PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Potensi Perikanan Riau Luar Biasa, Sayang Belum Tergarap Maksimal
TEMBILAHAN,- Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman, menyebutkan potensi perikanan di Riau sangat besar namun selama ini belum tergarap maksimal. Padahal, jika dikelola baik, diyakini akan mampu menjadi penopang perekonomian Riau.
Hal ini disampaikan Arsyadjuliandi ketika meninjau sentra penjualan ikan di Pasar Tanah Merah, Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (9/4/17). Dia berdialog dengan pedagang ikan dan masyarakat.
"Potensi perikanan kita luar biasa dan harapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Riau, terutama di Riau pesisir," tutur Arsyadjuliandi yang akrab disapa Andi Rahman ini.
Andi mengingatkan sektor pertambangan minyak dan gas serta perkebunan tidak lagi bisa menjadi penopang perekonomian Riau. Hal ini disebabkan harga komoditi itu terus turun selama beberapa tahun terakhir.
Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor andalan yang akan dikembangkan. "Dulu, Riau pernah dijuluki sebagai daerah penghasil ikan terbesar di dunia. Kita harus mengembalikan kejayaan itu," kata Andi bersemangat.
Potensi sektor perikanan di Riau meliputi garis pantai 2.076 kilometer atau dua kali lipat dari garis pantai Pulau Jawa. Kerang, kepiting, dan ikan bawal merah merupakan komoditi yang layak dibudidayakan di Riau. "Ini kesempatan bagi masyarakat melakukan budidaya perikanan laut, mari kita kembangkan bersama," ajak Andi.
Seperti diketahui, Andi akhir-akhir ini kerap menyatakan tekadnya memajukan sektor perikanan dan kelautan. Bahkan, dia sering mengunjungi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta untuk berkonsultasi. (src)
Hal ini disampaikan Arsyadjuliandi ketika meninjau sentra penjualan ikan di Pasar Tanah Merah, Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (9/4/17). Dia berdialog dengan pedagang ikan dan masyarakat.
"Potensi perikanan kita luar biasa dan harapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Riau, terutama di Riau pesisir," tutur Arsyadjuliandi yang akrab disapa Andi Rahman ini.
Andi mengingatkan sektor pertambangan minyak dan gas serta perkebunan tidak lagi bisa menjadi penopang perekonomian Riau. Hal ini disebabkan harga komoditi itu terus turun selama beberapa tahun terakhir.
Sebagai gantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sektor andalan yang akan dikembangkan. "Dulu, Riau pernah dijuluki sebagai daerah penghasil ikan terbesar di dunia. Kita harus mengembalikan kejayaan itu," kata Andi bersemangat.
Potensi sektor perikanan di Riau meliputi garis pantai 2.076 kilometer atau dua kali lipat dari garis pantai Pulau Jawa. Kerang, kepiting, dan ikan bawal merah merupakan komoditi yang layak dibudidayakan di Riau. "Ini kesempatan bagi masyarakat melakukan budidaya perikanan laut, mari kita kembangkan bersama," ajak Andi.
Seperti diketahui, Andi akhir-akhir ini kerap menyatakan tekadnya memajukan sektor perikanan dan kelautan. Bahkan, dia sering mengunjungi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta untuk berkonsultasi. (src)
Berita Lainnya
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021