PILIHAN
Tahun 2019 Pertumbuhan Eknomi Riau 4,87 Persen
Kepala BPS Provinsi Riau Misparuddin
PEKANBARU, riauin.com-- Pertumbuhan ekonomi Riau sepanjang tahun 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 4,87 persen dengan hitungan tanpa sektor migas. Angka tersebut tertinggi dalam kurun waktu 6 tahun belakangan.
Namun, jika dihitung dari sektor migas maka PDRB tahun 2019 Riau mencapai 2,84 persen. "Pertumbuhan ekonomi Riau 2019 paling tinggi dalam kurun waktu 6 tahun belakangan sejak 2013,†kata Kepala BPS Provinsi Riau, Misparuddin, Rabu (05/02/2020).
Industri pengolahan dan pertanian merupakan 2 terbesar sumber pertumbuhan ekonomi Riau menurut lapangan usaha, dengan masing-masing 1,77 persen dan 1,06 persen dari total pertumbuhan ekonomi Riau. Kondisi karena migas Riau sudah tidak bisa diharapkan, apalagi tahun 2021 kontrak PT Chevron sudah habis.
“Kita sudah mulai mencari sumber ekonomi baru, setelah menyadari bahwa Migas tak lagi bisa diharapkan,†kata Kepala BPS Provinsi Riau ini.
Dia menambahkan, PDRB Riau selama 2019 sebesar Rp765,20 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp495,85 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Kondisi ini meningkat 2,84 persen jika dibandingkan dengan PDRB tahun 2018.
Provinsi Riau masuk dalam 6 besar provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia tahun 2019, menurun satu tingkat jika dibandingkan tahun 2018, PDRB Riau terhadap nasional berada diposisi 5 besar.
“Kondisi ini terjadi akibat terus menurunnya produksi Migas di Riau. Apalagi adanya peralihan pengelolaan Blok Rokan dari CPI ke Pertamina, dan membutuhkan waktu untuk bisa bangkit kembali,†pungkasnya. (vie)
Namun, jika dihitung dari sektor migas maka PDRB tahun 2019 Riau mencapai 2,84 persen. "Pertumbuhan ekonomi Riau 2019 paling tinggi dalam kurun waktu 6 tahun belakangan sejak 2013,†kata Kepala BPS Provinsi Riau, Misparuddin, Rabu (05/02/2020).
Industri pengolahan dan pertanian merupakan 2 terbesar sumber pertumbuhan ekonomi Riau menurut lapangan usaha, dengan masing-masing 1,77 persen dan 1,06 persen dari total pertumbuhan ekonomi Riau. Kondisi karena migas Riau sudah tidak bisa diharapkan, apalagi tahun 2021 kontrak PT Chevron sudah habis.
“Kita sudah mulai mencari sumber ekonomi baru, setelah menyadari bahwa Migas tak lagi bisa diharapkan,†kata Kepala BPS Provinsi Riau ini.
Dia menambahkan, PDRB Riau selama 2019 sebesar Rp765,20 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp495,85 triliun atas dasar harga konstan (ADHK). Kondisi ini meningkat 2,84 persen jika dibandingkan dengan PDRB tahun 2018.
Provinsi Riau masuk dalam 6 besar provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia tahun 2019, menurun satu tingkat jika dibandingkan tahun 2018, PDRB Riau terhadap nasional berada diposisi 5 besar.
“Kondisi ini terjadi akibat terus menurunnya produksi Migas di Riau. Apalagi adanya peralihan pengelolaan Blok Rokan dari CPI ke Pertamina, dan membutuhkan waktu untuk bisa bangkit kembali,†pungkasnya. (vie)
Berita Lainnya
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen