Mimbar dan Tongkat Khatib Selamat dari Kebakaran, Kisah Mistis Masjid Koto Tinggi Pangean
Mimbar Mashid Jamik Koto Tinggi Pangean, Kuansing
RIAUIN. COM - Masjid Jami Koto Tinggi Pangean menyimpan kisah mistis yang diyakini masyarakat setempat. Sebuah mimbar dan tongkat khatib dikisahkan selamat dari kebakaran yang melanda masjid tersebut beberapa waktu silam. Kejadian di luar nalar ini menjadi cerita turun temurun yang dipercaya oleh tetua adat di Pangean.
Menurut penuturan tetua adat, mimbar tersebut dulunya memiliki tanaman hias yang kayunya dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal bala dan penyakit. Kepercayaan ini diyakini menjadi alasan mengapa mimbar tersebut selamat dari kobaran api.
"Dulu di atas mimbar itu ada tanaman hias, kayunya dipercaya bisa menangkal bala dan penyakit. Mungkin itu alasannya mimbar ini selamat dari kebakaran," ungkap salah seorang tetua adat di Pangean.
Selain mimbar, sebuah tongkat khatib juga selamat dari peristiwa kebakaran tersebut. Tongkat tersebut dulunya menyimpan kepingan emas di dalamnya. Namun, tongkat tersebut pernah dicuri dan kepingan emasnya diambil. Setelah itu, tongkat tersebut dikembalikan ke masjid.
"Tongkat itu dulunya ada emasnya, tapi pernah dicuri. Setelah emasnya diambil, tongkatnya dikembalikan," imbuh tetua adat tersebut.
Kini, mimbar dan tongkat khatib tersebut masih tersimpan di Masjid Jami Koto Tinggi Pangean. Benda-benda tersebut menjadi saksi bisu sejarah dan kisah mistis yang menyelimuti masjid tersebut.
Masjid Jami Koto Tinggi Pangean sendiri merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Masjid ini memiliki arsitektur tradisional yang unik dan kaya akan nilai sejarah. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat setempat.
Kisah mimbar dan tongkat khatib yang selamat dari kebakaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke masjid ini. Banyak wisatawan yang tertarik untuk melihat langsung benda-benda bersejarah tersebut dan mendengarkan kisah mistis yang menyelimutinya.
Meskipun kisah ini terkesan mistis, masyarakat setempat tetap mempercayainya sebagai bagian dari sejarah dan budaya mereka. Kisah ini juga menjadi pengingat akan kebesaran Tuhan dan kekuatan spiritual yang ada di sekitar kita.
Pada tahun 1888 lalu, musibah kebakaran melanda dan menghanguskan bangunan pertama. Semangat gotong royong dan keimanan masyarakat Pangean kemudian mendorong pembangunan kembali masjid kedua, yang juga masih mengandalkan material kayu sebagai bahan utama.
Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi masjid kedua mulai lapuk dimakan usia. Tekad untuk memiliki rumah ibadah yang lebih kokoh dan representatif mendorong pembangunan masjid ketiga pada tahun 1932. Tahun ini seringkali dianggap sebagai tahun berdirinya masjid oleh masyarakat setempat, merujuk pada inskripsi yang ditemukan pada atap masjid saat renovasi keempat.
Masjid ketiga ini pun masih setia dengan konstruksi kayu, melanjutkan tradisi bangunan sebelumnya. Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1998. Dengan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan sejarah, masyarakat Pangean melakukan rehabilitasi besar-besaran. (hen)
Berita Lainnya
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
PLN Bergerak Pulihkan Kelistrikan Sumut, Gubernur Sumatera Utara Beri Dukungan Langsung
Kecelakaan Maut di KM 25 Tol Pekanbaru-Dumai Tewaskan Tiga Penumpang Ambulans, Polisi Buru Sopir Truk
Enam Rumah di Inhil Ambruk Akibat Longsor Susulan
Longsor Hanyutkan Empat Rumah ke Sungai, Akses Pelabuhan di Inhil Putus
Buaya Muara Sungai Metas Siak Mangsa Warga Kampung Penyengat
Tower Emergency 275 kV Galang–Simangkuk Berhasil Dienergize, Masyarakat Kembali Nikmati Listrik
PLN Bergerak Pulihkan Kelistrikan Sumut, Gubernur Sumatera Utara Beri Dukungan Langsung
Kecelakaan Maut di KM 25 Tol Pekanbaru-Dumai Tewaskan Tiga Penumpang Ambulans, Polisi Buru Sopir Truk