Ibu Rumah Tangga Jadi Kelompok Rentan Baru dalam Temuan Kasus HIV di Riau
RIAUIN.COM – Lonjakan kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau, terutama di Kota Pekanbaru, kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kepala Dinas Kesehatan Riau Heri Permana menyampaikan bahwa perkembangan kasus dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan yang lebih terfokus.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan skrining HIV di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (4/12/2025). Heri menuturkan bahwa kasus HIV dan AIDS di Pekanbaru saat ini berada pada level tinggi, bahkan temuan di wilayah tersebut merupakan yang terbesar di Riau.
“Temuan HIV dan AIDS di Riau sudah bergerak ke populasi umum, dan Pekanbaru menyumbang jumlah tertinggi. Secara kumulatif, tercatat 6.463 kasus atau sekitar 58 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kelompok ibu rumah tangga kini menduduki posisi ketiga sebagai temuan kasus terbanyak. Jika dilihat berdasarkan usia, infeksi HIV paling banyak terdeteksi pada kelompok usia produktif.
“Kasus HIV di kalangan ibu rumah tangga berada pada peringkat ketiga. Sementara dari aspek umur, temuan terbesar berada pada rentang usia 25 hingga 27 tahun,” kata Heri.
Ia menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor untuk menahan laju penularan HIV. Menurutnya, upaya penanggulangan tidak bisa hanya mengandalkan dinas kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Riau Dahlia Eka Okta menegaskan bahwa tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Riau terus terjadi setiap tahun.
“Berdasarkan estimasi Kementerian Kesehatan, jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Riau pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 9.054 orang,” ujarnya.
Dahlia menambahkan, sejak 1997 hingga Triwulan III 2025, total temuan ODHIV mencapai 11.078 kasus. Dari angka tersebut, 6.774 orang masih hidup dan membutuhkan pendampingan serta layanan kesehatan berkelanjutan.
“Sebanyak 4.345 orang di antaranya sudah berada pada stadium AIDS,” ucapnya.
Melihat perkembangan tersebut, ia menilai percepatan penanganan menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu strategi yang kini diperkuat adalah penerapan target global fast track 95-95-95.
“Targetnya, 95 persen ODHIV mengetahui status kesehatan mereka, 95 persen dari yang mengetahui status mendapat terapi, dan 95 persen dari yang menjalani pengobatan mencapai kondisi virus tersupresi,” tuturnya. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini