• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
02 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir Salurkan Bantuan Pupuk ke Kelompok Tani
02 Juni 2026
Gagal Buli BBM, Sapi Pun Jadi
29 Mei 2026
Jabatan Tak Boleh Berkurban
28 Mei 2026
Kawal Ketahanan Pangan, Polsek Singingi Hilir Antar 2 Ton Jagung Petani ke Bulog
26 Mei 2026

  • Home
  • Pekanbaru

IKATI UIN Suska Bantu Ibu yang Menafkahi 7 Anak di Pekanbaru

Redaksi

Ahad, 07 Februari 2021 19:43:51 WIB
Cetak
Koordinator IKATI UIN Suska menyerahkan bantuan kepada Ema./foto:ist.

RIAUIN.COM - Setelah membaca berita dengan judul "Suami di Penjara, Ibu 34 Tahun di Pekanbaru Ini Berjuang Nafkahi 7 Anaknya" yang diposting Riauin.com, Sabtu (6/2/2021) kemaren, simpati dari masyarakat bermunculan.

Ikatan Alumni Teknik Industri (IKATI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru memberikan bantuan uang dan sembako kepada Ema Febriani (34), Ahad (7/2/2021).

Ema adalah seorang ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru yang membesarkan 7 orang anaknya. 

Koordinator IKATI Berbagi M Chandra mengatakan, bantuan itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan IKATI setiap bulannya. 

BACA JUGA
  • BPOM Pekanbaru dan Tim Gabungan Gerebek Rumah Produksi Jamu Ilegal
  • Oknum ASN di Riau Dilaporkan ke Mapolda, Diduga Lakukan Pungli untuk Dukung Calon Gubernur di Pilkada
  • Pengusaha Reklame di Pekanbaru Diimbau Perbarui Izin

"Tadi saya sudah jumpa langsung dengan Bu Ema di rumahnya. Alhamdullilah, selain uang kita juga bantu paket sembako berupa beras, mi instan, gula, minyak, teh, sarden dan susu kental manis," kata Chandra kepada Riauin.com.

Seperti diberitakan, sejak suaminya di penjara beberapa tahun lalu, Ema harus memenuhi kebutuhan hidup keluarga setiap hari. Apa pun dia kerjakan, demi anak-anaknya bisa makan dan sekolah.

Saat Riauin.com menyambangi rumahnya di Jalan Tuah Karya Ujung, di salah satu perumahan sangat sederhana, Ema bersama 7 anaknya sedang berada di rumah. Alif (14) anak sulungnya sedang membuat adonan kue donat untuk dijual. Sementara, Ilham (13) anak ke-2 sedang tidur karena semalam pulangnya sudah larut malam, usai menjual makanan ringan berkeliling daerah Panam, Kecamatan Tampan.

"Ini yang besar namanya Alif (14 tahun). Sekarang kelas 2 SMP di sekolah Teknologi di daerah Kubang. Adiknya Ilham (13) kelas 1 SMP. Kemudian Zahra (11) kelas 5 SD, Fajriah (10) kelas 4 SD, Raja (8) kelas 2 SD dan Cinta(7) kelas 1 SD. Ini yang bungsu Aisyah, umurnya baru 8 bulan. Sejak suami masuk penjara, saya berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Ema kepada Riauin.com, Jumat (5/2/2021).

Saat ditanya bagaimana memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mata Ema seketika berkaca-kaca. Perempuan berkerudung ini tak sanggup menceritakan lebih jauh bagaimana dia dan ke-7 anaknya menjalani hidup sehari-hari.

"Alhamdullilah, saya terus berusaha mencari uang halal untuk mereka. Apa pun saya lakukan demi anak-anak. Kadang saya mengumpulkan barang rongsokan, atau kerja apa saja untuk beli beras. Kalau tak ada uang, saya dan anak-anak puasa," ceritanya.

Bagi Ema, masalah makan bukanlah persoalan yang dikhawatirkannya. Tapi, dia takut anak-anaknya ini putus sekolah karena tidak ada biaya.

"Semua anak saya belajar di sekolah Teknologi yang ada di Kubang. Pemilik yayasan sejauh ini sangat baik dengan saya. Tapi lebih Rp15 juta uang sekolah mereka yang belum bisa saya bayar. Ini yang saya khawatirkan, saya takut mereka diusir dari sekolah," sebut Ema terbata-bata. Air matanya pun tumpah.

Berkali-kali Ema datang ke Kantor Kelurahan Tampan yang berada di depan Pasar Selasa untuk mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP), agar dapat bantuan dari pemerintah. Namun, setiap dirinya mengurus KIP itu, selalu dipersulit pihak kelurahan.

"Saya hanya ingin anak-anak tak putus sekolah bang, makanya saya berjuang untuk mendapatkan kartu pintar Pak Jokowi itu. Tapi selalu saja dipersulit orang kelurahan," kata Ema, sembari menyeka air matanya.

