PILIHAN
Sosialosasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
Kekerasan Terhadap Anak Masih Tinggi
PEKANBARU, riauin.com--Berdasarkan hasil survey, kekerasan terhadap anak masih tinggi. Kekerasan tidak hanya dari kalangan terdekat tapi juga dari teman dan ini bisa terjadi dimana saja.
"Anak-anak perlu kita lindungi dan berdasarkan hasil survey kami kekerasan terhadap anak masih tinggi tidak hanya dari kalangan terdekat juga dari teman dan ini bisa terjadi dimana saja," kata Staf Kementeria Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani.
Hal itu dikatakannya pada acara Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang ditaja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menggandeng Dewan dan Pemprov Riau.
Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak mengangkat tema 'Peningkatan Kualitas Pemberitaan Media" Yang Ramah Anak' digelar Kamis (22/8/2019) di Novotel Pekanbaru.
‎Narasumber Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Anak dihadirkan Rini Handayani Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pihak Dewan Pers Asep‎ Setiawan. Pemprov Riau diwakili Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK ‎Provinsi Riau dr. Suti Muryati.
Sosialisasi dibuka Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan. Indra menjelaskan dalam undang Undang (UU) Sistim peradilan anak ada peran media dan diatur pemberitaan publikasi dengan pemberitaan ramah anak.
"Apalagi, sekarang banyak isu perlindungan anak dan kekerasan terhadap anak. Dan tentunya ini menjadi perhatian kita bersama," terangnya.
Komitmen pemberitaan ramah anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan ‎dan Perlindungan Anak sudah melakukan Penandatangan MoU bersama Dewan Pers pemberitaan ramah anak.
"Kesepakatan Pemberitaan Ramah Anak itu kita lakukan di depan Presiden kita bersama dewan Pers dengan tujuan melindungi anak," ujar Indra.
Menurutnya, ketika terekspos anak-anak perlu dilindungi dan penting sinergi dengan pers, masyarakat dan perguruan tinggi terkait isu-isu ramah anak.(vie)
"Anak-anak perlu kita lindungi dan berdasarkan hasil survey kami kekerasan terhadap anak masih tinggi tidak hanya dari kalangan terdekat juga dari teman dan ini bisa terjadi dimana saja," kata Staf Kementeria Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani.
Hal itu dikatakannya pada acara Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang ditaja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menggandeng Dewan dan Pemprov Riau.
Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak mengangkat tema 'Peningkatan Kualitas Pemberitaan Media" Yang Ramah Anak' digelar Kamis (22/8/2019) di Novotel Pekanbaru.
‎Narasumber Sosialisasi Pedoman Pemberitaan Anak dihadirkan Rini Handayani Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pihak Dewan Pers Asep‎ Setiawan. Pemprov Riau diwakili Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK ‎Provinsi Riau dr. Suti Muryati.
Sosialisasi dibuka Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indra Gunawan. Indra menjelaskan dalam undang Undang (UU) Sistim peradilan anak ada peran media dan diatur pemberitaan publikasi dengan pemberitaan ramah anak.
"Apalagi, sekarang banyak isu perlindungan anak dan kekerasan terhadap anak. Dan tentunya ini menjadi perhatian kita bersama," terangnya.
Komitmen pemberitaan ramah anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan ‎dan Perlindungan Anak sudah melakukan Penandatangan MoU bersama Dewan Pers pemberitaan ramah anak.
"Kesepakatan Pemberitaan Ramah Anak itu kita lakukan di depan Presiden kita bersama dewan Pers dengan tujuan melindungi anak," ujar Indra.
Menurutnya, ketika terekspos anak-anak perlu dilindungi dan penting sinergi dengan pers, masyarakat dan perguruan tinggi terkait isu-isu ramah anak.(vie)
Berita Lainnya
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen
Disdik Riau Larang Sekolah Manipulasi Data dan Pungli dalam Penerimaan Murid Baru
Sinergi Pemprov Riau dan Baznas Biayai Rujukan Sembilan Warga Kurang Mampu ke Jakarta
Kebakaran Lahan di Pulau Rupat Meluas, Manggala Agni Datangkan Bantuan Personel dari Jambi
Harga CPO dan Kernel Merosot, Pendapatan Petani Sawit Riau Turun Sepekan ke Depan
Satu Helikopter Pemadam dari Australia Diterbangkan ke Riau
Pasar CPO Global Lesu, Harga Sawit Swadaya Riau Turun hingga 11 Persen