• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
    • DPRD Pekanbaru
    • DPRD Riau
    • DPRD Inhil
    • DPRD Inhu
  • More
    • Pekanbaru
    • Pelalawan
    • Siak
    • Indragiri Hulu
    • Indragiri Hilir
    • Bengkalis
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Meranti
    • Dumai
    • Kampar
    • Galeri Foto
    • Video
    • Pemilu
    • Sumbar
    • Kepri
    • Peristiwa
    • Olahraga
    • TNI/Polri
    • Tokoh
    • CSR
    • Advertorial
    • Kesehatan
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Home
  • Politik
  • Hukrim
  • Nasional
  • Riau
  • Iptek
  • Ragam
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pilkada
  • Pendidikan
  • DPRD
  • Pekanbaru
  • Pelalawan
  • Siak
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Bengkalis
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hilir
  • Rokan Hulu
  • Meranti
  • Dumai
  • Kampar
  • Galeri Foto
  • Video
  • Pemilu
  • Sumbar
  • Kepri
  • Peristiwa
  • Olahraga
  • TNI/Polri
  • Tokoh
  • CSR
  • Advertorial
  • Kesehatan
  • DPRD Pekanbaru
  • DPRD Riau
  • DPRD Inhil
  • DPRD Inhu
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
15 Juli 2026
KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
14 Juli 2026
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
13 Juli 2026
Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
13 Juli 2026
OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
13 Juli 2026

  • Home
  • Pilkada

Ketegangan Meningkat

Taiwan Tembakkan 2 Rudal, Pesawat Perang China Bermanuver

Redaksi

Ahad, 14 Juni 2020 09:07:58 WIB
Cetak
Rudal/F:Tempo.co

TAIPEI,RiauIN.com- Sebuah pesawat  perang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China secara singkat mendekati Taiwan pada hari Jumat. Manuver Beijing ini terjadi, sehari setelah Taipei menembakkan dua rudal di lepas pantai pulau tersebut dalam sebuah uji coba senjata.

Pesawat Yun-8 China melintasi garis tengah (median line) di Selat Taiwan pada hari Jumat, menerobos batas wilayah udara tidak resmi antara kedua pihak.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya merespons dengan mengerahkan beberapa pesawat jet tempur.

"Kami mendeteksi pesawat Komunis China; Yun-8, yang terbang ke barat daya menuju Taiwan pagi ini (Jumat) dan (kami) segera mengirim jet-jet tempur kami untuk membayangi dan membubarkannya melalui peringatan radio," kata kementerian itu, Sabtu (13/6/2020).

Menggambarkan situasinya sebagai hal "normal", kementerian itu mengklaim memiliki pengawasan penuh dan kendali atas semua kegiatan di laut dan udara yang mengelilingi Taiwan.

Manuver pesawat perang China terjadi setelah Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan, Taiwan, melakukan uji tembak dua rudal ke daerah timur Taitung dan pangkalan militer Jiupeng di daerah selatan Pingtung pada Kamis malam.

Peluncuran ini adalah bagian dari program pengembangan rudal pulau yang memerintah sendiri tersebut untuk meningkatkan pertahanan terhadap ancaman dari China. 

Badan Perikanan Taiwan mengatakan rudal lainnya akan diuji tembak dalam beberapa hari mendatang. Badan itu mengeluarkan pemberitahuan publik tentang tanggal dan lokasi uji coba rudal untuk memperingatkan para nelayan yang beroperasi di dekat area uji coba misil.

Ketegangan atas Selat Taiwan meningkat karena China, Amerika Serikat, dan Taiwan telah meningkatkan kehadiran militernya.

Kementerian Pertahanan Taiwan menolak mengungkap jenis rudal yang diuji tembak pada Kamis malam. Kementerian itu tidak mengonfirmasi atau pun menyangkal bahwa akan ada lebih banyak tes rudal antara Jumat hingga Selasa depan karena Badan Perikanan telah memublikasikan pemberitahuan.

Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan, lembaga yang mengembangkan rudal Taiwan, juga menolak menyebutkan nama dua rudal yang diuji tembak. Menurut institut tersebut, uji coba itu sejalan dengan rencana Kementerian Pertahanan untuk mengembangkan senjata di pulau itu secara mandiri.

