Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
Krisis Air Bersih dan Pakaian Masih Dirasakan Warga Aceh Tamiang Usai Banjir Bandang
RIAUIN.COM - Warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti buang air pun mereka mengaku masih terhambat.
Awal Sulistio, warga Desa Menanggini di Kecamatan Karang Baru, menyampaikan bahwa pasokan air bersih memang mulai masuk ke beberapa titik, tetapi sebagian besar masyarakat belum dapat mengaksesnya. Banyak dari mereka belum mandi selama beberapa hari karena tidak ada sumber air yang layak.
“Kami sangat kesulitan air bersih. Untuk mandi belum bisa, bahkan untuk buang air kecil pun kami kewalahan,” ujar Awal.
Selain air bersih, warga juga kekurangan pakaian. Banyak rumah rusak dan barang milik warga hanyut, sehingga mereka hanya memiliki pakaian yang melekat di badan saat bencana terjadi. Kebutuhan sandang bagi bayi dan anak-anak pun masih sangat minim.
Awal menjelaskan, sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan setelah banjir surut. Keluhan yang muncul antara lain demam, batuk, pilek, gatal-gatal, dan beberapa penyakit lainnya.
“Bantuan makanan sudah lancar. Namun mandi belum bisa karena air bersih sulit sekali. Banyak rumah belum dapat dibersihkan karena tidak ada air,” katanya.
Berdasarkan data sementara hingga 6 Desember 2025, jumlah pengungsi di Aceh Tamiang mencapai 262.087 jiwa. Sebanyak 18 orang mengalami luka-luka, 57 orang meninggal dunia, dan 22 orang masih dilaporkan hilang. Selain itu, 2.262 rumah tercatat rusak ringan, 35 rumah rusak sedang, dan 780 unit hanyut diterjang banjir. Angka tersebut masih dapat berubah seiring pembaruan data.
Sumber: Detik
Berita Lainnya
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
PLN UIP3B Sumatera Salurkan 40 Ekor Sapi dan 12 Ekor Kambing, Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaatnya
FWK Minta Presiden Benahi MBG & Naikkan Subsidi Kebutuhan Pokok
Duka di Serdang Bedagai, Prajurit yang Gugur di Lebanon Itu Dikenal Sosok Ramah dan Pekerja Keras
Gerakan APPMBGI: Mengawal Gizi dari Desa Hingga Kota
Pemprov Riau Perketat Penggunaan Dana Bagi Hasil Sawit
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV