PILIHAN
Zapin Api Rupat Utara, Turut Meriahkan Malam Pegelaran Seni Budaya Dari Suku Melayu
BENGKALIS, Riauin.com - Guna memeriahkan serta menyambut puncaknya hari jadi ke-507 Bengkalis tepatnya tanggal 31 Juli 2019 mendatang, berbagai seni budaya dan band, akan ditampilkan melalui panggung utama di lapang Tugu Bengkalis. Penampilan seni budaya itu, ditampilkan dari suku-suku yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Malam ini, Sabtu 20 Juli 2019, sesuai jadwal ditetapkan, suku melayu merupakan penampilan seni budaya perdana selaku tuan rumah.
Adapun seni budaya yang ditampilkan suku melayu malam ini salah satunya tarian zapin api dari group Sake Hulu Balang, sanggar Petak Semai Rupat Utara, lawak judul Ikan Masen, syair pengasih dan langgam melayu.
Penampilan seni budaya dari suku melayu kali ini, mendapat sambutan meriah dari masyarakat Bengkalis, penampilan yang dimaksud yakni zapin api dan lawak ikan masen.
Masyarakat Bengkalis sangat terlihat antusias sekali serta menikmati penampilan dari penari zapin api, sekali-sekali terdengar sorakan dari penonton apabila melihat pemain api memakan api, membawa api sambil belari dan menendang api.
Penampilan tarian zapin ini sangat berbahaya, untuk itu kepada semua penonton dilarang melawati garis batas yang sudah ditentukan panitia dan dilarang merokok, atau sejenis api lainnya, karena para penari zapin api itu, melihat api sebagai bunga yang indah.
Sebelum tarian zapin api dimulai, para penari tersebut terlebih dahulu melakukan ritual, supaya tidak terasa panas saat menyentuh api, menendang bahkan memakankan api. Adapun bahan api tersebut dari sabut kulit kelapa.
Penari apabila melihat api akan mengejar, baik api dari sabut kelapa bahkan juga lampu flash kemera dan rokok penonton juga menjadi sasaran.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara penonton dengan penari ketika melihat penonton menghidupkan api atau lampu flash kamera. Namun penari cepat diamankan para petugas Kepolisian, Satpol PP dan bersama pawangnya.
Lebih kurang durasinya satu jam penampilan tarian zapin api, para penari sudah terlihat lelah dan ada juga tidak sadarkan diri. Namun acara pegelaran seni budaya dari suku melayu terpantau aman dan kondusif.
Penampilan tari zapin api Kali ini, mengukir sejarah bagi masyarakat Bengkalis ketika itu, dimana biasanya tari zapin api hanya digelar di Kecamantan Rupat Utara pada acara-acara tertentu.(int/nol)
Malam ini, Sabtu 20 Juli 2019, sesuai jadwal ditetapkan, suku melayu merupakan penampilan seni budaya perdana selaku tuan rumah.
Adapun seni budaya yang ditampilkan suku melayu malam ini salah satunya tarian zapin api dari group Sake Hulu Balang, sanggar Petak Semai Rupat Utara, lawak judul Ikan Masen, syair pengasih dan langgam melayu.
Penampilan seni budaya dari suku melayu kali ini, mendapat sambutan meriah dari masyarakat Bengkalis, penampilan yang dimaksud yakni zapin api dan lawak ikan masen.
Masyarakat Bengkalis sangat terlihat antusias sekali serta menikmati penampilan dari penari zapin api, sekali-sekali terdengar sorakan dari penonton apabila melihat pemain api memakan api, membawa api sambil belari dan menendang api.
Penampilan tarian zapin ini sangat berbahaya, untuk itu kepada semua penonton dilarang melawati garis batas yang sudah ditentukan panitia dan dilarang merokok, atau sejenis api lainnya, karena para penari zapin api itu, melihat api sebagai bunga yang indah.
Sebelum tarian zapin api dimulai, para penari tersebut terlebih dahulu melakukan ritual, supaya tidak terasa panas saat menyentuh api, menendang bahkan memakankan api. Adapun bahan api tersebut dari sabut kulit kelapa.
Penari apabila melihat api akan mengejar, baik api dari sabut kelapa bahkan juga lampu flash kemera dan rokok penonton juga menjadi sasaran.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara penonton dengan penari ketika melihat penonton menghidupkan api atau lampu flash kamera. Namun penari cepat diamankan para petugas Kepolisian, Satpol PP dan bersama pawangnya.
Lebih kurang durasinya satu jam penampilan tarian zapin api, para penari sudah terlihat lelah dan ada juga tidak sadarkan diri. Namun acara pegelaran seni budaya dari suku melayu terpantau aman dan kondusif.
Penampilan tari zapin api Kali ini, mengukir sejarah bagi masyarakat Bengkalis ketika itu, dimana biasanya tari zapin api hanya digelar di Kecamantan Rupat Utara pada acara-acara tertentu.(int/nol)
Berita Lainnya
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat
Tepian Batang Mandau: Transformasi Saksi Bisu Sejarah Migas, Jadi Magnet Wisata dan Hidupkan Ekonomi Warga
Potensi Konflik Agraria di Siak Kecil Benbkalis Menguat, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pastikan Integritas Aparatur, Polsek Rupat Sidak Urine Puluhan Pegawai Kecamatan
Dua Pekerja di Bengkalis Tertangkap Tangan Gelapkan Muatan Sawit
Mitigasi Pasca Karhutla di Bengkalis Diperkuat dengan Pembuatan Embung
Manggala Agni Kerahkan Tiga Regu Padamkan Sisa Karhutla di Kelemantan Barat