PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Dewan Minta Pemko Pekanbaru Libatkan RW/RT dan Kader Posyandu Cegah DBD
PEKANBARU, Riauin.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru hingga awal bulan Februari 2020 ini mencapai 116 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus paling banyak terjadi di Kecamatan Tenayan Raya, 27 kasus.
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidi menuturkan, penyuluhan kepada masyarakat terkait DBD dinilai masih kurang. Selain itu, pengaruh lingkungan yang tidak sehat juga mempengaruhi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.
Karena itu, ia meminta Pemko Pekanbaru melalui dinas terakit untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum DBD makin parah.
"RT/RW juga harus berperan, karena saat ini kegiatan gotong royong sudah semakin berkurang. Selain itu kader posyandu juga harus selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan," cakap Yasser, Jumat (7/2/2020).
Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini juga mengatakan bahwa masyarakat tak bisa selamanya berharap dengan fogging. Karena untuk melakukan fogging sendiri perlu anggaran yang cukup besar.
"Fogging kan bukan menyelesaikan masalah, itu hanya bersifat sementara ketika nyamuk dewasa mati. Anak nyamuk tidak mati. Karena larva atau bibit nyamuk tetap akan berkembang biak," tegasnya.
Berikut jumlah kasus DBD hingga minggu kelima tahun 2020:
Kecamatan Tenayan Raya 27 kasus
Kecamatan Tampan 16 kasus
Kecamatan Limapuluh 14 kasus
Kecamatan Payung sekaki 11 kasus
Kecamatan Rumbai 10 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai 10 kasus
Kecamatan Bukit Raya 8 kasus
Kecamatan Senapelan 8 kasus
Kecamatan Sukajadi 7 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir 4 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota 1 kasus
Kecamatan Sail 0 (clc)
Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidi menuturkan, penyuluhan kepada masyarakat terkait DBD dinilai masih kurang. Selain itu, pengaruh lingkungan yang tidak sehat juga mempengaruhi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.
Karena itu, ia meminta Pemko Pekanbaru melalui dinas terakit untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum DBD makin parah.
"RT/RW juga harus berperan, karena saat ini kegiatan gotong royong sudah semakin berkurang. Selain itu kader posyandu juga harus selalu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan," cakap Yasser, Jumat (7/2/2020).
Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini juga mengatakan bahwa masyarakat tak bisa selamanya berharap dengan fogging. Karena untuk melakukan fogging sendiri perlu anggaran yang cukup besar.
"Fogging kan bukan menyelesaikan masalah, itu hanya bersifat sementara ketika nyamuk dewasa mati. Anak nyamuk tidak mati. Karena larva atau bibit nyamuk tetap akan berkembang biak," tegasnya.
Berikut jumlah kasus DBD hingga minggu kelima tahun 2020:
Kecamatan Tenayan Raya 27 kasus
Kecamatan Tampan 16 kasus
Kecamatan Limapuluh 14 kasus
Kecamatan Payung sekaki 11 kasus
Kecamatan Rumbai 10 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai 10 kasus
Kecamatan Bukit Raya 8 kasus
Kecamatan Senapelan 8 kasus
Kecamatan Sukajadi 7 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir 4 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota 1 kasus
Kecamatan Sail 0 (clc)
Berita Lainnya
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah
Sekda Pekanbaru Peringatkan Bahaya Bakar Sampah di Lahan Gambut
Komisi I DPRD Pekanbaru Rangkum Rekomendasi RKA OPD untuk Banggar
Ombudsman RI Restui Pemko Pekanbaru Bentuk MPP Mini dan Keliling
Pemko Pekanbaru Hubungkan Data BPN dan Pajak untuk Pangkas Hambatan Sertifikat Tanah
Disperindag Diminta Usut Dugaan Monopoli Tengkulak Pemicu Lonjakan Harga Pangan di Pekanbaru
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Tuanku Tambusai akibat Pembakaran Sampah