PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Klinik Pratama Rumah Zakat Pekanbaru Pisahkan Penanganan Pasien
PEKANBARU, Riauin.com - Saat ini di klinik Pratama Rumah Zakat Pekanbaru telah diterapkan triase (pemisahan) pasien dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.
Emi Selaku Kepala Klinik Pratama Rumah Zakat menyampaikan, jika ada pasien dengan indikasi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid -19 diminta menunggu di tempat khusus dan tidak dizinkan masuk. Pasien menunggu intruksi dari tim terpadu (klinik Rumah Zakat menghubungi tim terpadu penanganan Covid-19)," tuturnya.
Lebih lanjut Emi menyampaikan, pasien demam, batuk pilek hanya mengakses ruang tindakan (IGD). Seluruh keperluan pasien seperti pendaftaran, obat dan pemeriksaan dilayani di ruang tindakan (petugas yang masuk menggunakan apd lengkap). Pasien tanpa batuk pilek dan hasil pemeriksaan suhu normal mendapat stiker hijau dan dapat berobat seperti biasa melalui pintu pendaftaran.
Seluruh pasien wajib melaksanakan cuci tangan menggunakan sabun sebelum screening triase. Fasilitas cuci tangan pakai sabun disediakan di bagian depan klinik. Tutup Emi.
Hadi Yudasta, Branch Manager Rumah Zakat Riau menyampaikan Hal ini di lakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dan juga sebagai bentuk kehati-hatian dari tim medis kami yang menangani Pasien.
"Semoga Covid-19 bisa bisa kita atasi bersama-sama dan Riau terbebas dari virus Covid-19. Aamiin," tutup Hadi.(rilis)
Emi Selaku Kepala Klinik Pratama Rumah Zakat menyampaikan, jika ada pasien dengan indikasi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid -19 diminta menunggu di tempat khusus dan tidak dizinkan masuk. Pasien menunggu intruksi dari tim terpadu (klinik Rumah Zakat menghubungi tim terpadu penanganan Covid-19)," tuturnya.
Lebih lanjut Emi menyampaikan, pasien demam, batuk pilek hanya mengakses ruang tindakan (IGD). Seluruh keperluan pasien seperti pendaftaran, obat dan pemeriksaan dilayani di ruang tindakan (petugas yang masuk menggunakan apd lengkap). Pasien tanpa batuk pilek dan hasil pemeriksaan suhu normal mendapat stiker hijau dan dapat berobat seperti biasa melalui pintu pendaftaran.
Seluruh pasien wajib melaksanakan cuci tangan menggunakan sabun sebelum screening triase. Fasilitas cuci tangan pakai sabun disediakan di bagian depan klinik. Tutup Emi.
Hadi Yudasta, Branch Manager Rumah Zakat Riau menyampaikan Hal ini di lakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan adanya pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dan juga sebagai bentuk kehati-hatian dari tim medis kami yang menangani Pasien.
"Semoga Covid-19 bisa bisa kita atasi bersama-sama dan Riau terbebas dari virus Covid-19. Aamiin," tutup Hadi.(rilis)
Berita Lainnya
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan
Wakil Walikota Pekanbaru Harapkan Pembentukan Karakter Anak Lewat Gelar Budaya Melayu Islam
Dinas Kesehatan Pekanbaru Distribusikan 11 Ribu Masker Guna Tekan Lonjakan 3.028 Kasus ISPA
Pasien Akibat Kabut Asap di Pekanbaru Melonjak hingga 300 Orang Tiap Hari