PILIHAN
Perdamaian Suhardiman-Kordias Ditandai Potong Kerbau dan Makan Bejambau
Al Azhar: Jangan Lukai Hati Masyarakat Riau Lagi
Kordias Pasaribu dan Suhardiman Amby mengakhiri persiteruannya
PEKANBARU, riauin.com--Persiteruan antara Suhardiman Amby dengan Kordias Pasaribu berakhit sudah. Perdamaian perselisihan kedua wakil rakyat ini ditandai dengan pemotongan kerbau dan makan bejambau diselenggarakan LAMR, Majelis Perdamaian Adat (MPA) Lembaga Adat Melayu Riau, Sabtu (02/12/17).
Prosesi perdamaian secara adat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Al Azhar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abu Bakar serta disaksikan langsung tokoh adat Kuansing, pengurus LAMR, tokoh panguyuban Batak, pengurus partai PDIP serta para undangan.
Dalam warkah prosesi adat, Kordias didampingi Syafrudin Poti menyerahkan kain sebanyak empat kain kayu yang diserahkan kepada LAMR. Sedangkan dr Taswin Yackub didampingi Suhardiman Amby menyerahkan keris dari seluruh ninik mamak dari 23 Koto di rantau Koto Kuantan Singingi.
Ketua Umum LAMR, Datuk Sri Al Azrah dalam amanatnya mengatakan peristiwa ini untuk pertama dan terakhir kalinya supaya tidak ada lagi silang sengketa.
Warkah melalui prosesi adat, kata Al Azhat sudah disimpul dibuhur mati tali persaudaraan.Upacara keprihatinan (kesedihan, red). Kalau tak sungguh-sugguh maka masyarakat akan menuai kesedihan yang akan datang.
"Adinda Kordias dan Datuk Suhardiman Amby merupakan perwakilan kita dilegislatif. Kata Datuk Suhardiman Amby tidak ada luka yang berdarah, tapi ketahuilah bahwa atas kejadian ini yang terluka itu adalah masyarakat," katanya.
Untuk itu Al Azhar berharap kedepan tidak ada lagi pertikaian yang dapat melukai hati masyarakat Riau.
Sementara itu Datuk Syahril Abubakar mengatakan kedua tokoh ini adalah perwakilan rakyat Riau yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat dalam pemerintahan, mungkin saja ada kesalahan kesilapan dalam menjalankan tugasnya.
"Apalagi kita semua adalah masyarakat Riau, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kita selaku masyarakat Riau selalu mengetengahkan bahwa Jangan ada dinding atau sekat antar kita. Biar beda suku kita sama-sama harus satu dan saling menghormati dan kita adalah orang Riau," terangnya.
Apalagi adanya keterbukaan Kordias Pasaribu yang telah menyerahkan persoalan ini ke LAMR.
"Jadi kita jangan lagi terganggu dengan persoalan yang terjebak emosi sesaat. LAMR selama ini siap terbuka dan menampung hajat hidup masyarakat.
Marjohan Yusuf pada kesempatan itu diamanahkan
membacaan Warkah. (vie)
Prosesi perdamaian secara adat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MKA LAMR, Datuk Seri Al Azhar dan Ketua DPH LAMR Datuk Seri Syahril Abu Bakar serta disaksikan langsung tokoh adat Kuansing, pengurus LAMR, tokoh panguyuban Batak, pengurus partai PDIP serta para undangan.
Dalam warkah prosesi adat, Kordias didampingi Syafrudin Poti menyerahkan kain sebanyak empat kain kayu yang diserahkan kepada LAMR. Sedangkan dr Taswin Yackub didampingi Suhardiman Amby menyerahkan keris dari seluruh ninik mamak dari 23 Koto di rantau Koto Kuantan Singingi.
Ketua Umum LAMR, Datuk Sri Al Azrah dalam amanatnya mengatakan peristiwa ini untuk pertama dan terakhir kalinya supaya tidak ada lagi silang sengketa.
Warkah melalui prosesi adat, kata Al Azhat sudah disimpul dibuhur mati tali persaudaraan.Upacara keprihatinan (kesedihan, red). Kalau tak sungguh-sugguh maka masyarakat akan menuai kesedihan yang akan datang.
"Adinda Kordias dan Datuk Suhardiman Amby merupakan perwakilan kita dilegislatif. Kata Datuk Suhardiman Amby tidak ada luka yang berdarah, tapi ketahuilah bahwa atas kejadian ini yang terluka itu adalah masyarakat," katanya.
Untuk itu Al Azhar berharap kedepan tidak ada lagi pertikaian yang dapat melukai hati masyarakat Riau.
Sementara itu Datuk Syahril Abubakar mengatakan kedua tokoh ini adalah perwakilan rakyat Riau yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat dalam pemerintahan, mungkin saja ada kesalahan kesilapan dalam menjalankan tugasnya.
"Apalagi kita semua adalah masyarakat Riau, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Kita selaku masyarakat Riau selalu mengetengahkan bahwa Jangan ada dinding atau sekat antar kita. Biar beda suku kita sama-sama harus satu dan saling menghormati dan kita adalah orang Riau," terangnya.
Apalagi adanya keterbukaan Kordias Pasaribu yang telah menyerahkan persoalan ini ke LAMR.
"Jadi kita jangan lagi terganggu dengan persoalan yang terjebak emosi sesaat. LAMR selama ini siap terbuka dan menampung hajat hidup masyarakat.
Marjohan Yusuf pada kesempatan itu diamanahkan
membacaan Warkah. (vie)
Berita Lainnya
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Balai Riau Matangkan Usulan Tepian Narosa Jadi Proyek Strategis Nasional
Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota