PILIHAN
Menanam 'Emas Hijau' di Tanah Nelayan Dabo Singkep
05 Juni 2026
Cek Kosong dan Dongkolnya Prabowo
04 Juni 2026
Pemprov Riau Rasionalisasi Anggaran Belanja hingga Rp700 Miliar
PEKANBARU,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan merasionalisasi anggaran belanja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya. Nilainya diperkirakan mencapai Rp700 miliar lebih.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, menyebutkan rasionaliasi itu dilakukan karena anggaran over estimate atau kelebihan perhitungan. "Karena itu tak ada pilihan lain selain pemangkasan agar anggaran bisa dimanfaatkan ke kegiatan yang lain," tutur Hijazi di Pekanbaru, kemarin.
"Tatkala ketersediaan dananya kurang maka itu perlu dilakukan rasionalisi belanja. Hasil rasionalisasi paling tidak menutup defisit. Diperkirakan mencapai Rp700 miliar lebih," tambahnya.
Rasionalisasi tersebut juga sebagai bentuk antisipasi serta memenuhi kebutuhan anggaran yang selama ini defisit akibat harga minyak dan gas (migas) yang tak bisa lagi diandalkan. Karena itu, hasil rasionalisasi anggaran harus digunakan untuk belanja daerah.
"Karena proses anggaran kita balance antara Ketersediaan dana dan belanja. Tidak boleh dana itu teronggok tanpa masuk dalam daftar belanja. Tapi rasionalisasi ini juga tetap melibatkan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, red) Riau. Jadi eksekusinya tak boleh dilakukan Pemprov sendiri. Tetapi bersama DPRD," papar Hijazi.
Lebih lanjut, Sekda juga menyatakan yang menjadi persoalan dengan adanya rasionalisasi anggaran tersebut tidak semata keuangan berlebih. Namun tumpukan hutang seperti main stadium beserta infrastrukturnya juga wajib dibayarkan.
"Tapi kitakan ada beban hutang yang harus ditutup untuk membayar hutang main stadium beserta infrastrukturnya," ujar Hijazi. (src)
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, menyebutkan rasionaliasi itu dilakukan karena anggaran over estimate atau kelebihan perhitungan. "Karena itu tak ada pilihan lain selain pemangkasan agar anggaran bisa dimanfaatkan ke kegiatan yang lain," tutur Hijazi di Pekanbaru, kemarin.
"Tatkala ketersediaan dananya kurang maka itu perlu dilakukan rasionalisi belanja. Hasil rasionalisasi paling tidak menutup defisit. Diperkirakan mencapai Rp700 miliar lebih," tambahnya.
Rasionalisasi tersebut juga sebagai bentuk antisipasi serta memenuhi kebutuhan anggaran yang selama ini defisit akibat harga minyak dan gas (migas) yang tak bisa lagi diandalkan. Karena itu, hasil rasionalisasi anggaran harus digunakan untuk belanja daerah.
"Karena proses anggaran kita balance antara Ketersediaan dana dan belanja. Tidak boleh dana itu teronggok tanpa masuk dalam daftar belanja. Tapi rasionalisasi ini juga tetap melibatkan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, red) Riau. Jadi eksekusinya tak boleh dilakukan Pemprov sendiri. Tetapi bersama DPRD," papar Hijazi.
Lebih lanjut, Sekda juga menyatakan yang menjadi persoalan dengan adanya rasionalisasi anggaran tersebut tidak semata keuangan berlebih. Namun tumpukan hutang seperti main stadium beserta infrastrukturnya juga wajib dibayarkan.
"Tapi kitakan ada beban hutang yang harus ditutup untuk membayar hutang main stadium beserta infrastrukturnya," ujar Hijazi. (src)
Berita Lainnya
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021
Sebabkan Penurunan Produktivitas Kerja, PNS Dilarang Main Game Online
Hari Listrik ke-75 di Batam Jadi Berkah Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh
Imbas Corona, Kurs Rupiah Kian Dekati Rp17 Ribu per Dolar AS
Semprot Desinfektan, Wiraland Berupaya Lindungi Penghuni dari Bahaya Covid-19
Pemprov Riau Telah Terima Hasil Evaluasi Pejabat Eselon II dari KASN
Gubri Hadiri Rakor dengan Menteri PPN Bahas RKP Prioritas 2021