Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Banjir Tak Kunjung Surut di Siak-Tanjung Buton, Warga Andalkan Gerobak untuk Angkut Motor Lewati Jalan Nasional
RIAUIN.COM - Meskipun cuaca cerah telah berlangsung beberapa hari terakhir, genangan air akibat banjir di Kabupaten Siak, Riau, masih belum sepenuhnya surut dan terus melumpuhkan akses Jalan Nasional Lintas Siak-Tanjung Buton.
Kondisi terparah terjadi di wilayah Kecamatan Pusako. Air yang menggenangi badan jalan membuat kendaraan roda dua tak bisa melintas. Akibatnya, pengendara motor harus mengeluarkan biaya tambahan dengan memanfaatkan jasa angkut menggunakan gerobak milik warga lokal. Tarif yang dikenakan sebesar Rp10.000 per sekali jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak Novendra Kasmara membenarkan bahwa jalur vital antarwilayah tersebut masih terhambat genangan air.
"Saat ini, banjir masih menggenangi Jalan Nasional Lintas Siak-Tanjung Buton di Kecamatan Pusako," ujar Novendra.
BPBD Siak telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau dan sejumlah perusahaan setempat. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pembersihan kanal dan saluran air, yang diharapkan dapat menanggulangi genangan berulang di masa depan.
Menurut Novendra, wilayah tersebut memang merupakan kawasan cekungan yang rentan tergenang, sesuai dengan penjelasan yang diterima dari Bupati Siak Afni.
"Daerah itu merupakan wilayah cekungan, sehingga saat intensitas hujan meningkat, air mudah meluap dan menyebabkan banjir," jelasnya.
Ratusan Warga Masih Mengungsi
Dampak banjir tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga memaksa ratusan warga dari dua kecamatan untuk mengungsi.
Kecamatan Pusako, Desa Dosan: Terdapat 88 jiwa yang mengungsi, terdiri dari 6 lansia, 43 orang dewasa, 24 pelajar, 12 balita, 1 ibu hamil, dan 2 bayi.
Kecamatan Sungai Mandau, Desa Muara Kelantan: Tercatat 12 kepala keluarga atau 43 jiwa masih berada di lokasi pengungsian.
Novendra berharap para pengungsi dapat segera kembali ke rumah. Ia optimistis, jika cuaca cerah bertahan selama dua hari ke depan, debit air akan turun signifikan.
"Jika cuaca terus cerah, kami perkirakan pengungsi sudah bisa pulang dalam dua hari ke depan," katanya.
BPBD Siak terus memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan para pengungsi, terutama terkait ketersediaan makanan dan keamanan tempat tinggal sementara.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah dan BPBD telah mengadakan rapat koordinasi, salah satunya di Kampung Mengkapan, yang juga sering terdampak banjir. Salah satu rekomendasi penting dari rapat tersebut adalah rencana pembersihan anak sungai dan kanal menggunakan alat berat amfibi.
"Kami berharap cuaca terus mendukung, sehingga alat berat bisa bekerja menormalisasi kanal dan anak sungai, dan warga dapat kembali beraktivitas normal," tutupnya.
Sumber: Riaupos
Berita Lainnya
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
Sikap Arogan PT TKWL, Bupati Siak Ambil Alih Pemanggilan Pimpinan Perusahaan
Kemendikdasmen Kaji Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Siak
Pemkab Siak Hibahkan 5 Hektar Lahan demi Urai Kepadatan Lapas
ASN dan Pelaku UMKM di Siak Diminta Waspadai Investasi Ilegal serta Judi Online
Investasi Rp 300 Miliar Pacu Industri Maritim di Tanjung Buton Siak
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
Sikap Arogan PT TKWL, Bupati Siak Ambil Alih Pemanggilan Pimpinan Perusahaan
Kemendikdasmen Kaji Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Siak
Pemkab Siak Hibahkan 5 Hektar Lahan demi Urai Kepadatan Lapas
ASN dan Pelaku UMKM di Siak Diminta Waspadai Investasi Ilegal serta Judi Online
Investasi Rp 300 Miliar Pacu Industri Maritim di Tanjung Buton Siak