Wang Ting-yu, seorang legislator dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, yang duduk di Komite Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Parlemen Taiwan, mengatakan rudal yang ditembakkan dari Jiupeng adalah Tien Kung-3 (Sky Bow-3), rudal surface-to-air dengan jangkauan 200km yang dirancang untuk mencegat misil yang datang dari daratan China. Menurutnya, rudal Tien Kung-2 yang menjadi sasarannya ditembakkan dari Taitung.

“The Tien Kung-3 berhasil mencapai target selama tes," katanya dalam posting Facebook-nya, Jumat. 

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang dan merasa harus direbut dengan paksa jika perlu. Beijing telah menggelar serangkaian latihan perang di sekitar Taiwan untuk mencoba mengintimidasi pulau itu dan memaksa presiden pulau itu, Tsai Ing-wen dari DPP yang pro-kemerdekaan, untuk menerima prinsip satu-China. Namun, Tsai konsisten menolak prinsip itu sejak menjabat sebagai presiden pada tahun 2016.

Tes dua rudal pada Kamis malam dilakukan hanya dua bulan setelah pulau itu menembakkan misil Tien Kung-3 dan rudal jelajah serangan darat Yun Feng (Cloud Peak) jarak menengah antara 5 April hingga 23 April di pangkalan Jiupeng.

Ketika misil Tien Kung dapat mencegat rudal yang masuk, misil Yun Feng yang memiliki jangkauan 1.500 km dapat menyerang sasaran di China bagian dalam, termasuk Beijing, Tianjin, Nanjing di provinsi Jiangsu timur, Shanghai di timur dan Wuhan, Changsha dan Bendungan Tiga Ngarai di China tengah.

Pengembangan misil Yun Feng oleh insititut Chung-Shan telah diselimuti kerahasiaan karena ada kekhawatiran dari Amerika Serikat yang pro-Taiwan bahwa hal itu berpotensi memicu tindakan marah dari Beijing.

Laporan perkembangan tentang proyek rudal Yun Feng pertama kali muncul pada bulan Desember 2012, tetapi program ini telah berjalan sejak krisis Selat Taiwan pasca-1996, yakni ketika Beijing melakukan uji coba rudal di dekat Taiwan untuk mencoba memperingatkan presiden saat itu; Lee Teng-hui.

Misil Tien Kung-3 adalah sistem pertahanan rudal area generasi ketiga, yang dikembangkan oleh institut Chung-Shan untuk mencegat rudal balistik taktis.

Menurut lembaga itu, sistem senjata Tien Kung-3 dibangun oleh unit rudal, tabung, dan unit kontrol tembakan.

“Sistem senjata dapat melibatkan sejumlah jet tempur berkinerja tinggi, rudal jelajah, rudal anti-radiasi, dan rudal balistik jarak pendek dengan berbagai keterlibatan simultan. Itu dirancang untuk dioperasikan oleh baterai secara mandiri atau di bawah kendali dari unit eselon yang lebih tinggi," kata lembaga itu di situs webnya.

Komentator militer Song Zhongping mengatakan tes intersepsi misil Tien Kung-3 pada Kamis malam kemungkinan tidak akan dilihat oleh PLA sebagai ancaman yang signifikan, karena targetnya adalah misil Tien Kung-2, yang memiliki kecepatan tertinggi hanya Mach 4.3. Sedangkan rudal balistik pada tahap terminalnya bergerak lebih dari Mach 10.

"Itu tidak membuktikan bahwa Tien Kung-3 mampu mencegat rudal balistik," katanya. "Jadi itu tidak akan banyak memengaruhi keseimbangan kekuatan militer."

Li Da-jung, seorang profesor studi strategis di Universitas Tamkang di Taipei, mengatakan bahwa dengan anggaran terbatas Taiwan dan bahwa tidak mungkin untuk mengadakan perlombaan senjata dengan daratan China, mengembangkan rudalnya sendiri sesuai dengan perang asimetris pulau itu dalam menghadapi Beijing adalah pilihan. 

"Militer Taiwan telah selama bertahun-tahun menekankan pengembangan perang asimetris dalam melawan daratan China, dan rudal adalah salah satu perangkat penting yang digunakan oleh perang asimetris," katanya.

Li mengatakan bahwa lembaga itu telah diberi tugas mengembangkan rudal-rudal di pulau itu secara mandiri selama beberapa dekade dan memiliki prestasi-prestasi penting yang telah menarik perhatian dari Beijing, Washington, dan negara-negara lain di kawasan sekitar.

