Harga TBS Petani Mitra di Riau Terus Merangkak Naik Seiring Penguatan CPO
RIAUIN.COM – Dinas Perkebunan Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, menyampaikan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) kemitraan swadaya kembali bergerak naik untuk periode 10–16 Desember 2025.
Kenaikan tersebut merupakan hasil rapat penetapan harga minggu ke-45 yang digelar pada 9 Desember 2025, menggunakan tabel rendemen terbaru berdasarkan kajian PPKS Medan yang telah disetujui tim penetapan.
Pada periode ini, lonjakan terbesar tercatat pada kelompok tanaman berusia sembilan tahun, yang bertambah Rp 54,64 per kilogram atau sekitar 1,61 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
“Dengan penyesuaian ini, harga pembelian TBS pekebun mitra swadaya untuk satu minggu ke depan dipatok Rp 3.456,10 per kilogram,” ujar Defris.
Harga cangkang untuk proyeksi satu bulan ke depan tidak mengalami perubahan dan tetap di posisi Rp 27,33 per kilogram. Indeks K juga belum bergerak dari level 92,93 persen.
Pada sisi komoditas, harga CPO meningkat signifikan, naik Rp 309,08 per kilogram dibandingkan pekan lalu. Sebaliknya, harga kernel turun Rp 148,83 per kilogram. Beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tercatat tidak melakukan transaksi pada periode ini.
Mengacu pada Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, jika tidak ada transaksi, harga yang digunakan adalah rata-rata tim. Bila terjadi dua validasi, maka harga mengacu pada rata-rata KPBN.
“Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN berada pada Rp 14.346,00 per kilogram, sementara kernel di angka Rp 11.069,00 per kilogram,” kata Defris.
Lebih lanjut, Defris menuturkan bahwa penguatan harga TBS pekan ini terutama dipicu kenaikan harga CPO. Ia memastikan tim terus memperbaiki tata kelola agar proses penetapan semakin transparan dan sesuai aturan, sehingga memberi kepastian bagi petani maupun perusahaan.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Riau serta Kejaksaan Tinggi Riau dalam pembenahan mekanisme penetapan harga menjadi langkah penting yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pekebun dan berkontribusi pada kesejahteraan warga.
Seluruh kelompok umur TBS pada periode 10–16 Desember 2025 juga mengalami kenaikan seiring penguatan harga CPO. Adapun penetapan harga TBS adalah sebagai berikut: usia tiga tahun Rp 2.668,95 per kilogram; empat tahun Rp 2.981,41; lima tahun Rp 3.204,62; enam tahun Rp 3.329,61; tujuh tahun Rp 3.404,06; delapan tahun Rp 3.445,82; sembilan tahun Rp 3.456,10; umur 10–20 tahun Rp 3.417,70; dan 21 tahun Rp 3.357,84.
Berikutnya, umur 22 tahun ditetapkan Rp 3.289,54; 23 tahun Rp 3.211,91; 24 tahun Rp 3.153,25; serta 25 tahun Rp 3.104,95 per kilogram. BOTL berada di angka 0,51, dengan harga CPO tercatat Rp 14.347,27 per kilogram dan kernel Rp 11.111,17 per kilogram. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini