PILIHAN
98 Hektare Lahan Terbakar, Bupati Siak Yakin karena Ulah Manusia
SIAK, Riauin.com - Program Siak Hijau yang dicanangkan Pemkab Siak nampaknya tidak berjalan mulus. Sebab, luas wilayah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah itu terus bertambah hingga mencapai 98 hektare.
Hal ini sangat disayangkan oleh Bupati Siak Alfedri. Ia bahkan tak menyangka kenapa daerah yang dipimpinnya itu bisa terjadi Karhutla cukup luas. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.
"Saya yakin 99 persen karena ulah manusia yang tentunya disengaja. Padahal kita sudah membuat sekat di lahan gambut serta pengadaan alat berat untuk mengantisipasi agar karhutla tidak terjadi," ujar Bupati Siak, Alfedri, Kamis (13/2/2020).
Upaya lain juga sudah dilakukan untuk pertambahan pemadam seperti alat "ministriker" pada enam tujuh daerah rawan. Bahkan sudah disepakati juga kalau alat rusak ringan diperbaiki dan rusak berat akan diganti.
"Makanya kami dengan Kapolres sudah minta patroli baik dengan mobil polisi, Koramil, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melihat di kondisi lapangan," ujarnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla pada Selasa (11/2/2020). Itu setelah terjadi kebakaran di 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau dengan total luas hingga Februari 2020 mencapai 271 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau ada tiga daerah yang sudah berstatus siaga darurat mengalami cukup luas. Yang terluas ada di Siak dengan luas mencapai 98,47 ha hingga pada saat penetapan tersebut.(int/nol)
Hal ini sangat disayangkan oleh Bupati Siak Alfedri. Ia bahkan tak menyangka kenapa daerah yang dipimpinnya itu bisa terjadi Karhutla cukup luas. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.
"Saya yakin 99 persen karena ulah manusia yang tentunya disengaja. Padahal kita sudah membuat sekat di lahan gambut serta pengadaan alat berat untuk mengantisipasi agar karhutla tidak terjadi," ujar Bupati Siak, Alfedri, Kamis (13/2/2020).
Upaya lain juga sudah dilakukan untuk pertambahan pemadam seperti alat "ministriker" pada enam tujuh daerah rawan. Bahkan sudah disepakati juga kalau alat rusak ringan diperbaiki dan rusak berat akan diganti.
"Makanya kami dengan Kapolres sudah minta patroli baik dengan mobil polisi, Koramil, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melihat di kondisi lapangan," ujarnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla pada Selasa (11/2/2020). Itu setelah terjadi kebakaran di 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau dengan total luas hingga Februari 2020 mencapai 271 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau ada tiga daerah yang sudah berstatus siaga darurat mengalami cukup luas. Yang terluas ada di Siak dengan luas mencapai 98,47 ha hingga pada saat penetapan tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Revitalisasi JPO Sudirman Hadirkan Ruang Publik Estetik di Riau
Realisasi Anggaran Awal Tahun Picu Lonjakan Ekonomi di Pekanbaru
Dishub Pekanbaru Normalkan Kembali 1.000 Titik Lampu Jalan yang Padam
Pemko Pekanbaru Gandeng 40 Perusahaan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Pemko Pekanbaru Libatkan Inspektorat Awasi Penerimaan Siswa Baru
Legalitas Usaha Jadi Modal UMKM Riau Tembus Pasar Global dan Investasi Besar
Revitalisasi JPO Sudirman Hadirkan Ruang Publik Estetik di Riau
Realisasi Anggaran Awal Tahun Picu Lonjakan Ekonomi di Pekanbaru
Dishub Pekanbaru Normalkan Kembali 1.000 Titik Lampu Jalan yang Padam
Pemko Pekanbaru Gandeng 40 Perusahaan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
Pemko Pekanbaru Libatkan Inspektorat Awasi Penerimaan Siswa Baru
Legalitas Usaha Jadi Modal UMKM Riau Tembus Pasar Global dan Investasi Besar