhie Nur Aswan (23) si supir Gocar Pekanbaru yang tewas dibunuh karena motif perampokan, polisi pun membeberkan sejumlah temuan bukti ilmiah berdasarkan hasil otopsi terhadap kerangka korban.
Menurut Kasubbid Yanmed Dokkes Polda Riau, Kompol Suprianto, bukti ilmiah dari hasil pemeriksaan kerangka korban tersebut yakni adanya resapan darah pada tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah akibat kekerasan. Kemudian tinggi badan sekira 153-164 cm, berasal dari satu individu, berjenis kelamin laki-laki, berumur antara 21-33 tahun dan memiliki ras mongoloid.
"Dari hasil pemeriksaan kerangka dan hasil tes DNA yang terbukti identik, dapat dipastikan bahwa identitas kerangka manusia itu adalah Ardhie Nur Aswan. Tanda kekerasan ditemukan di tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah," ujarnya kepada riauterkini, Senin (4/12/17).
Supri menuturkan, selain di paha kanan dan tulang tungkai bawah, kemungkinan adanya bekas kekerasan lain pada tubuh korban juga bisa saja terjadi. Namun karena kondisi kerangka korban yang ditemukan sudah tidak lengkap tanpa organ lunak, maka tanda kekerasan lain pada tubuh korban pun tak dapat diketahui.
"Sebagian jasadnya sudah mengalami proses skletonisasi (kerangka) dan kerangkanya juga tidak utuh lagi. Jadi kemungkinan adanya tanda kekerasan lain bisa saja terjadi," singkatnya.(nol)
Menurut Kasubbid Yanmed Dokkes Polda Riau, Kompol Suprianto, bukti ilmiah dari hasil pemeriksaan kerangka korban tersebut yakni adanya resapan darah pada tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah akibat kekerasan. Kemudian tinggi badan sekira 153-164 cm, berasal dari satu individu, berjenis kelamin laki-laki, berumur antara 21-33 tahun dan memiliki ras mongoloid.
"Dari hasil pemeriksaan kerangka dan hasil tes DNA yang terbukti identik, dapat dipastikan bahwa identitas kerangka manusia itu adalah Ardhie Nur Aswan. Tanda kekerasan ditemukan di tulang paha kanan dan tulang tungkai bawah," ujarnya kepada riauterkini, Senin (4/12/17).
Supri menuturkan, selain di paha kanan dan tulang tungkai bawah, kemungkinan adanya bekas kekerasan lain pada tubuh korban juga bisa saja terjadi. Namun karena kondisi kerangka korban yang ditemukan sudah tidak lengkap tanpa organ lunak, maka tanda kekerasan lain pada tubuh korban pun tak dapat diketahui.
"Sebagian jasadnya sudah mengalami proses skletonisasi (kerangka) dan kerangkanya juga tidak utuh lagi. Jadi kemungkinan adanya tanda kekerasan lain bisa saja terjadi," singkatnya.(nol)
Berita Lainnya
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Rohil Cokok Otak Pembakaran Perahu dan Jaring Ikan di Tanjung Balai
Polisi Tangkap Empat Pembakar Lahan dan Kawasan Hutan di Siak
Usut Izin Hutan Kuansing, KPK Dalami Aliran Uang Koperasi ke Kemenhut
Polres Rohul Tangkap Penggarap Kawasan Hutan Terkait Karhutla Empat Hektar