"Uji coba rudal pada Kamis malam hanyalah bagian dari program pembangunan jangka panjangnya, yang seharusnya tidak dipandang sebagai serangan yang merisaukan sebagai tanggapan atas intrusi baru-baru ini terhadap sekelompok pesawat tempur dari daratan (China)," katanya.

Sekelompok jet tempur Sukhoi Su-30 China terbang ke Selat Taiwan dan secara singkat mendekati Taiwan, hanya beberapa jam setelah sebuah pesawat transportasi militer C-40A Amerika Serikat melewati pulau itu pada hari Selasa.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, militer mengerahkan beberapa pesawat jet tempur untuk memperingatkan jet-jet tempur Su-30 China yang melintasi garis tengah di Selat Taiwan pada Selasa pagi.(raw) 

 

 


Sumber : Sumber:Sindonews.com /


[Ikuti Riauin.com Melalui Sosial Media]


Riauin.com

Berita Lainnya

KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi

Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai

KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak

Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau

KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS

MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD

KPU Riau Kembalikan SILPA Rp53,7 Miliar ke Kas Daerah, Gubernur Apresiasi Transparansi

Tingkat Partisipasi Pemilih Tinggi, PSU di Siak Berlangsung Damai

KPU Riau Larangan Paslon Kampanye di Lokasi PSU Pilkada Siak

Raih 11 Penghargaan, KPU Pekanbaru Terbaik dalam Penyelenggaraan Pemilu se-Riau

KPU Siak Tunggu Instruksi KPU Pusat Terkait Pilkada Ulang di 3 TPS

MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di Desa Jayapura, Buantan Besar dan RSUD

TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mantan Anggota DPRD Kuansing Ingatkan Muklisin: Hindari Model 'Naga Bonar' dalam Pilih Pejabat
  • 2 KPK Buru Sisa Rp1 Miliar Uang Petani Sawit Kuansing, Asisten I Kembali Diperiksa
  • 3 Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Izinkan Kembali Sponsor Jalur
  • 4 Waktu Menipis, Belanja Pegawai Kuansing Jinak di Atas 60 Persen Jelang UU HKPD 2027
  • 5 OTT Kuansing: Warganet Desak KPK Seret Tersangka Baru di Kasus Suap Jabatan dan Lahan
  • 6 LSM di Kuansing Ingatkan Plt Bupati Mukhlisin Waspadai Lingkaran ‘Penjilat’ Pasca-OTT KPK
  • 7 Sejuk di Tengah Bising
  • 8 IKLA RGS Riau Bentuk Panitia Mubes II, Pemilihan Ketua Umum Digelar November 2026
  • 9 Perjuangan Sejak Jadi Wabup Terwujud, Proyek Sekolah Rakyat Kuansing Besutan Mukhlisin Capai 82 Persen
Terkini +INDEKS

Kawal Kasus Mahasiswa S2 Anestesi, Pimpinan Unri Pantau Penyelidikan di Polres Siak

18 Juli 2026
Gerak Cepat di Kampar, Kebakaran Lahan Semak Belukar Berhasil Diatasi
18 Juli 2026
Petugas Polda Riau Diserang Senjata Tajam Saat Ringkus Sindikat Ekstasi di Tenayan Raya
18 Juli 2026
Polda Riau Selidiki Kepemilikan Lahan Gambut Terbakar 80 Hektare di Bengkalis
18 Juli 2026
Geliat Sport Tourism di Riau, 15.000 Pelari Tiba di Pekanbaru
18 Juli 2026
Bukan Soal Anggaran, Kericuhan di DPRD Riau Dipicu Salah Paham Internal Anggota
18 Juli 2026
Kunjungan Wapres ke Rohil Jadi Momentum Perbaikan Sekolah dan Infrastruktur
18 Juli 2026
Puluhan Titik Panas Kepung Riau di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
18 Juli 2026
Pejabat Pemko Pekanbaru Diminta Sisir Kerusakan Infrastruktur Pakai Sepeda Motor
17 Juli 2026
Pemprov Riau Segera Temui Menhub Bahas Jembatan Selat Malaka
17 Juli 2026

KABUPATEN+INDEKS
  • 1 Pekanbaru
  • 2 Pelalawan
  • 3 Siak
  • 4 Indragiri Hulu
  • 5 Indragiri Hilir
  • 6 Bengkalis
  • 7 Kuantan Singingi
  • 8 Rokan Hilir
  • 9 Rokan Hulu
  • 10 Meranti
  • 11 Dumai
  • 12 Kampar
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Riauin.com ©2015 By Delapa Media Tenologi | All Right Reserved