PILIHAN
"Grand Opening" Toko Pakaian Terbesar di Pangkalan Kerinci Dihentikan Aparat Kepolisian
Peresmian toko pakaian terbesar di Pangkalan Kerinci, Minggu (5/5/2020) malam. (F: Spiritriau.com)
PANGKALANKERINCI - Ditengah pandemi Corona yang mencemaskan masyarakat, di Pangkalan Kerinci sebuah toko pakaian terbesar menggelar acara "grand opening" yang mengundang ramai warga masyarakat.
Dari pantauan wartawan malam tadi, Minggu (5/4/2020), di lapangan terlihat puluhan kendaraan mobil dan sepeda motor parkir di sekitar acara, serta sejumlah papan bunga ucapan selamat peresmian juga berjejer di depan toko.
Kegiatan yang mengundang massa di tengah wabah Covid-19 ini disesalkan warga masyarakat, karena hanya akan memperpanjang mata rantai virus berbahaya tersebut.
Namun aparat kepolisian cepat tanggap. Sekitar pukul 21.09 aparat dari Mapolres Pelalawan dan Mapolsek Pangkalan Kerinci mendatangi lokasi dan meminta acara pembukaan toko tersebut dihentikan lalu ditutup.
Seketika peringatan aparat kepolisian dilaksanakan pemilik toko. Mereka menghentikan peresmian dan menutup tokonya.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Novaldi MSi kepada bahwa sebelum ini pihaknya,l sudah mengingatkan kepada pemilik usaha toko pakaian agar tidak membuat kegiatan besar yang mengundang banyak orang.
"Iya, kita sudah tegaskan, kepada pemilik usaha, agar grand opening tak bikin acara mengundang orang banyak. ," terang Kapolsek, Ahad malam (5/4/2020), seperti yang dilansir Spiritriau.com.
Hanya Acara Biasa
Sementara itu pemilik toko pakaian Agusdiar menjelaskan acara pembukaan tokonya malam itu hanyalah pembukaan toko biasa. Dia membantah bahwa kegiatan itu sebagai grand opening atau pembukaan besar-besaran yang mengundang banyak orang.
"Jadi begini, kegiatan itu, bukan 'grand opening' yang mengundang banyak orang akan tetapi 'opening' biasa saja, seperti buka toko sama-sama beroperasi lainnya, di Pangkalan Kerinci," terang Agusdiar.
Atas banyaknya ucapan karangan bunga sebagai ucapan selamat peresmian toko pakaian miliknya sudah beroperasi, Agusdiar menegaskan itu bukan keinginan dirinya. Melainkan dipesan langsung ole pihak sponsor dari sejumlah tempat usaha papan bunga di Pangkalan Kerinci.
Ditambahkannya, beroperasinya toko pakaian tersebut telah menyedot kurang lebih 25 orang tenaga kerja. Tenaga kerja itu diprioritaskan dari putra-putri tempatan yang berdomilsi di sekitaran tempat beroperasi.
Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risohondua SIk ketika dikonfirmasi membenar pihaknya turun langsung meminta pemilik toko untuk menghentikan opening. "Benar, kita turun dan meminta pemilik tutup," kata Kapolres singkat.(src/vie)
Berita Lainnya
EMP Bentu Salurkan 18 Ribu Masker dan Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan
Polres Pelalawan Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla di Pangkalan Kerinci
Aksi Damai APDK-P Diterima Pemkab Pelalawan, Rekomendasi Lahan Segera Ditindaklanjuti
Polsek Bunut Pantau Lahan Jagung di Desa Petani, Gagal Panen akibat Hama dan Kemarau RIAUIN.COM
Propam Polres Pelalawan Proses Kode Etik Briptu YW Terkait Dugaan Persetubuhan dan Aborsi
Wabup Husni Tamrin: Penghargaan Mitra Kerja Jadi Motivasi Perkuat Tata Kelola Hukum di Pelalawan
EMP Bentu Salurkan 18 Ribu Masker dan Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan
Polres Pelalawan Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla di Pangkalan Kerinci
Aksi Damai APDK-P Diterima Pemkab Pelalawan, Rekomendasi Lahan Segera Ditindaklanjuti
Polsek Bunut Pantau Lahan Jagung di Desa Petani, Gagal Panen akibat Hama dan Kemarau RIAUIN.COM
Propam Polres Pelalawan Proses Kode Etik Briptu YW Terkait Dugaan Persetubuhan dan Aborsi
Wabup Husni Tamrin: Penghargaan Mitra Kerja Jadi Motivasi Perkuat Tata Kelola Hukum di Pelalawan