"Kalau untuk makan, saya masih kuat mencari. Alhamdullilah, Allah masih memberi saya kesehatan untuk mencari nafkah. 2 anak laki-laki saya yang besar juga jualan setiap hari. Kadang sampai jam 12 malam dia baru pulang ke rumah. Uangnya dikasih saya untuk beli beras besok paginya," ujar Ema.

Tak hanya biaya makan, setiap bulannya Ema juga harus mencari uang Rp300 ribu untuk bayar kontrakan. 
Selama ini, Ema dan keluarganya juga mendapat bantuan dari Rumah Zakat. 

Pantauan Riauin.com, kondisi kontrakan Ema jauh dari kata layak. Rumah tipe 36 yang punya 1 kamar itu harus dihuni 8 orang. Di kamar, tumpukan pakaian berserakan. Mereka tidur di ruang tengah dengan alas tidur yang sungguh tak layak pakai.

Di rumah itu tampak televisi 14 inchi dan sepeda motor yang sudah rusak. Lalu, meja makan dan kondisi dapur yang sangat berantakan. Semua ala kadarnya.

"Itu tinggal cabe saja. Barusan tadi kami habis makan, tempenya sudah habis," kata Ema, menunjuk ke arah meja makan.

Sambil memeluk si bungsu Aisyah, Ema mengaku sudah berkali-kali orang tua angkat menawarkan untuk membesarkan anaknya yang baru berusia 8 bulan itu. Namun, selalu ditolak.

"Allah percaya sama saya, makanya dititipkan anak ini semua ke saya. Selagi saya sehat, Insya Allah kalau untuk makan, saya tak akan menyerah mencarinya. Yang saya khawatirkan hanya masa depan anak-anak ini," katanya. Air mata Ema kembali membasahi pipinya.

Ema berharap, ada dermawan yang dapat membantu biaya sekolah anak-anaknya."Setiap hari saya dan anak-anak selalu berdoa agar ada orang kaya yang mau membantu biaya sekolah. Selesai solat, doa itu yang terus saya sampaikan kepada Allah," pungkasnya.

Bagi dermawan yang berniat membantu Ema, silahkan hubungi redaksi Riauin.com di nomor 081364098729.--nal.


 Editor : Satria Donald
Kata Kunci Pekanbaru


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi

Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus

Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif

Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk

Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari

Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat

Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi

Warga Pekanbaru Bebas Denda 11 Sektor Pajak hingga Agustus

Baru 15 yang Sediakan, Disbudpar Pekanbaru Desak Puluhan Hotel Segera Buka Pojok Ekonomi Kreatif

Pemko Pekanbaru Sisir Jaringan Listrik Rusak di Permukiman Padat Penduduk

Target Atasi Banjir, Kecamatan di Pekanbaru Wajib Bersihkan 200 Meter Drainase Tiap Hari

Razia Truk Bertonase Besar di Perbatasan Pekanbaru Bakal Diperketat

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tim Gabungan Bakar 145 Rakit Emas Ilegal di Inuman dan Cerenti
  • 2 Menkeu Purbaya: Ekonomi Kita Kuat, Jangan Percaya 'Ekonom TikTok'!
  • 3 Riau Hari Ini, Potensi Hujan Ringan Lokal Tanpa Peringatan Cuaca Ekstrem
  • 4 PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan, Sejumlah Wilayah di Sumbagut Terdampak Padam
  • 5 Guncangan Sesaat Demi Posisi Tawar Sawit yang Lebih Kuat
  • 6 ASN Kuansing Nyambi Bertani, Cuan Rp 31 Juta Modal Dua Jam Sehari
  • 7 Pusat Tolak Cabut Izin PT Wanasari, Humas: Jangan Cari-Cari Kesalahan
  • 8 Dishub Pekanbaru Kerahkan Tiga Regu Patroli Amankan U-Turn
  • 9 Pospera Riau Apresiasi Langkah Polda Riau Pidanakan PT MM
Terkini +INDEKS

Pendidikan Hibrida Bukan Lagi Pilihan, Tetapi Kebutuhan

04 Juni 2026
Pantau Langsung Laporan ASN di RW, Walikota Pekanbaru Pangkas Alur Birokrasi
04 Juni 2026
Lonjakan 67 Titik Panas Mengepung Riau, Warga Diminta Waspada Kebakaran Lahan
04 Juni 2026
Ruang Fiskal Tertekan Aturan PMK, Sejumlah Program Pembangunan di Siak Tertunda
03 Juni 2026
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
03 Juni 2026
Sidang Kasus Abdul Wahid, SF Hariyanto Ungkap Adanya Permintaan Komisi 5 Persen untuk Jatah Gubernur
03 Juni 2026
Usulan Integrasi Lahan Kuantan Singingi ke Program TORA Mulai Dipelajari
03 Juni 2026
Lima Bulan, Polda Riau Tangkap 525 Pelaku Kriminalitas Jalanan
03 Juni 2026
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
03 Juni 2026
Sidang Abdul Wahid, SF Hariyanto Ngaku Ditepikan dalam Pembahasan Anggaran Riau
03 Juni 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved