PILIHAN
Visa Telah Terbit, JCH Gelombang Pertama Siap Diberangkatkan
JAKARTA, Riauin.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan visa jamaah calon haji (JCH) gelombang pertama sebanyak 102.663 orang telah terbit. Mereka akan segera diberangkatkan.
"Visa JCH Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama sudah selesai semua. Total 102.663 jamaah gelombang pertama, visanya sudah diterbitkan Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA)," ujar Kepala Subdirektorat Dokumen dan Perlengkapan Haji, M Sofwan, Minggu (23/7/17).
Kelompok terbang (kloter) pertama JCH Indonesia akan mulai diberangkatkan secara bertahap melalui 13 embarkasi. Pemberangkatan gelombang pertama mulai 28 Juli-11 Agustus 2017, disusul gelombang kedua pada 12-26 Agustus 2017.
Shofwan mengatakan, hingga Jumat (21/7) sore, visa yang diterbitkan KBSA mencapai 108.275. Angka itu diperkirakan masih akan bertambah mengingat paspor yang sudah berada di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag untuk diproses visanya di KBSA mencapai 191.838.
"Kami secara bertahap terus mengirim paspor dan pemaketan layanan jamaah yang sudah siap ke KBSA untuk segera diterbitkan visanya. Dari yang sudah berjalan, rata-rata dalam satu hari proses penerbitan visa bisa mencapai 10.000," ujarnya.
Shofwan optimis pengurusan visa tahun ini berjalan lancar dan seluruhnya akan terbit sesuai jadwal. "Saya berharap pengurusan visa berjalan lancar dan tidak ada persoalan terkait visa yang harus dialami jamaah," tambahnya.
Total kuota jamaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000, terdiri dari 204.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus. Ia menyebut dari sekitar 108.000 visa saat ini, masih ada sekitar 96.000 visa jamaah yang masih dalam proses. "Masih cukup waktu dan semoga semuanya lancar dan sesuai," ucap Shofwan.
"Jelang keberangkatan, kami juga sedang memastikan persiapan, khususnya untuk lima kloter pertama di semua embarkasi sudah fix semua, sehingga tidak ada kursi yang kosong dan seluruh jamaah siap diberangkatkan," imbuhnya seperti dilansir detikcom.
Gelombang pertama akan terbang menuju Madinah, Arab Saudi untuk menjalani ibadah Arbain (jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi) selama 8-9 hari. Setelah itu, mereka secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji.
Gelombang kedua akan terbang menuju Jeddah lalu ke Makkah. Mereka baru akan diberangkatkan ke Madinah setelah menjalani ibadah haji. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008, penyelengaraan haji adalah tugas nasional. Negara menjamin memberikan tiga layanan bagi jmaah haji resmi seperti pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin pada Jumat pekan lalu menyebut persiapan haji 2017 sudah hampir 100 persen. Bahkan Lukman mengatakan persiapan untuk menyambut jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi sudah selesai.
"Persiapan kita di Tanah Suci sudah mendekati 100 persen karena seluruh hotel-hotel, baik di Makkah, Madinah, juga perusahaan katering, sudah kita kontrak. Dan pada dasarnya sudah siap," ujarnya.
Bukan hanya itu, transportasi untuk jamaah haji asal Indonesia pun sudah siap. Nantinya, ada bus Shalawat, yang akan beroperasi 24 jam untuk mengangkut jamaah haji asal Indonesia yang tinggal 1,5 kilometer dari Masjidil Haram. Bus tersebut disediakan gratis oleh Kemenag.
"Transportasi lokal yang akan membawa jamaah kita dari Makkah ke Madinah dan sebaliknya, Jeddah ke Makkah dan sebaliknya. Termasuk bus Shalawat yang beroperasi nonstop 24 jam untuk mengangkut jamaah kita yang tinggal di radius 1,5 Km dari Masjidil Haram," ucap Lukman. (src)
"Visa JCH Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama sudah selesai semua. Total 102.663 jamaah gelombang pertama, visanya sudah diterbitkan Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA)," ujar Kepala Subdirektorat Dokumen dan Perlengkapan Haji, M Sofwan, Minggu (23/7/17).
Kelompok terbang (kloter) pertama JCH Indonesia akan mulai diberangkatkan secara bertahap melalui 13 embarkasi. Pemberangkatan gelombang pertama mulai 28 Juli-11 Agustus 2017, disusul gelombang kedua pada 12-26 Agustus 2017.
Shofwan mengatakan, hingga Jumat (21/7) sore, visa yang diterbitkan KBSA mencapai 108.275. Angka itu diperkirakan masih akan bertambah mengingat paspor yang sudah berada di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag untuk diproses visanya di KBSA mencapai 191.838.
"Kami secara bertahap terus mengirim paspor dan pemaketan layanan jamaah yang sudah siap ke KBSA untuk segera diterbitkan visanya. Dari yang sudah berjalan, rata-rata dalam satu hari proses penerbitan visa bisa mencapai 10.000," ujarnya.
Shofwan optimis pengurusan visa tahun ini berjalan lancar dan seluruhnya akan terbit sesuai jadwal. "Saya berharap pengurusan visa berjalan lancar dan tidak ada persoalan terkait visa yang harus dialami jamaah," tambahnya.
Total kuota jamaah haji Indonesia tahun ini sebanyak 221.000, terdiri dari 204.000 jamaah haji reguler dan 17.000 jamaah haji khusus. Ia menyebut dari sekitar 108.000 visa saat ini, masih ada sekitar 96.000 visa jamaah yang masih dalam proses. "Masih cukup waktu dan semoga semuanya lancar dan sesuai," ucap Shofwan.
"Jelang keberangkatan, kami juga sedang memastikan persiapan, khususnya untuk lima kloter pertama di semua embarkasi sudah fix semua, sehingga tidak ada kursi yang kosong dan seluruh jamaah siap diberangkatkan," imbuhnya seperti dilansir detikcom.
Gelombang pertama akan terbang menuju Madinah, Arab Saudi untuk menjalani ibadah Arbain (jamaah haji mengejar keutamaan salat wajib 40 waktu tanpa putus di Masjid Nabawi) selama 8-9 hari. Setelah itu, mereka secara bertahap diberangkatkan menuju Makkah untuk menjalani proses ibadah haji.
Gelombang kedua akan terbang menuju Jeddah lalu ke Makkah. Mereka baru akan diberangkatkan ke Madinah setelah menjalani ibadah haji. Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008, penyelengaraan haji adalah tugas nasional. Negara menjamin memberikan tiga layanan bagi jmaah haji resmi seperti pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin pada Jumat pekan lalu menyebut persiapan haji 2017 sudah hampir 100 persen. Bahkan Lukman mengatakan persiapan untuk menyambut jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi sudah selesai.
"Persiapan kita di Tanah Suci sudah mendekati 100 persen karena seluruh hotel-hotel, baik di Makkah, Madinah, juga perusahaan katering, sudah kita kontrak. Dan pada dasarnya sudah siap," ujarnya.
Bukan hanya itu, transportasi untuk jamaah haji asal Indonesia pun sudah siap. Nantinya, ada bus Shalawat, yang akan beroperasi 24 jam untuk mengangkut jamaah haji asal Indonesia yang tinggal 1,5 kilometer dari Masjidil Haram. Bus tersebut disediakan gratis oleh Kemenag.
"Transportasi lokal yang akan membawa jamaah kita dari Makkah ke Madinah dan sebaliknya, Jeddah ke Makkah dan sebaliknya. Termasuk bus Shalawat yang beroperasi nonstop 24 jam untuk mengangkut jamaah kita yang tinggal di radius 1,5 Km dari Masjidil Haram," ucap Lukman. (src)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing