Pakar Ungkap PPKM Aman Dicabut, Sudah Waktunya RI Akhiri Pandemi Covid-19
RIAUIN.COM - Epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai sudah waktunya Indonesia mengakhiri pandemi COVID-19. Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebutnya aman dicabut akhir September.
Bukan tanpa alasan, ada dua latar belakang di balik usulan tersebut yakni tingginya antibodi yang dimiliki mayoritas warga RI serta angka kematian konsisten rendah. Seperti diketahui, hasil serosurvei populasi warga Indonesia Juli lalu, menunjukkan lebih dari 90 persen sudah memiliki antibodi COVID-19.
"Kita sudah melihat tidak ada lonjakan kasus yang tinggi walaupun sudah ada varian baru BA.4 dan BA.5, angka kematiannya juga rendah. Sekalipun ada, itu karena mereka belum divaksinasi," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (20/9/2022) dikutip dari detik.
"Bahkan di banyak wilayah angka kematian COVID-19 ada yang satu kasus, ada yang nol kasus," terang dia.
Angka keterisian rumah sakit pasien COVID-19 secara nasional disebut Pandu berada di bawah 20 persen. Tidak sedikit RS yang kini hanya merawat satu pasien.
"Ada juga yang kosong (pasien COVID-19) di RS. Artinya apa? Ini benar-benar sudah terkendali. Cuma yang harus ditingkatkan adalah memperkuat vaksinasi booster, merubah kategori vaksin lengkap menjadi tiga dosis," kata Pandu.
Hal ini dikarenakan, dari hasil serosurvei FKM UI, pemilik antibodi COVID-19 paling tinggi adalah mereka yang sudah menerima tiga dosis vaksin COVID-19. Lebih lanjut, Pandu mengaku sudah mengusulkan berakhirnya PPKM kepada staf Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, 18 September kemarin.
Namun, pemerintah disebutnya belum memiliki langkah atau perencanaan pencabutan PPKM tersebut.
"Ini kan saya sebenarnya sudah mengusulkan dari beberapa bulan lalu. Benar (Indonesia sudah PPKM level 1 beberapa bulan terakhir), artinya sama saja, aktivitas diizinkan 100 persen, tapi pemerintah masih mempertahankan, belum pede. Direktur WHO Tedros menyebut akhir pandemi di depan mata dan bahkan banyak negara sudah menyatakan hal yang sama, akhir pandemi lebih dekat, tetapi sementara Indonesia masih tetap mempertahankan PPKM," terang dia.
"Bulan September ini, Indonesia perlu mengakhiri pandemi COVID-19 secara bertahap sebagai periode transisi ke pemulihan sosial ekonomi dengan memperhatikan kelompok yang paling terdampak," cuit Pandu dalam akun Twitter pribadinya. (*)
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol