PILIHAN
Ratusan Driver Go-Car dan Go-Jek Kawal Jenazah Ardhie Nur Aswan ke Pemakaman
PEKANBARU, Riauin.com - Jenazah pengemudi online Go-Car, Ardhie Nur Aswan (23), yang jasadnya ditemukan di areal kebun sawit milik warga di Telaga Sam-Sam, Kabupaten Siak, akan dikebumikan hari ini, Senin (4/12/2017).
Prosesi pemakamanan Ardhie dikawal ratusan rekan korban sesama sopir online Go-Car dan Go-Jek yang berkumpul di jalan Kartini Pekanbaru.
Mereka akan mengiringi jasad korban yang sudah dikafankan dari RS Bhayangkara Polda Riau menuju ke rumah korban di jalan Delima, kecamatan Tampan hingga ke pemakaman.
Teman dan rekan sesama sopir online, Firman (30), mengatakan bahwa kedatangan mereka sebagai bentuk keprihatinan sesama anggota grup pengojek online dari Go-Car.
"Sebagai bentuk solidaritas, kami juga memberikan sumbangan untuk keluarga korban," ucapnya, seperti dilansir dari cakaplah.
Menurutnya, ini merupakan bentuk solidaritas dan tanpa paksaan. "Dilakukan sebagai salah satu bentuk penolakan aksi kekerasan/kriminalitas dalam bentuk apapun di kota tercinta Pekanbaru, Riau," sambung Firman.
Diberitakan sebelumnya, Ardhie Nur Aswan, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Riau itu berprofesi sambilan sebagai sopir taksi online Go-Car, dilaporkan hilang sejak Ahad (22/10/2017) lalu.
Beberapa pekan kemudian, mayat korban ditemukan di areal kebun sawit milik masyarakat di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri KM 57 Kelurahan Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.
Semetara mobil Suzuki Ertiga milik korban ditemukan ringsek di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Diduga mobil tersebut sengaja dibuang pelaku ke dalam jurang untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi korban.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru membuahkan hasil. Polisi berhasil meringkus empat dari enam orang pelaku.
Keempat pelaku itu, VHS alias Vikto (20), MTG alias Maringan (20), LPS (20) dan FST alias Fije (20), dibekuk di lokasi berbeda di Pekanbaru, Sumatera Utara dan Banten.
Saat ini pihak polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dalam kasus pembunuhan ini yakni, FR (20) dan IN (20).(nol)
Prosesi pemakamanan Ardhie dikawal ratusan rekan korban sesama sopir online Go-Car dan Go-Jek yang berkumpul di jalan Kartini Pekanbaru.
Mereka akan mengiringi jasad korban yang sudah dikafankan dari RS Bhayangkara Polda Riau menuju ke rumah korban di jalan Delima, kecamatan Tampan hingga ke pemakaman.
Teman dan rekan sesama sopir online, Firman (30), mengatakan bahwa kedatangan mereka sebagai bentuk keprihatinan sesama anggota grup pengojek online dari Go-Car.
"Sebagai bentuk solidaritas, kami juga memberikan sumbangan untuk keluarga korban," ucapnya, seperti dilansir dari cakaplah.
Menurutnya, ini merupakan bentuk solidaritas dan tanpa paksaan. "Dilakukan sebagai salah satu bentuk penolakan aksi kekerasan/kriminalitas dalam bentuk apapun di kota tercinta Pekanbaru, Riau," sambung Firman.
Diberitakan sebelumnya, Ardhie Nur Aswan, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Riau itu berprofesi sambilan sebagai sopir taksi online Go-Car, dilaporkan hilang sejak Ahad (22/10/2017) lalu.
Beberapa pekan kemudian, mayat korban ditemukan di areal kebun sawit milik masyarakat di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri KM 57 Kelurahan Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.
Semetara mobil Suzuki Ertiga milik korban ditemukan ringsek di sebuah jurang di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Diduga mobil tersebut sengaja dibuang pelaku ke dalam jurang untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi korban.
Penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru membuahkan hasil. Polisi berhasil meringkus empat dari enam orang pelaku.
Keempat pelaku itu, VHS alias Vikto (20), MTG alias Maringan (20), LPS (20) dan FST alias Fije (20), dibekuk di lokasi berbeda di Pekanbaru, Sumatera Utara dan Banten.
Saat ini pihak polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dalam kasus pembunuhan ini yakni, FR (20) dan IN (20).(nol)
Berita Lainnya
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu
Sidang Korupsi Abdul Wahid, Ahli Sebut Perintah Gubernur Nonaktif Merupakan Ketegasan Pimpinan
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu