Guru Budaya Melayu Riau Butuh Pendalaman Konten Materi Budaya
RIAUIN.COM- Guru bidang studi Budaya Melayu Riau saat ini masih butuh pendalaman konten materi budaya. Pernyataan ini terungkap dalam Bimbingan Teknis Guru SD Muatan Lokal yang ditaja Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mandau.
Bimtek yang berlangsung dari tanggal 22 November sampai 4 Desember 2022 diikuti seluruh guru dan kepala sekah se-Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau
Dalam kesempatan itu pemateri pertama Tatang Yudiansyah dengan judul presentasi "Budaya Melayu sebagai Pondasi Karakter Bangsa" menyampaikan Mulok Budaya Melayu Riau adalah sebuah keniscayaan.
Melayu itu bukan suku namun sebuah kebudayaan dan peradaban. ''Siapa yang berpijak di Riau maka melekatlah Budaya Melayu terhadapnya.
Berdasarkan keputusan Bupati Bengkalis bahwa muatan lokal adalah pelajaran Budaya Melayu Riau,'' kata Tatang.
- Peneliti PFR Bima Kemsaindikti Gelar Diseminasi Penelitian Peran Masyarakat dan Crowdfunding Jurnalistik di Kampus UPBI
- Gelar Diseminasi Hasil Penelitian tentang Crowdfunding Jurnalistik, Solusi Inovatif Tingkatkan Kompetensi Wartawan
- Kelola Limbah Sawit, Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pelatihan Pembuatan Briket di Desa Lubuk Garam Bengkalis
Budaya Melayu menciptakan generasi yang santun dan bertutur kata dan beradab dalam bertingkah. Di tengah degradasi moral anak bangsa tersebab globalisasi dan media sosial Budaya Melayu hadir sebagai solusi.
Namun perjuangan tidak mudah,
guru muatan lokal yang mengajarkan Budaya Melayu Riau di sekolah merasa tidak kompeten. Pengakuan ini disampaikan oleh seorang guru ketika sesi tanya jawab dengan nara sumber.
''Kami tidak pernah dibekali dengan pengetahuan tentang Budaya Melayu Riau. Sementara kami dituntut untuk mengajarkan ilmu tersebut kepada siswa,'' katanya.
Seorang guru dari SD Kristen saat sesi tanya jawab juga menyampaikan walaupun siswa di sekolahnya beragama Kristen dan dia bukan orang Melayu, tapi dia berkewajiban untuk mengajarkan Budaya Melayu kepada siswanya. saya.
"Namun tolong bekali kami dan latih kami tentang kebudayaan Melayu ini sehingga kami berkompeten untuk mengajar,'' katanya.
Mengakhiri sesi pertama Bimtek Tatang mengatakan, jika Bimtek ini membuat sebuah rekomendasi agar Pemkab Bengkalis melaksanakan Diklat bidang studi Budaya Melayu Riau.
"Saya sebagai pemateri sekaligu telah mendengar kesaksian guru maka kami rekomendasikan agar pemerintah Kabupaten Bengkalis segera melaksanakan Diklat bidang studi Budaya Melayu Riau kepada guru muatan lokal, khususnya di Kecamatan Mandau," katanya.
Dikatakan Tatang hak guru ini relevan dengan misi Kabupaten Bengkalis, yakni penguatan nilai-nilai agama dan Budaya Melayu menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan masyarakat yang berkarakter. -rls
Berita Lainnya
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat
Pakar UPER Soroti Komunikasi di Tengah Gempa NTT, Apa yang Perlu Diperkuat
Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil, Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control
Telkomsel Liga Sang Juara Hadir di Sijunjung, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital Pendidikan
Dukung Hilirisasi Energi, Universitas Pertamina Perkuat Riset dan Inovasi
TEDxMAN Two Pekanbaru Youth 2026 Meriah, Tribun Penuh Penonton
Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Hijaukan Desa Segati Lewat Gerakan Satu Bibit Sejuta Manfaat