BPS Ungkap Cabai Merah dan Bawang Jadi Penyebab Terbesar Inflasi di Riau
RIAUIN.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi mengumkan perkembangan inflasi dan deflasi Provinsi Riau periode November 2023, di Kantor BPS Riau, Jumat (1/12/2023).
Ia menyebutkan, penyumbang terbesar inflasi di 3 daerah di Riau (Kota Pekanbaru, Kota Dumai, dan Tembilahan) adalah cabai merah sebesar 0,62 persen. Kemudian, disusul bawang merah sebesar 0,8 persen, cabai rawit 0,7 persen, emas perhiasan 0,4 persen, gula pasir 0,2 persen dan angkutan umum 0,1 persen.
"Enam komoditi inilah yang memberikan andil pada inflasi gabungan 3 daerah di Provinsi Riau November 2023 (m-to-m) terutama pada cabai merah," sebut Asep Riyadi.
Dijelaskan, dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruh kota mengalami inflasi y-on-y, dengan inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 5,89 persen.
Kemudian, diikuti oleh Kota Sibolga sebesar 4,19 persen dan Kota Bandar Lampung sebesar 4,14 persen. Sementara itu inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 1,93 persen.
Dia menuturkan, bahwa dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi y-on-y yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 3,22 persen dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,71 persen. Lalu, Kota Dumai sebesar 3,71 persen dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dan Kota Tembilahan sebesar 2,38 persen dan secara m-to-m mengalami inflasi sebesar 0,54 persen.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,09 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 3,55 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,57 persen," jelasnya.
Lalu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,86 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,24 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,10 persen.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,02 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,68 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,36 persen.
Sementara itu, untuk komoditas yang memberikan andil pada deflasi gabungan 3 kota di Provinsi Riau November 2023 (m-to-m) itu ada ikan serai, udang basah, kentang, bensin, ayam hidup, dan tomat.
"Kemudian, komoditas yang memberikan andil pada inflasi gabungan 3 kota tahun ke tahun (y-on-y ) november 2023 itu ada cabai merah, beras, rokok kretek filter, mobil, emas perhiasan dan sewa rumah," ujar Asep.
Sedangkan, komoditas yang memberikan andil pada deflasi gabungan 3 kota tahun ke tahun (y-on-y ) november 2023 itu ada sabun deterjen bubuk/cair, jeruk, telepon seluler, ikan tongkol, ikan serai, dan bawang. (*)
Berita Lainnya
Plt Gubri Minta Kabupaten/Kota di Riau Tiru Pola Penagihan Pajak Pekanbaru
Bapenda Riau Siapkan Tiga Satgas untuk Periksa Pajak Perusahaan Sawit di Lapangan
Kejar Tunggakan Pajak Rp 159 Miliar, Pemko Pekanbaru Pilih Pendekatan Door to Door Lewat PKK
Pasca Kecelakaan Maut Ambulans Tabrak Truk di Tol Permai, Jasa Raharja Cepat Data Ahli Waris
Respon Permintaan Daerah, Pemprov Riau Alihkan Operasi Pasar ke Rohul
Rohul Sumbang Titik Panas Terbanyak di Riau Saat Cuaca Ekstrem Mengintai
Plt Gubri Minta Kabupaten/Kota di Riau Tiru Pola Penagihan Pajak Pekanbaru
Bapenda Riau Siapkan Tiga Satgas untuk Periksa Pajak Perusahaan Sawit di Lapangan
Kejar Tunggakan Pajak Rp 159 Miliar, Pemko Pekanbaru Pilih Pendekatan Door to Door Lewat PKK
Pasca Kecelakaan Maut Ambulans Tabrak Truk di Tol Permai, Jasa Raharja Cepat Data Ahli Waris
Respon Permintaan Daerah, Pemprov Riau Alihkan Operasi Pasar ke Rohul
Rohul Sumbang Titik Panas Terbanyak di Riau Saat Cuaca Ekstrem Mengintai