Ekspor Riau Januari–Oktober 2025 Tumbuh Hampir 19 Persen, Impor Turun Tajam
RIAUIN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan kinerja ekspor daerah tersebut sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai 17,58 miliar dollar AS, meningkat 18,98 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas.
Statistisi Ahli Madya BPS Riau Fitri Hariyanti mengatakan pada Senin (1/12/2025) bahwa ekspor nonmigas naik signifikan menjadi 16,64 miliar dollar AS atau tumbuh 24,16 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas justru melemah 31,61 persen menjadi 938,48 juta dollar AS, dipicu turunnya ekspor hasil pengolahan minyak dan minyak mentah.
Menurut Fitri, penguatan ekspor nonmigas menjadi sumber utama kenaikan total ekspor Riau. “Sektor migas bergerak berlawanan arah dan mengalami kontraksi,” ujarnya.
Pada Oktober 2025, nilai ekspor Riau tercatat 1,77 miliar dollar AS, turun 7,79 persen dibandingkan periode sama 2024. Pada bulan tersebut, ekspor nonmigas berkurang 4,10 persen menjadi 1,73 miliar dollar AS.
Lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi komoditas dengan pertumbuhan nilai ekspor terbesar sepanjang Januari–Oktober 2025, naik 2,60 miliar dollar AS atau 37,21 persen. Sementara itu, ampas serta sisa industri makanan mencatat penurunan terdalam, turun 61,97 persen atau 300,33 juta dollar AS.
Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar dengan nilai 2,69 miliar dollar AS, disusul India 1,49 miliar dollar AS dan Malaysia 1,18 miliar dollar AS. Ketiga negara tersebut menyumbang 32,31 persen dari total ekspor nonmigas Riau. Ekspor ke ASEAN mencapai 3,08 miliar dollar AS, sedangkan ke Uni Eropa 2,00 miliar dollar AS.
Dari sisi sektoral, ekspor hasil industri pengolahan meningkat 24,20 persen, sementara sektor pertanian tumbuh 24,94 persen pada periode Januari–Oktober 2025.
Fitri menyampaikan bahwa neraca perdagangan nasional pada periode tersebut mencatat surplus 16,18 miliar dollar AS, terdiri dari surplus nonmigas 15,37 miliar dollar AS dan migas 0,81 miliar dollar AS. Adapun neraca perdagangan Oktober 2025 juga surplus 1,61 miliar dollar AS.
Di sisi lain, impor Riau pada Januari–Oktober 2025 mencapai 1,39 miliar dollar AS atau turun 14,18 persen dibandingkan tahun lalu. Impor nonmigas turun 13,45 persen menjadi 1,27 miliar dollar AS, sedangkan impor migas turun 20,97 persen menjadi 124,73 juta dollar AS.
Namun, pada Oktober 2025, impor Riau justru naik 11,61 persen menjadi 158,70 juta dollar AS. Peningkatan ini didorong lonjakan impor migas sebesar 407,80 persen hingga mencapai 34,39 juta dollar AS, sedangkan impor nonmigas turun 8,21 persen menjadi 124,31 juta dollar AS.
Di antara sepuluh komoditas impor nonmigas terbesar, mesin atau pesawat mekanik mencatat penurunan terdalam, turun 55,98 persen atau 169,81 juta dollar AS. Komoditas yang mencatat kenaikan tertinggi adalah pupuk, meningkat 13,88 persen setara 34,10 juta dollar AS.
Tiongkok menjadi pemasok utama impor nonmigas dengan nilai 228,02 juta dollar AS, diikuti Kanada 206,10 juta dollar AS dan Vietnam 118,06 juta dollar AS. Impor dari ASEAN mencapai 378,67 juta dollar AS, sementara dari Uni Eropa 155,49 juta dollar AS.
Pada periode yang sama, impor barang modal turun dalam sebesar 59,38 persen menjadi 107,86 juta dollar AS. Impor barang konsumsi juga turun 42,78 persen menjadi 65,49 juta dollar AS, sedangkan impor bahan baku atau penolong berkurang 1,94 persen menjadi 1,22 miliar dollar AS.
Fitri menegaskan perlunya memantau perkembangan ekspor dan impor Riau karena sangat berkaitan dengan pergerakan ekonomi daerah. Ia menambahkan, meskipun ekspor nonmigas tumbuh kuat, penurunan impor barang modal dapat menjadi sinyal melemahnya aktivitas investasi dan industri pengolahan. (Bil)
Berita Lainnya
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Verifikasi Cap Pos Pendaftar KPID Riau Ditargetkan Rampung Jumat Ini