PILIHAN
Catatan Najwa Shihab untuk 'Papa Koruptor'
JAKARTA, Riauin.com -- Presenter Najwa Shihab membuat catatan khusus untuk menyindir sosok 'papa koruptor'. Ia membagikan video sentilan lewat laman YouTube sekaligus membacakannya pada "Konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank" di Gandaria City, Jakarta.
"Karena saya lagi jobless, kakak Glenn menawari saya pekerjaan membacakan catatan soal isu korupsi. Ini adalah Catatan Najwa untuk 'papa'," kata mantan pemandu program bincang-bincang Mata Najwa tersebut berseloroh.
Perempuan 40 tahun kelahiran Makassar itu bukan memaksudkan sindiran pada ayahanda aslinya, Quraish Shihab. Ia merujuk 'papa koruptor' yang belakangan kasusnya mengemuka dan ramai diperbincangkan, meyakini seluruh hadirin sudah tahu siapa orangnya.
Najwa mengulas hal paling bahaya dari korupsi, yaitu rakyat menjadi tidak percaya kepada pemimpinnya sendiri. Negara digerogoti dari dalam, dihancurkan dengan diam-diam, demokrasi pun jadi sebatas jalan untuk berkuasa dan mengeruk harta.
Duta Baca Indonesia itu menyindir para koruptor yang di atas panggung bicara manis-manis, tapi di bawah meja mengisap sampai habis. Jurus mereka seolah tak pernah habis, licin bagaikan belut yang sukar ditangkapi, khususnya "sang belut" yang sanggup memborong oli.
Suara lantang Najwa sempat bergetar emosional ketika mendeklamasikan catatannya. Tepuk tangan riuh hadirin membahana ketika ia sebut upaya koruptor yang mengebiri KPK, hingga mengakali pengadilan tipikor dengan solusi praperadilan.
"Papa kita memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau sebetulnya kita tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut," kata Najwa yang mengajak hadirin untuk terus berani bersuara menghentikan korupsi.(rol)
"Karena saya lagi jobless, kakak Glenn menawari saya pekerjaan membacakan catatan soal isu korupsi. Ini adalah Catatan Najwa untuk 'papa'," kata mantan pemandu program bincang-bincang Mata Najwa tersebut berseloroh.
Perempuan 40 tahun kelahiran Makassar itu bukan memaksudkan sindiran pada ayahanda aslinya, Quraish Shihab. Ia merujuk 'papa koruptor' yang belakangan kasusnya mengemuka dan ramai diperbincangkan, meyakini seluruh hadirin sudah tahu siapa orangnya.
Najwa mengulas hal paling bahaya dari korupsi, yaitu rakyat menjadi tidak percaya kepada pemimpinnya sendiri. Negara digerogoti dari dalam, dihancurkan dengan diam-diam, demokrasi pun jadi sebatas jalan untuk berkuasa dan mengeruk harta.
Duta Baca Indonesia itu menyindir para koruptor yang di atas panggung bicara manis-manis, tapi di bawah meja mengisap sampai habis. Jurus mereka seolah tak pernah habis, licin bagaikan belut yang sukar ditangkapi, khususnya "sang belut" yang sanggup memborong oli.
Suara lantang Najwa sempat bergetar emosional ketika mendeklamasikan catatannya. Tepuk tangan riuh hadirin membahana ketika ia sebut upaya koruptor yang mengebiri KPK, hingga mengakali pengadilan tipikor dengan solusi praperadilan.
"Papa kita memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau sebetulnya kita tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut," kata Najwa yang mengajak hadirin untuk terus berani bersuara menghentikan korupsi.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing