Marak Aksi Penipuan Catut Nama Bupati Bengkalis, Warga Diminta Waspada
RIAUIN.COM - Belakangan marak kasus penipuan yang mencatut nama sejumlah pejabat daerah. Terbaru, nama Bupati Bengkalis, Kasmarni, telah dicatut oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengelabui pengurus mesjid.
Untuk itu masyarakat Negeri Junjungan ini diminta untuk lebih waspada dan hati-hati terhadap aksi pelaku yang dikirim melalu pesan WhatsApp.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan nomor WhatsApp +62821 - 2534 - 8193 atas nama Kasmarni, SSos MMP. Pelaku juga memasang foto Bupati Bengkalis ketika menerima gelar adat beberapa waktu lalu.
Kemudian, pada Sabtu (6/5/2023), pelaku menghubungi pengurus Masjid Ad Drajat Desa Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Dalam aksinya, si penipu memperkenalkan diri sebagai Bupati Bengkalis Kasmarni yang akan memberikan bantuan ke mesjid.
Terkait aksi penipuan ini, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Bengkalis Hendrik Dwi Yatmoko, mengimbau kepada masyarakat maupun pengurus lembaga pendidikan dan rumah ibadah, agar lebih hati-hati. Dia menekankan agar jangan langsung percaya dengan aksi penipuan berkedok penyaluran bantuan ini.
"Kami mengimbau agar lebih waspada dan hati-hati. Jangan langsung percaya ketika dikontak oleh seseorang yang mengaku pejabat dari Pemkab Bengkalis, akan menyerahkan bantuan," ungkap Hendrik.
Agar jumlah korban aksi penipuan ini tidak terus bertambah, kepada masyarakat, pengurus yayasan, lembaga atau rumah ibadah untuk segera melakukan cek and ricek.
Seperti diketahui, aksi penipuan dengan mencatut Pejabat Pemkab Bengkalis bukan sekali ini saja. Kejadian serupa pernah beberapa kali terjadi, penipuan yang mengatasnamakan Bupati, Wabup, Sekda dan beberapa pejabat publik lainnya.
Untuk itu dirinya tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan pesan bermodus pemberian bantuan.
"Masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya apabila mendapati hal seperti itu. Konfirmasi kebenarannya kepada pihak terkait atau mungkin bisa ditanyakan ke pejabat atau ASN yang dikenal," pungkasnya.(*)
Berita Lainnya
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
Gunakan Merkuri, Tambang Emas Ilegal di Kawasan Hutan Pelalawan Digerebek Polisi
KPK Bidik Aliran Uang Suap Bupati Kuansing Nonaktif Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli Antoni
Lima Penambang Emas Ilegal Diciduk di Kawasan Hutan Ukui, Polisi Sita Merkuri hingga Hasil Tambang
Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
Gunakan Merkuri, Tambang Emas Ilegal di Kawasan Hutan Pelalawan Digerebek Polisi
KPK Bidik Aliran Uang Suap Bupati Kuansing Nonaktif Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli Antoni
Lima Penambang Emas Ilegal Diciduk di Kawasan Hutan Ukui, Polisi Sita Merkuri hingga Hasil Tambang