Meski Dihantam BA.4 dan BA.5, Covid-19 di RI Cendeung Landai, Ini Sebabnya
RIAUIN.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai puncak Omicron baru subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan sudah tercapai. Hal tersebut mengacu pada perbandingan data COVID-19 di Indonesia dengan banyak negara.
Selain itu, Menkes Budi juga menyebut kasus Indonesia bisa jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya karena antibodi populasi masyarakat Indonesia yang masih tinggi.
Berdasarkan sero survei terakhir di bulan Maret, sekitar 99 persen populasi masyarakat Indonesia memiliki antibodi di level 3.000 sampai 4.000. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan hasil sero survei di bulan Desember lalu, yang hanya menunjukkan antibodi di level 400 sampai 500-an.
"Kenapa Indonesia bisa landai dengan jumlah kasus yang jauh lebih rendah, yang cuma 4 sampai 5 persen dibandingkan dengan puncak sebelumnya. Negara-negara lain puncaknya mencapai 30 persen dari puncak sebelumnya. Salah satu hal yang menjelaskan karena memang sero survei terakhir di bulan Maret menunjukkan antibodi kita masih tinggi," ucapnya saat konferensi pers, Senin (4/7/2022) dikutip dari detik.
"Jadi kalau Desember kita sero survei sekitar 400 sampai 500 san, itu sudah dimiliki oleh 88 persen populasi. Di bulan Maret kemarin kita sero survei 99 persen populasi sudah memiliki antibodi di level 3.000-4.000-an jadi lebih tinggi," lanjutnya.
Di sisi lain, Budi juga mengungkapkan mulai hari ini akan dimulai sero survei yang ketiga untuk mengambil kebijakan yang tepat mengenai protokol kesehatan dan juga vaksinasi.
"Oleh karena itu, untuk bisa mengambil kebijakan yang tepat terutama di bulan Agustus-September, kita akan jalankan sero survei yang ketiga, yaitu mulai hari ini. Diharapkan dalam sebulan hasilnya bisa keluar sehingga kita bisa mengambil kebijakan yang tepat mengenai protokol kesehatan dan juga vaksinasi," sambungnya lagi. (*)
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol