PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Mahasiswa KKN Edukasi Etika Bermedia Sosial bagi Siswa SD di Benai Kecil
08 September 2026
Penerimaan Peserta Didik Baru
Kuota SMA/SMK Negeri Penuh, Gubri Sarankan Daftar ke Sekolah Swasta
PEKANBARU, WARNARIAU.COM - Kuota penerimaan SMA/SMK Negeri di Riau tak mampu menampung semua lulusan SMP. Pasalnya daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen dari total kelulusan SMP.
Menanggapi persoalan ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan, kehadiran SMA/SMK swasta merupakan bagian untuk menampung lulusan SMP. Jadi, peserta didik tidak terfokus di SMA/SMK negeri.
"Kalau semua ditampung, kasian pula kita dengan SMA/SMK swasta. Jadi kami harapkan anak-anak yang tidak bisa dipenuhi di SMA/SMK negeri, ya swasta lah tempat pilihannya," kata Syamsuar kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).
Menurutnya, sekolah swasta yang bagus juga masih banyak, seperti SMA Darma Yudha, Setia Darma dan lainnya, bisa menjadi pilihan siswa.
"Jadi jangan semua lulusan SMP ke SMA/SMK negeri, karena sekarang juga tak bisa dibentuk sekolah baru yang pada akhirnya nanti berdampak terhadap kekurangan guru," ujarnya.
Syamsuar mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan forum kepala sekolah swasta di Riau terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini.
"Saya juga sudah bilang kepada SMA/SMK swasta, karena mereka juga sudah risau seolah-olah tidak dapat siswa di penerimaan siswa baru," cakapnya.
Gubri mengakui, banyaknya minat peserta didik mendaftar ke sekolah negeri karena biaya lebih murah dibanding swasta, karena sekolah swasta ini diatur oleh yayasan.
"Tapi kami sudah bicara dengan forum kepala SMA/SMK swasta, kami merencanakan akan membantu SMA/SMK. Namun harapan kami mereka juga jangan terlalu tinggi menetapkan biaya sekolah kepada peserta didik. Karena mereka ini dapat dana BOS, asal persyaratannya lengkap," cakapnya.(int/nol)
Menanggapi persoalan ini, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan, kehadiran SMA/SMK swasta merupakan bagian untuk menampung lulusan SMP. Jadi, peserta didik tidak terfokus di SMA/SMK negeri.
"Kalau semua ditampung, kasian pula kita dengan SMA/SMK swasta. Jadi kami harapkan anak-anak yang tidak bisa dipenuhi di SMA/SMK negeri, ya swasta lah tempat pilihannya," kata Syamsuar kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).
Menurutnya, sekolah swasta yang bagus juga masih banyak, seperti SMA Darma Yudha, Setia Darma dan lainnya, bisa menjadi pilihan siswa.
"Jadi jangan semua lulusan SMP ke SMA/SMK negeri, karena sekarang juga tak bisa dibentuk sekolah baru yang pada akhirnya nanti berdampak terhadap kekurangan guru," ujarnya.
Syamsuar mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan forum kepala sekolah swasta di Riau terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ini.
"Saya juga sudah bilang kepada SMA/SMK swasta, karena mereka juga sudah risau seolah-olah tidak dapat siswa di penerimaan siswa baru," cakapnya.
Gubri mengakui, banyaknya minat peserta didik mendaftar ke sekolah negeri karena biaya lebih murah dibanding swasta, karena sekolah swasta ini diatur oleh yayasan.
"Tapi kami sudah bicara dengan forum kepala SMA/SMK swasta, kami merencanakan akan membantu SMA/SMK. Namun harapan kami mereka juga jangan terlalu tinggi menetapkan biaya sekolah kepada peserta didik. Karena mereka ini dapat dana BOS, asal persyaratannya lengkap," cakapnya.(int/nol)
Berita Lainnya
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional
Tanpa Bahan dan Data, Komisi IV DPRD Pekanbaru Batalkan Rapat Bersama Dishub