BBKSDA Riau Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Desa Sungai Segati Pelalawan
RIAUIN.COM - Sempat heboh keberadaan Pesut di Desa Sungai Segati, aliran Sungai Kampar di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan sudah sepekan ini menjadi tontonan warga sekitar. Hal ini terbukti banyak masyarakat mengabadikan lewat video ponsel dan mengambil foto hewan mamalia tersebut.
"Sudah dua hari nengok pesut di sungai segati, info berawal dari nelayan sekitar ada pesut di sungai. Dari situ warga ramai melihat, pesutnya agak liar karena banyak orang lihat ," kata Sudirman, Jumat (18/9) kemarin.
Sudirman memperkirakan, pesut itu berasal dari Kuala Kampar
"Pesut terdampar dari Kuala Kampar masuk ke hulu, dan masuk ke sungai segati, pihak BKSDA Provinsi Riau sudah beberapa kali tinjau tempat ini," jelasnya
BKSDA Provinsi Riau melalui Kabid KSDA wilayah I Riau Andre Hansen Siregar, membenarkan sudah tiga hari berada di segati untuk evakuasi pesut.
"Sudah kita evekuasi ke Sungai Kampar, tepatnya di lokasi Istana Sayap Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan menggunakan jalur darat dengan mobil pick up," kata Andre Hansen Siregar, Sabtu(19/9/2020) malam.
Menurut Kabid KSDA Wilayah 1 Riau keterangan nelayan dan masyarakat Kecamatan Pelalawan sering melihat grombalan pesut sekitar 7 ekor.
"Alasan ini dibarengi dengan bukti bahwasnya sangat tepat dilepaskan di Kecamatan Pelalawan, misalkan nanti dilepas sangat jauh tingkat stres pesut tinggi mengakibatkan mati, bila nanti dilepas sangat jauh," terangnya
Lebih lanjut dikatakan, pesut di tangkap menggunakan jaring, dimasukan dalam wadah berisikan air, dialasi dengan terpal serta dimasukan, lalu dievakuasi melalui jalur darat memakai mobil pick up untuk dibawa ke Pelalawan.
"Pesut berumur sekitar 30 tahun, dengan jenis kelamin jantan, panjang 2,20 centi meter, dalam keadaan normal dan sehat. Untuk habitat pesut sebenarnya diperalihan air tawar dengan air asin , pesut sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang statusnya terancam.
"Sebenarnya pesut dapat bertahan lama di air tawar. Hal ini membuktikan ekosistem sungai kita masih terjaga sehingga didatangi pesut mencari ikan untuk dia makan," tandasnya.--mcr/nal.
Berita Lainnya
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional
Polres Pelalawan Gerebek Rumah di Ukui II, Seorang Buruh Diamankan Bersama Sabu, Ekstasi dan Ganja
PT Musim Mas Bangun Ruang Kelas TK di Pelalawan, Investasi Nyata Cetak Generasi Masa Depan
Polisi Tilang di Tempat Pengendara Penyerobot Antrean di Jalur Lintas Timur Pelalawan
Pangkalan Malako Cup III Resmi Dibuka Imustiar, 74 Tim Rebutkan Hadiah Rp40 Juta
Anggota DPRD Pelalawan Efrizon Salurkan 19 Ekor Sapi Kurban untuk Masjid di Pangkalan Kerinci
PT Musim Mas Salurkan 22 Ekor Sapi Qurban untuk Masyarakat dan Pekerja di Sekitar Operasional