PILIHAN
Pakar Komunikasi: Pemblokiran Telegram Harus Dicabut
JAKARTA, Riauin.com – Pakar komunikasi digital, Anthony Leong menilai pernyataan resmi pendiri aplikasi media sosial (medsos) Telegram kepada pemerintah Indonesia melalui surat elektronik (surel), perlu direspons dengan mencabut pemblokiran medsos tersebut. "Harus dicabut, sebaiknya dibuka lagi, karena ini milik umat, milik masyarakat di kalangan manapun, jadi ini harus dibuka lagi," kata dia kepada Republika, Senin (17/7).
Anthony menuturkan, pemerintah harus juga memperhatikan sisi positif aplikasi medsos Telegram dan yang lainnya. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan medsos untuk keperluan bisnis terutama UMKM. "Jadi jangan lagi lihat negatifnya tapi positifnya karena bagaimanapun medsos itu mampu membangun pondasi ekonomi dari kalangan UMKM, dan ini sangat besar (penggunaannya), baik Telegram, Whatsapp, dan lain-lain," ujar dia.
Menurut Anthony, dalam waktu dekat pun akan ada negosiasi antara pemerintah dengan pihak Telegram. Karena, pernyataan Telegram terkait pemblokiran oleh pemerintah Indonesia belum lama ini, menunjukan ada titik temu antarkedua pihak. "Saya rasa pekan depan Telegram juga sudah aktif, karena sudah ada titik temu," ungkap dia.(rol)
Anthony menuturkan, pemerintah harus juga memperhatikan sisi positif aplikasi medsos Telegram dan yang lainnya. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan medsos untuk keperluan bisnis terutama UMKM. "Jadi jangan lagi lihat negatifnya tapi positifnya karena bagaimanapun medsos itu mampu membangun pondasi ekonomi dari kalangan UMKM, dan ini sangat besar (penggunaannya), baik Telegram, Whatsapp, dan lain-lain," ujar dia.
Menurut Anthony, dalam waktu dekat pun akan ada negosiasi antara pemerintah dengan pihak Telegram. Karena, pernyataan Telegram terkait pemblokiran oleh pemerintah Indonesia belum lama ini, menunjukan ada titik temu antarkedua pihak. "Saya rasa pekan depan Telegram juga sudah aktif, karena sudah ada titik temu," ungkap dia.(rol)
Berita Lainnya
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing
Sejumlah Serpihan Ditemukan, KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam
Ponpes di Indramayu Laksanakan Salat Tarawih 'Kilat', Pengurus: Ini Sudah Tradisi
Bantu Pencarian KRI Nanggala-402, AS Kirim Pesawat C-17
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Syahrial Dibawa KPK ke Jakarta
Ikuti Latihan Penembakan Rudal dan Torpedo, Kapal Selam KRI Nanggala Hilang di Bali Utara
Unggahan Joseph Paul Zhang Diduga Menista Agama, Menag: Masyarakat Jangan Terpancing