Aksi Barbar Oknum Petugas Imigrasi Pukul Diplomat Nigeria, Fadli Zon: Harus Ditindak dan Dipecat
RIAUIN.COM - Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon menyayangkan insiden yang menimpa seorang diplomat asal Nigeria.
Menurutnya, aksi tersebut telah mencoreng nama baik Indonesia di dunia Internasional. Politisi Partai Gerindra ini meminta agar petugas yang diduga melakukan kekerasan untuk dipecat.
"Gara-gara sikap brutal oknum petugas imigrasi Indonesia terhadap diplomat Nigeria, hubungan kedua negara jadi rusak. Sikap brutal dan barbar petugas Imigrasi ini harus jadi evaluasi. Oknum harus ditindak dan dipecat," ungkap Fadli Zon di Twitter, Rabu (11/8/2021).
Diketahui, peristiwa pemukulan itu terjadi di sebuah mobil pada Sabtu (7/8/2021). Tindakan kekerasan tersebut diketahui dilakuan tiga orang yang diduga sebagai pelaku.
Atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum petugas imigrasi Indonesia kepada diplomat Nigeria tersebut, pemerintah Nigeria memutuskan menarik duta besarnya untuk Indonesia. -dn
Berita Lainnya
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol
Uang Rp 122 Miliar Menanti di Tepian Narosa, Syaratnya Satu: Stempel PSN!
Bayang-Bayang Kasus Hukum Suhardiman Amby di Balik Penciutan Dana Sponsor Pacu Jalur
Tak Mempan Operasi Lokal, Pemulihan Sungai Kuantan Menunggu Perintah Langsung Presiden Prabowo
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Geliat Pacu Jalur Tak Berbekas di Kas Daerah: Potensi Pajak Hotel Rp1,44 M Menguap
Realisasi Retribusi Perikanan Baru 5,16 Persen, Pajak Sarang Walet Kuansing Masih Nol