PILIHAN
Saat Netanyahu Pidato di Depan Kursi Kosong
25 September 2026
Kasus ISPA Tembus 1.363, Wali Murid di Kuansing Minta PJJ Diperpanjang
20 September 2026
Punya Aplikasi BDT PFM, Dinsos Riau Sajikan Data Kemiskinan Secara Online
PEKANBARU, Riauin.com - Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau kini telah memiliki aplikasi Basis Data Terpadu (BDT) Penanganan Fakir Miskin (PFM) yang dapat diakses secara online.
Kepala Dissos Riau, Dahrius Husein mengatakan, aplikasi BDT ini dibuat untuk memberikan kemudahan akses basis data terpadu yang berisikan data keluarga penerima manfaat program penanganan fakir miskin di Provinsi Riau kepada seluruh stakeholder terkait yang melakukan upaya menurunkan angka kemiskinan di Riau.
"Aplikasi ini dapat diakses dengan alamat website http/bansos-hibah.riau.go.id/pendudukmiskin/home," ungkap Dahrius, Senin (9/10/17).
Ia menguraikan, di dalam aplikasi ini tersusun basis data terpadu penanganan fakir miskin serta turunannya berupa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Beras Sejahtera (Rastra) dan KPM Program Keluarga Harapan (PKH) secara BNBA (By Name by Address) untuk seluruh kabupaten/kota di Riau.
Sehingga, pengembangan aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk menghimpun bantuan yang diberikan dalam penanganan fakir miskin oleh stakeholder terkait seperti Dissos Riau dan kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Biro Administrasi Kesra, dan sebagainya.
"Disamping itu dapat pula digunakan oleh pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi data," ujarnya.
Adapun kategori fakir miskin itu sendiri, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin disebutkan bahwa fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan keluarganya.
"Jadi kategori fakir miskin itu sudah disebutkan dalam undang-undang. Diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan keluarganya. Tidak bisa sembarang," tuturnya. (src)
Kepala Dissos Riau, Dahrius Husein mengatakan, aplikasi BDT ini dibuat untuk memberikan kemudahan akses basis data terpadu yang berisikan data keluarga penerima manfaat program penanganan fakir miskin di Provinsi Riau kepada seluruh stakeholder terkait yang melakukan upaya menurunkan angka kemiskinan di Riau.
"Aplikasi ini dapat diakses dengan alamat website http/bansos-hibah.riau.go.id/pendudukmiskin/home," ungkap Dahrius, Senin (9/10/17).
Ia menguraikan, di dalam aplikasi ini tersusun basis data terpadu penanganan fakir miskin serta turunannya berupa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Beras Sejahtera (Rastra) dan KPM Program Keluarga Harapan (PKH) secara BNBA (By Name by Address) untuk seluruh kabupaten/kota di Riau.
Sehingga, pengembangan aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk menghimpun bantuan yang diberikan dalam penanganan fakir miskin oleh stakeholder terkait seperti Dissos Riau dan kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Biro Administrasi Kesra, dan sebagainya.
"Disamping itu dapat pula digunakan oleh pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi data," ujarnya.
Adapun kategori fakir miskin itu sendiri, sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin disebutkan bahwa fakir miskin adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian atau mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan keluarganya.
"Jadi kategori fakir miskin itu sudah disebutkan dalam undang-undang. Diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kehidupan dirinya dan keluarganya. Tidak bisa sembarang," tuturnya. (src)
Berita Lainnya
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar
DPRD Pekanbaru Desak Pemantauan Stok Bahan Pangan Cegah Lonjakan Harga Akhir Tahun
Pedagang STC Tetap Bisa Berdagang Pasca-BGS Berakhir, Pemko Pekanbaru Buka Skema Sewa Langsung
Satpol PP Pekanbaru Rambah Bioskop Mini dan Kos-kosan dalam Razia Asusila
Pemko Pekanbaru Bakal Sulap Waduk Cipta Karya Jadi Ruang Publik dan Pusat UMKM
SPBU Pekanbaru Macet Parah, DPRD Minta Pemko Larang Truk Besar Masuk Kota
Cakupan Imunisasi Anak Masih Rendah, Pemko Pekanbaru Gelar Bulan Imunisasi Kejar