BP3MI Riau Gagalkan Pengiriman Ilegal Pekerja Migran ke Negeri Jiran
RIAUIN.COM – Seorang perempuan asal Jember, Jawa Timur, yang hendak diberangkatkan secara nonprosedural ke Malaysia berhasil diselamatkan oleh tim gabungan dari BP3MI Riau dan aparat kepolisian, Selasa (27/5/2025), di Kota Dumai.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang mencurigai adanya praktik pengiriman pekerja migran ilegal.
“Laporan yang kami terima dilengkapi dengan foto calon korban, dan langsung kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama Direktorat Reskrimum Polda Riau,” kata Fanny, Rabu (28/5/2025).
Tim kemudian melacak keberadaan korban melalui nomor ponselnya. Ia diketahui sedang dalam perjalanan via jalan tol menuju Dumai.
Setelah informasi lokasi terverifikasi, tim gabungan segera bekerja sama dengan Polres Dumai dan mendatangi sebuah penginapan yang dicurigai sebagai tempat penampungan.
“Korban berhasil ditemukan di Wisma Kurnia. Saat itu ia sedang menunggu arahan dari pihak yang menjanjikannya pekerjaan di luar negeri,” jelas Fanny.
Perempuan tersebut diketahui bernama Indri Lestari (28), warga Dusun Sukmoilang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Usai diamankan, Indri dibawa ke Polres Dumai untuk dimintai keterangan. Ia mengaku dijanjikan pekerjaan sebagai pengasuh lansia di Malaysia dengan bayaran RM 1.600 per bulan.
Menurut keterangan korban, ia mengenal agen bernama Mutik yang diperkenalkan oleh tetangganya. Agen itu menjanjikan pengurusan dokumen dan transportasi dengan potongan gaji selama tiga bulan.
Indri sempat berada di Surabaya untuk pengurusan paspor pada 20 Mei dan menginap selama seminggu. Kemudian ia diterbangkan ke Pekanbaru dan dijemput mobil Avanza hitam menuju Dumai. Namun, hanya 15 menit setelah tiba di lokasi penginapan, tim gabungan langsung melakukan penindakan.
Setelah menjalani pemeriksaan, Indri diserahkan ke Pusat Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Dumai untuk diproses pemulangannya ke kampung halaman.
“Selain memberi tempat perlindungan sementara di Rumah Ramah PMI, kami juga memberikan edukasi soal tata cara kerja resmi di luar negeri,” ujar Fanny.
BP3MI juga telah menghubungi pihak keluarga, termasuk suami korban, untuk memastikan kepulangannya berjalan lancar dan aman.
Fanny turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja luar negeri dari pihak yang tidak resmi.
“Pastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber terpercaya seperti situs siskop2mi.bp2mi.go.id. Jangan sampai keinginan mencari nafkah berubah menjadi petaka akibat praktik ilegal,” tutupnya. (Nab)
Berita Lainnya
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam
Polisi Bidik Aliran Dana Miliaran Rupiah Kades Sontang Rohul
Dugaan Operasi Senyap KPK di Kuansing Picu Ketegangan di Lingkungan Pemkab
Terpidana Perambah Hutan Produksi Riau Serahkan Diri ke Kejaksaan
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya
KPK Sudah Pegang Barang Bukti, Bupati dan Sekda Kuansing Diminta Menyerahkan Diri
Ruang Kerja Bupati hingga Sekda Disegel KPK, Pemkab Kuansing Bungkam
Polisi Bidik Aliran Dana Miliaran Rupiah Kades Sontang Rohul
Dugaan Operasi Senyap KPK di Kuansing Picu Ketegangan di Lingkungan Pemkab
Terpidana Perambah Hutan Produksi Riau Serahkan Diri ke Kejaksaan
Identitas Pria Tewas di Kawasan Garuda Sakti Terungkap, Polisi Selidiki Penyebab Kematiannya