Advertorial
Komisi II DPRD Riau Akan Evaluasi Dinas Pangan dan Holtikultura Riau
Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat. | Foto : dok
Komisi II DPRD Riau Akan Evaluasi Dinas Pangan dan Holtikultura Riau
RIAUIN.COM- Komisi II DPRD Riau menyoroti kinerja Dinas Pertanian, Pangan dan Hortikultura Riau setelah beras dan cabai kembali menjadi penyumbang inflasi daerah, meski pertumbuhan ekonomi Riau tercatat mencapai 4,92 persen. Evaluasi menyeluruh terhadap dinas terkait pun dijanjikan akan dilakukan.
Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, mengatakan persoalan cabai yang menjadi pemicu inflasi seharusnya dapat diantisipasi melalui program yang sebelumnya telah dianggarkan. Namun, sejumlah kegiatan justru tidak terlaksana.
"Cabai kemarin di APBD Murni 2025 ada anggaran sampai 200 hektare untuk Riau. Tapi lagi-lagi kita defisit, tidak terlaksana. Memang kita melihat kerja dinas ini agak menurun, kita akui. Seperti tanaman sayur mayur, kemudian holtikultura, dan termasuk cabai. Sehingga cabai didatangkan dari Sumbar," katanya.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II dari Fraksi PKS itu berjanji, Dinas Pertanian Riau harus dievaluasi. "Ya, harus dievaluasi. Kami pun mau mengevaluasi kinerja Dinas Pertanian ini khususnya untuk cabai. Programnya ada, tapi di lapangan tidak ada. Tidak ada yang didapatkan baik sisi anggaran, kemudian pendampingan tidak ada," ujarnya.
Adam Syafaat menilai kinerja Dinas Pertanian Riau sangat sedikit sekali, khususnya masalah cabai. Mestinya kata dia, bantuan-bantuan itu kita dapat. "Diajukan kepada kita, kita sampaikan ke kelompok-kelompok tani. Ternyata ngak ada juga," tukasnya.
Sementara saat disinggung mengenai beras, Adam Syafaat menyebut padi banyak yang gagal disebabkan oleh irigasi. "Musim panas kemarin irigasi kita tidak sampai ke ujung.
"Kalau di Rokan Hulu bendungan-bendungan itu sudah dangkal. Air tidak disuplai secara baik, orang membuat bendungan itu sudah tempat wisata, jalan sampah," tukas Adam Syafaat.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri SH MSi mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian Riau. Pasalnya, meski pertumbuhan ekonomi Riau tertinggi di Indonesia di luar Pulau Jawa, namun inflasi 0,0%. Inflasi ini dipicu oleh beras dan cabe hingga didatangkan dari Jawa. -adv
Berita Lainnya
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Petugas Manggala Agni Jinakkan Karhutla di Siak dan Pelalawan, Titik Api Baru Muncul di Rupat