PILIHAN
Sempat Ditawar Rp28 Juta,
Mobil Supir Gocar Gagal Dijual karena Heboh Berita di Medsos
PEKANBARU-Beragam kisah mewarnai peristiwa hilangnya Ardhie Nur Aswan (23), supir Gocar yang tewas karena dirampok dan dibunuh oleh 6 orang pelaku. Salah satunya, mobil Suzuki Ertiga BM 1564 NV milik korban yang sudah ditawari seharga Rp28 juta oleh calon pembeli namun gagal dijual oleh pelaku karena ramainya pemberitaan hilangnya korban di sejumlah media sosial.
Panik dengan kabar hilangnya korban di medsos, para pelaku kemudian justru mencoba menghilangkan barang bukti dan membuang kendaraan roda empat tersebut ke jurang di daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Fakta itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto ketika menggelar ekspose tersangka dan barang bukti, Selasa (28/11/17). Selain membuang mobil korban, untuk menghilangkan jejak, para pelaku juga membuang jasad korban di daerah Kandis, Kabupaten Siak.
"Jadi mobil korban yang dirampok pelaku sempat ditawari seharga Rp28 Juta di Simalungun, Sumut. Tapi pelaku tidak jadi menjualnya karena panik mengetahui kabar hilangnya korban sudah beredar luas di medsos. Pelaku kemudian sepakat membuang mobil tersebut di daerah Tanah Karo sampai akhirnya ditemukan dalam kondisi ringsek," ujarnya.
Pamen berkepala pelontos ini menjelaskan, dari keenam pelaku itu, empat diantaranya sudah berhasil tertangkap di tiga lokasi berbeda. Mereka berempat yakni Viktorianus Hendrik Siburian (20), Maringan Tua Gultom (20), Lian Pranata Sipayung (20) dan Fije Sanje Tarihoran (20). Viktorianus dan Maringan Tua Gultom lebih dulu ditangkap di Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan pada Sabtu (11/11/17) lalu.
Menyusul kemudian Lian Pranata Sipayung yang terciduk di Desa Gunung Batu, Kelurahan Butu Bayu, Kecamatan Silau Kahian, Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa, (14/11/17). Sedangkan satu pelaku berikutnya, Fije Sanje diringkus aparat di tempat persembunyiannya di Cilegon, Banten, Rabu (22/11/17) sore silam.
"Empat sudah tertangkap, dua lagi masih DPO dan masih dalam pengejaran. Identitas dua pelaku lagi juga sudah kita kantongi. Untuk keempat pelaku akan kita jerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati karena pembunuhan yang mereka lakukan sangat terencana," tegasnya, seperti dilansir dari riauterkini.
Sebelumnya, teka-teki hilangnya Ardhie Nur Aswan, supir Gocar Pekanbaru yang dinyatakan hilang pada 22 Oktober silam akhirnya terjawab sudah. Pelan tapi pasti, tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru pun berhasil mengungkap bahwa hilangnya pria berusia 23 tahun tersebut karena dirampok dan dibunuh oleh 6 orang pelaku.(nol)
Panik dengan kabar hilangnya korban di medsos, para pelaku kemudian justru mencoba menghilangkan barang bukti dan membuang kendaraan roda empat tersebut ke jurang di daerah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Fakta itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto ketika menggelar ekspose tersangka dan barang bukti, Selasa (28/11/17). Selain membuang mobil korban, untuk menghilangkan jejak, para pelaku juga membuang jasad korban di daerah Kandis, Kabupaten Siak.
"Jadi mobil korban yang dirampok pelaku sempat ditawari seharga Rp28 Juta di Simalungun, Sumut. Tapi pelaku tidak jadi menjualnya karena panik mengetahui kabar hilangnya korban sudah beredar luas di medsos. Pelaku kemudian sepakat membuang mobil tersebut di daerah Tanah Karo sampai akhirnya ditemukan dalam kondisi ringsek," ujarnya.
Pamen berkepala pelontos ini menjelaskan, dari keenam pelaku itu, empat diantaranya sudah berhasil tertangkap di tiga lokasi berbeda. Mereka berempat yakni Viktorianus Hendrik Siburian (20), Maringan Tua Gultom (20), Lian Pranata Sipayung (20) dan Fije Sanje Tarihoran (20). Viktorianus dan Maringan Tua Gultom lebih dulu ditangkap di Jalan Purwodadi, Kecamatan Tampan pada Sabtu (11/11/17) lalu.
Menyusul kemudian Lian Pranata Sipayung yang terciduk di Desa Gunung Batu, Kelurahan Butu Bayu, Kecamatan Silau Kahian, Kabupaten Simalungun, Sumut, Selasa, (14/11/17). Sedangkan satu pelaku berikutnya, Fije Sanje diringkus aparat di tempat persembunyiannya di Cilegon, Banten, Rabu (22/11/17) sore silam.
"Empat sudah tertangkap, dua lagi masih DPO dan masih dalam pengejaran. Identitas dua pelaku lagi juga sudah kita kantongi. Untuk keempat pelaku akan kita jerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati karena pembunuhan yang mereka lakukan sangat terencana," tegasnya, seperti dilansir dari riauterkini.
Sebelumnya, teka-teki hilangnya Ardhie Nur Aswan, supir Gocar Pekanbaru yang dinyatakan hilang pada 22 Oktober silam akhirnya terjawab sudah. Pelan tapi pasti, tim Sat Reskrim Polresta Pekanbaru pun berhasil mengungkap bahwa hilangnya pria berusia 23 tahun tersebut karena dirampok dan dibunuh oleh 6 orang pelaku.(nol)
Berita Lainnya
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu
Polisi Tangkap Sepasang Kekasih Pencuri Sepeda Motor di RSUD Bengkalis
Ahli Hukum Pidana Bedah Konstruksi Perkara Abdul Wahid di PN Pekanbaru
Polda Riau Tangkap Penambang Emas di Kuansing yang Nyambi Jadi Pengedar Sabu
Polresta Pekanbaru Sita Senjata Api dan Uang Ratusan Juta dari Jaringan Narkoba
Polres Bengkalis Tangkap Buronan Kasus Penyelundupan 15 Kilogram Sabu
Polres Inhu Ringkus Pengedar Sabu di Pasir Penyu
Polisi Tangkap Sepasang Kekasih Pencuri Sepeda Motor di RSUD Bengkalis