PILIHAN
Mahasiswa Kukerta UR Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Desa Koto Raja
BENGKALIS, Riauin.com - Mahasiswa Universitas Riau (UR) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Desa Koto Raja, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental.
Sosialisasi meliputi pemberian materi serta pemahaman terkait revolusi mental. Sosialisasi diberi nama Gerakan Nasional Revolusi Mental atau yang disingkat dengan GNRM, sosialisasi ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Raudhatut Thullab yang dihadiri oleh 40 siswa/I dan 5 guru serta kepala sekolah.
Sosialisasi berlangsung di Musala Madrasah Aliyah Raudhatut Tullab dengan menghadirkan pemateri dari Mahasiswa Kukerta UR Desa Koto Raja yang di antaranya Wagi Astuti yang berasal dari jurusan Ilmu Pemerintah dengan materi Revolusi Mental. Kemudian Devita Anggraeni dari Jurusan Manajemen dengan materi organisasi sebagai wadah untuk meningkatkan pola pikir siswa/i. Dan Iga S Syahri yang berasal dari jurusan Ilmu Hukum dengan materi Meningkatkan Kesadaran Hukum bagi siswa/i.
Ernawati selaku kepala sekolah mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa Kukerta. Menurut Erna, kegiatan yang digelar tersebut sangat baik, dan memang seharusnya pemahaman-pemahaman terkait revolusi mental seperti ini perlu ditanamkan di dalam diri siswa/i .
Bingah Nursyifa selaku Sekretaris Koordinator Desa yang didampingi beberapa anggota yaitu Wagi Astuti, Devita Anggraeni dan Iga S Syahri mengatakan sosialisasi GNRM sangat perlu dilaksanakan sebagai penanaman pola pikir tentang bagaimana dan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai generasi muda yang akan memajukan desanya atau bahkan negaranya.
"Kami berharap, dengan adanya Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental ini, akan memberikan gambaran kepada siswa/i tentang keadaan Indonesia saat ini. Siswa/i diharapkan dapat membuka pola pikir mereka terhadap kondisi negara saat ini agar dapat memperbaharui Indonesia ini kedepannya," tuturmya. (rilis)
Sosialisasi meliputi pemberian materi serta pemahaman terkait revolusi mental. Sosialisasi diberi nama Gerakan Nasional Revolusi Mental atau yang disingkat dengan GNRM, sosialisasi ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Raudhatut Thullab yang dihadiri oleh 40 siswa/I dan 5 guru serta kepala sekolah.
Sosialisasi berlangsung di Musala Madrasah Aliyah Raudhatut Tullab dengan menghadirkan pemateri dari Mahasiswa Kukerta UR Desa Koto Raja yang di antaranya Wagi Astuti yang berasal dari jurusan Ilmu Pemerintah dengan materi Revolusi Mental. Kemudian Devita Anggraeni dari Jurusan Manajemen dengan materi organisasi sebagai wadah untuk meningkatkan pola pikir siswa/i. Dan Iga S Syahri yang berasal dari jurusan Ilmu Hukum dengan materi Meningkatkan Kesadaran Hukum bagi siswa/i.
Ernawati selaku kepala sekolah mengucapkan terimakasih kepada Mahasiswa Kukerta. Menurut Erna, kegiatan yang digelar tersebut sangat baik, dan memang seharusnya pemahaman-pemahaman terkait revolusi mental seperti ini perlu ditanamkan di dalam diri siswa/i .
Bingah Nursyifa selaku Sekretaris Koordinator Desa yang didampingi beberapa anggota yaitu Wagi Astuti, Devita Anggraeni dan Iga S Syahri mengatakan sosialisasi GNRM sangat perlu dilaksanakan sebagai penanaman pola pikir tentang bagaimana dan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai generasi muda yang akan memajukan desanya atau bahkan negaranya.
"Kami berharap, dengan adanya Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental ini, akan memberikan gambaran kepada siswa/i tentang keadaan Indonesia saat ini. Siswa/i diharapkan dapat membuka pola pikir mereka terhadap kondisi negara saat ini agar dapat memperbaharui Indonesia ini kedepannya," tuturmya. (rilis)
Berita Lainnya
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat