PILIHAN
Ratusan Warga Pematang Tebih Datangi DPRD Rohul
PASIRPENGARAIAN, Riauin.com - Ratusan warga Desa Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, adukan oknum mantan anggota Polri, Carles, ke DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (11/9/) Kemaren.
Kedatangan warga tersebut,‎ diterima Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Wakil Ketua Hardi Candra, dan sejumlah anggota seperti Mazril, H. Hilip, Nono Patria Pratama, Arisman, dan Adam Safaat.
Pada kesempatan itu ‎Warga mengadukan prihal pagar permanen di kebun milik Carles di RT 01/ RW 06 Dusun III Bukit Raya‎, Desa Pematang Tebih,diduga sudah memakan badan jalan.
Kemudian, selisih paham antara warga dengan Carles yang disebut warga mantan anggota Polri Juni 2017, berujung dugaan perusakan‎ dilakukan sejumlah warga hingga perkara dilaporkan ke Polsek Ujung Batu.
Dikatakan Kepala Desa Pematang Tebih, Selamat, permasalahan tersebut sudah dimediasi pihak desa, dan Carles minta ganti rugi Rp70 juta. Dari nego disepakati, ganti rugi Rp 40 juta, namun warga hanya sanggup bayar Rp 15 juta.
Uang Rp15 juta tersebut, dikumpulkan setelah dilakukan musyawarah antara pemerintah desa dengan warga.
“Kedatangan kami ke DPRD, untuk meminta perlindungan dari DPRD Rohul. Berharap Bapak Dewan bisa menyelesaikan masalah ini," harap warga dalam hearing dengan Ketua dan Anggota DPRD Rohul.
Sikapi aksi warga, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri mengaku, pihaknya akan menggelar hearing dengan mengundang Carles, Pemerintah Kecamatan Ujung Batu, dan Pemerintah Desa untuk menyelesaikan masalah warga tersebut dalam waktu dekat.
Kelmi berharap, warga Desa Pematang Tebih bersabar. Karena masih dijadwalkan waktunya untuk mediasi selanjutnya, hanya perwakilan warga saja yang hadir seperti tokoh masyarakat.***(yus]
Kedatangan warga tersebut,‎ diterima Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Wakil Ketua Hardi Candra, dan sejumlah anggota seperti Mazril, H. Hilip, Nono Patria Pratama, Arisman, dan Adam Safaat.
Pada kesempatan itu ‎Warga mengadukan prihal pagar permanen di kebun milik Carles di RT 01/ RW 06 Dusun III Bukit Raya‎, Desa Pematang Tebih,diduga sudah memakan badan jalan.
Kemudian, selisih paham antara warga dengan Carles yang disebut warga mantan anggota Polri Juni 2017, berujung dugaan perusakan‎ dilakukan sejumlah warga hingga perkara dilaporkan ke Polsek Ujung Batu.
Dikatakan Kepala Desa Pematang Tebih, Selamat, permasalahan tersebut sudah dimediasi pihak desa, dan Carles minta ganti rugi Rp70 juta. Dari nego disepakati, ganti rugi Rp 40 juta, namun warga hanya sanggup bayar Rp 15 juta.
Uang Rp15 juta tersebut, dikumpulkan setelah dilakukan musyawarah antara pemerintah desa dengan warga.
“Kedatangan kami ke DPRD, untuk meminta perlindungan dari DPRD Rohul. Berharap Bapak Dewan bisa menyelesaikan masalah ini," harap warga dalam hearing dengan Ketua dan Anggota DPRD Rohul.
Sikapi aksi warga, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri mengaku, pihaknya akan menggelar hearing dengan mengundang Carles, Pemerintah Kecamatan Ujung Batu, dan Pemerintah Desa untuk menyelesaikan masalah warga tersebut dalam waktu dekat.
Kelmi berharap, warga Desa Pematang Tebih bersabar. Karena masih dijadwalkan waktunya untuk mediasi selanjutnya, hanya perwakilan warga saja yang hadir seperti tokoh masyarakat.***(yus]
Berita Lainnya
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh
Tim SAR Temukan Lansia yang Hilang di Perkebunan Sawit Rohul
PW KAMMI Riau Salurkan Al-Qur’an dan Sembako ke TPQ Malika Rohul Saat Ramadan
Dugaan Upaya Adu Domba Masyarakat Adat di Rokan Hulu
Setelah Pencarian Panjang, Tim SAR Temukan Jasad Bocah yang Hanyut di Sungai Ngaso Rohul
Seorang Anak Hanyut di Sungai Ngaso Rohul, Tim Basarnas Pekanbaru Masih Lakukan Pencarian
Banjir Rendam Jalan Rohul-Duri hingga Surau Suluk Setinggi 1 Meter, Aktivitas Masyarakat Lumpuh