Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
Ketika Asap Rokok Lebih Penting dari Asap Dapur: Ironi Prioritas DPRD Kuansing
Pembahasan Perda Kawasan Larangan Merokok
Ditulis: Hendrianto
DI TENGAH kondisi ekonomi yang sulit, DPRD Kuansing membuat keputusan yang mengundang tanya. Alih-alih fokus pada isu-isu krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, mereka justru disibukkan dengan pembahasan Perda Kawasan Larangan Merokok.
Tentu, kesehatan adalah hal yang penting, tapi apakah ini prioritas yang tepat saat ini? Kita semua tahu, Kuantan Singingi punya potensi besar di sektor BUMD. Sayangnya, potensi ini belum bisa dimaksimalkan karena ketiadaan Perda Penyertaan Modal.
Padahal, dengan adanya Perda ini, BUMD Kuansing bisa menjadi mesin penghasil PAD yang handal. Dana yang dihasilkan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, atau membantu UMKM lokal.
Alih-alih fokus pada potensi ekonomi yang nyata, DPRD Kuansing justru memilih untuk membahas perda yang lebih bersifat simbolis. Larangan merokok mungkin bisa mengurangi jumlah perokok, tapi dampaknya tidak akan langsung terasa pada perekonomian daerah.
Justru, dengan adanya Perda Penyertaan Modal BUMD, kita bisa melihat perubahan nyata dalam waktu singkat. Tentu, kita tidak ingin DPRD Kuansing hanya menjadi tukang stempel perda-perda yang tidak berdampak signifikan. Kita ingin mereka menjadi wakil rakyat yang cerdas, yang mampu melihat potensi dan mengambil keputusan yang tepat.
Kita ingin mereka fokus pada isu-isu yang benar-benar penting, yang bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat Kuansing. Mari kita dorong DPRD Kuansing untuk lebih bijak dalam menentukan prioritas. Mari kita ingatkan mereka bahwa asap dapur masyarakat yang mengepul adalah jauh lebih penting daripada sekadar asap rokok.
Kita butuh wakil rakyat yang peduli pada kesejahteraan ekonomi masyarakat, bukan sekadar popularitas sesaat. Mari kita jadikan momentum ini untuk menyuarakan aspirasi kita. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kuansing tidak buta dan tuli. (***)
Berita Lainnya
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Kalau Alam Sudah Menegur
Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing
Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye
RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?
Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
Kalau Alam Sudah Menegur
Pacu Jalur, Adat, dan Kesejahteraan: Rekomendasi Konkret untuk Pemkab Kuansing
Kepala Daerah: Antara Popularitas dan Janji Kampanye
RUU Migas Memperkuat Wilayah Penghasil atau Hanya Mengubah Penataan Kekuasaan di Pusat?
Krisis Kepercayaan: Mengapa Publik Meragukan Media Arus Utama