PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
98 Hektare Lahan Terbakar, Bupati Siak Yakin karena Ulah Manusia
SIAK, Riauin.com - Program Siak Hijau yang dicanangkan Pemkab Siak nampaknya tidak berjalan mulus. Sebab, luas wilayah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah itu terus bertambah hingga mencapai 98 hektare.
Hal ini sangat disayangkan oleh Bupati Siak Alfedri. Ia bahkan tak menyangka kenapa daerah yang dipimpinnya itu bisa terjadi Karhutla cukup luas. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.
"Saya yakin 99 persen karena ulah manusia yang tentunya disengaja. Padahal kita sudah membuat sekat di lahan gambut serta pengadaan alat berat untuk mengantisipasi agar karhutla tidak terjadi," ujar Bupati Siak, Alfedri, Kamis (13/2/2020).
Upaya lain juga sudah dilakukan untuk pertambahan pemadam seperti alat "ministriker" pada enam tujuh daerah rawan. Bahkan sudah disepakati juga kalau alat rusak ringan diperbaiki dan rusak berat akan diganti.
"Makanya kami dengan Kapolres sudah minta patroli baik dengan mobil polisi, Koramil, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melihat di kondisi lapangan," ujarnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla pada Selasa (11/2/2020). Itu setelah terjadi kebakaran di 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau dengan total luas hingga Februari 2020 mencapai 271 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau ada tiga daerah yang sudah berstatus siaga darurat mengalami cukup luas. Yang terluas ada di Siak dengan luas mencapai 98,47 ha hingga pada saat penetapan tersebut.(int/nol)
Hal ini sangat disayangkan oleh Bupati Siak Alfedri. Ia bahkan tak menyangka kenapa daerah yang dipimpinnya itu bisa terjadi Karhutla cukup luas. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.
"Saya yakin 99 persen karena ulah manusia yang tentunya disengaja. Padahal kita sudah membuat sekat di lahan gambut serta pengadaan alat berat untuk mengantisipasi agar karhutla tidak terjadi," ujar Bupati Siak, Alfedri, Kamis (13/2/2020).
Upaya lain juga sudah dilakukan untuk pertambahan pemadam seperti alat "ministriker" pada enam tujuh daerah rawan. Bahkan sudah disepakati juga kalau alat rusak ringan diperbaiki dan rusak berat akan diganti.
"Makanya kami dengan Kapolres sudah minta patroli baik dengan mobil polisi, Koramil, dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melihat di kondisi lapangan," ujarnya.
Sementara Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla pada Selasa (11/2/2020). Itu setelah terjadi kebakaran di 10 dari 12 kabupaten/kota di Riau dengan total luas hingga Februari 2020 mencapai 271 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau ada tiga daerah yang sudah berstatus siaga darurat mengalami cukup luas. Yang terluas ada di Siak dengan luas mencapai 98,47 ha hingga pada saat penetapan tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah