Pemprov Riau Targetkan Predikat Memuaskan pada Penilaian SAKIP 2025, Ini Strategi yang Diterapkan
RIAUIN.COM – Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani, menargetkan agar Pemerintah Provinsi Riau meraih predikat memuaskan atau A dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam acara workshop peningkatan SAKIP dan reformasi birokrasi Provinsi Riau tahun 2024, yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (13/11/2024).
Elly Wardhani menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Nomor B/121/AA.05/2024, Pemerintah Provinsi Riau berhasil memperoleh nilai 71,22 dengan predikat sangat baik (BB) pada tahun 2024. Nilai ini meningkat 0,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 70,51.
“Pencapaian ini tentu berkat upaya keras Tim SAKIP dan seluruh Kepala Perangkat Daerah. Tahun ini, kita sudah meraih predikat sangat baik, dan kita berharap tahun depan bisa mendapatkan predikat memuaskan,” ujar Elly.
Selain itu, nilai Reformasi Birokrasi (RB) Provinsi Riau juga menunjukkan kemajuan signifikan, naik 7 poin dari 67,63 pada tahun 2022 menjadi 74,63 pada tahun 2023.
Untuk mempercepat implementasi reformasi birokrasi dan menciptakan sistem pemerintahan berbasis digital, Pemprov Riau akan mengutamakan dua strategi utama: RB General dan RB Tematik. Dalam strategi RB General, fokus utama adalah menciptakan budaya birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik, akuntabilitas, kompetensi, harmoni, loyalitas, adaptasi, dan kolaborasi dengan ASN yang profesional.
Sementara itu, dalam pelaksanaan RB Tematik, Pemprov Riau akan fokus pada beberapa area prioritas, antara lain penanggulangan kemiskinan, peningkatan investasi, digitalisasi administrasi pemerintahan, dan percepatan program prioritas Presiden, seperti pengendalian inflasi dan penggunaan produk dalam negeri.
“Untuk percepatan prioritas Presiden, kami akan merespons isu-isu mendesak yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat, seperti pengendalian inflasi dan peningkatan konsumsi produk dalam negeri,” tutup Elly Wardhani. (*)
Berita Lainnya
Harga Pertamax di Riau Tembus Rp 17.000 per Liter, Tertinggi di Sumatera bersama Sumbar dan Kepri
Belanja Pegawai Riau Kritis, Pemprov Ambil Langkah Darurat
Telat Hadir Ujian CAT, Calon Anggota KPID Riau Gugur Otomatis
Jelang Kunjungan Mendagri, Pemprov Riau Rampungkan Laporan Tiga Program Prioritas Pusat
CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
Pemprov Riau Perketat Pengawasan untuk Lindungi Petani Sawit dari Manipulasi Harga
Harga Pertamax di Riau Tembus Rp 17.000 per Liter, Tertinggi di Sumatera bersama Sumbar dan Kepri
Belanja Pegawai Riau Kritis, Pemprov Ambil Langkah Darurat
Telat Hadir Ujian CAT, Calon Anggota KPID Riau Gugur Otomatis
Jelang Kunjungan Mendagri, Pemprov Riau Rampungkan Laporan Tiga Program Prioritas Pusat
CPO Melonjak, Harga Sawit Swadaya Riau Tembus Rp 3.674/Kilogram
Pemprov Riau Perketat Pengawasan untuk Lindungi Petani Sawit dari Manipulasi Harga