PPP Kuansing Buka Bersama Bacaleg dan Simpatisan, Darmizar Jelaskan Sistim Pemilu 2024
RIAUIN.COM- Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuantan Singingi, Riau H Darmizar mengakui, awalnya banyak bakal calon legislatif (Bacaleg) menjadi gamang untuk maju dikarenakan desas desus pemilu 2024 bakal menerapkan sistim tertutup.
"Kalau pemilu tertutup tak ada Bacaleg yang mau maju, dan itu kita akui, ' kata Darmizar saat memberikan arahan kepada kader dan simpatisan serta Bacaleg PPP Kuansing sempena buka bersama , Sabtu (15/4)2024) malam.
Namun setelah mendengar sistim pemilu tertutup tidak jadi diterapkan, maka Bacaleg yang ingin maju sudah ramai-ramai ambil formulir di sekretariat partai.
Di PPP Kabupaten Kuansing sendiri, kata Darmizar, mayoritas Bacaleg di sejumlah dapil sudah hampir terisi penuh. Hanya saja satu atau dua dapil yang masih kurang caleg perempuan. Namun untuk Bacaleg laki laki sudah mencukupi kuota.
Dalam kesempatan itu, Darmizar berharap agar seluruh Bacaleg segera melengkapi persyaratan sebelum lebaran idul fitri.
Buka bersama yang dihadiri oleh ratusan kader dan simpatisan tadi malam, Darmizar menerangkan apa itu sistim proposional terbuka dan tertutup.
Kabar terkait pelaksanaan pemilu 2024 dengan sistem proporsional terbuka dan tertutup muncul setelah ada usulan dari sejumlah politisi. Sejak tahun 2004, pelaksanaan Pemilu di Indonesia sudah menggunakan sistem proporsional terbuka.
Namun belakangan ada usulan pelaksanaan pemilu dengan sistem proporsional tertutup untuk menghemat biaya. Meski demikian, banyak parpol yang menolak usulan pemilu sistem proporsional tertutup tersebut.
Sebanyak 8 parpol peserta Pemilu 2024 sudah menyatakan penolakan usulan pemilu sistem proporsional tertutup. Salahsatu parpol yang menolak itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Lalu, apa perbedaan pemilu sistem proporsional terbuka dan tertutup?, Kata Darmizar, perbedaan pemilu sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup terletak pada cara pelaksanaan.
Pada pemilu proporsional terbuka, parpol mengajukan daftar calon yang tidak disusun berdasarkan nomor urut dan tanpa nomor di depan nama.
Sedangkan pada pemilu proporsional tertutup, partai politik mengajukan daftar calon yang disusun berdasarkan nomor urut. Nomor urut ditentukan oleh partai politik.
"Jadi dengan sistim proposional terbuka nomor urut tidak berpengaruh," terang Darmizar.
Perbedaan pemilu sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup yang kedua adalah metode pemberian suara. Pada pemilu sistem proporsional terbuka, pemilih memilih salah satu nama calon. Sedangkan pada pemilu sistem proporsional tertutup, pemilih memilih partai politik.
Tidak hanya itu, pemilu sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup yang ketiga adalah penetapan calon terpilih. Pada pemilu sistem proporsional terbuka, penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak.
Sedangkan pemilu sistem proporsional tertutup, penetapan calon terpilih ditentukan berdasarkan nomor urut. Jika partai mendapatkan dua kursi, maka calon terpilih adalah nomor urut 1 dan 2," ucapnya.
Pada pemilu sistem proporsional tertutup, kurang demokratis karena rakyat tidak bisa memilih langsung wakil-wakilnya yang akan duduk di legislatif. Pilihan partai politik belum tentu pilihan pemilih.
'Nah itu salahsatu dari sekian banyak perbedaan proposional terbuka dan tertutup. Dan pemilu 2024 mendatang tetap memakai sistim terbuka seperti pemilu sebelumnya," tutur Darmizar sembari memberi support kepada seluruh Bacaleg PPP Kuansing tadi malam. -hen
Berita Lainnya
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
Ancaman El Nino, Pembakar Lahan di Kuansing Bakal Ditindak Tegas
Kebijakan Publik di Kuantan Singingi Diminta Selaras dengan Keadilan Sosial
Digitalisasi MTQ Riau, Kuansing Sediakan Akses Internet Gratis di Ruang Publik
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
Ancaman El Nino, Pembakar Lahan di Kuansing Bakal Ditindak Tegas
Kebijakan Publik di Kuantan Singingi Diminta Selaras dengan Keadilan Sosial
Digitalisasi MTQ Riau, Kuansing Sediakan Akses Internet Gratis di Ruang Publik