PILIHAN
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Mahasiswa KKN Kelompok 81 Edukasi Anak TK Pentingnya Menabung Sejak Dini
08 September 2026
Komentari Postingan Soal Penusukan Wiranto, Oknum ASN di Kampar Diperiksa Polisi
PEKANBARU, Riauin.com - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kampar, Riau, berinisial JM diperiksa oleh polisi karena menjawab postingan di media sosial dengan kalimat tak pantas soal penusukan Menko Polhukam RI, Wiranto.
JM menjalani pemeriksaan di Mapolres Kampar. Dia mengomentari postingan salah satu akun Facebook yang menuliskan 'Zolim.. Wiranto tak pantas ditikam'.
JM menjawab postingan itu dengan kata-kata 'Ditikam mang Ndak pantas do Dinda, tapi yg cocok di gantung'. Postingan itu tersebar dan dilaporkan ke Polres Kampar.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, membenarkan pemeriksaan terhadap JM. Menurutnya JM diklarifikasi atas postingannya.
'Ya, yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Polres Kampar," ujar Sunarto kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).
Sunarto mengatakan JM masih berstatus sebagai terperiksa. Keterangannya juga masih didalami. "Kami masih menunggu laporan dari Polres Kampar," ucap dia.
Namun dari informasi dihimpun dari Polres Kampar, JM yang bekerja di Dinas Pendidikan sudah menyampaikan permohonan maafnya atas postingan tersebut.(int/nol)
JM menjalani pemeriksaan di Mapolres Kampar. Dia mengomentari postingan salah satu akun Facebook yang menuliskan 'Zolim.. Wiranto tak pantas ditikam'.
JM menjawab postingan itu dengan kata-kata 'Ditikam mang Ndak pantas do Dinda, tapi yg cocok di gantung'. Postingan itu tersebar dan dilaporkan ke Polres Kampar.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, membenarkan pemeriksaan terhadap JM. Menurutnya JM diklarifikasi atas postingannya.
'Ya, yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Polres Kampar," ujar Sunarto kepada wartawan, Sabtu (12/10/2019).
Sunarto mengatakan JM masih berstatus sebagai terperiksa. Keterangannya juga masih didalami. "Kami masih menunggu laporan dari Polres Kampar," ucap dia.
Namun dari informasi dihimpun dari Polres Kampar, JM yang bekerja di Dinas Pendidikan sudah menyampaikan permohonan maafnya atas postingan tersebut.(int/nol)
Berita Lainnya
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU
Polres Siak Resmi Tetapkan Pengasuh Ponpes Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Polresta Pekanbaru Usut Laporan Dugaan Kekerasan Seksual IRT oleh Pengusaha
Polisi Gagalkan Kurir 65 Kg Sabu Malaysia yang Diangkut Pakai Pikap di Bengkalis
Polresta Pekanbaru Tangkap Juru Parkir yang Aniaya Istri Siri di RTH Tunjuk Ajar
Mesin PETI Depan Rumah Warga Dibakar Polisi Kuansing, Operator Lolos Lewat Sungai
Usut 45 Kasus Karhutla, Ditreskrimsus Polda Riau Serahkan 17 Perkara ke JPU