PILIHAN
Musda Beringin dan Bayang-Bayang 2031
14 September 2026
Menunggu Palu Hakim, Membaca Langkah Catur Mukhlisin
10 September 2026
Gubernur Riau Dihina Suporter PSPS, LAMR akan Ambil Sikap
PEKANBARU, Riauin.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sangat menyesalkan teriakan yel-yel suporter PSPS Riau di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai Pekanbaru akhir pekan lalu yang dinilai menghina Gubernur Riau Syamsuar.
"Kata-kata dalam yel-yel bentuk nyanyian yang disampaikan pengunjuk rasa, sangatlah kasar dan tidak patut diarahkan kepada siapapun. Apalagi ditujukan kepada pemimpin pemerintahan setingkat Gubernur, yang belum tentu terkait langsung dengan persoalan yang meresahkan kelompok pengunjuk rasa. LAMR amat menyesalkan kejadian tersebut," kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Al Azhar kepada wartawan, Senin (24/6/2019).
Al Azhar mengatakan, di negeri Melayu ini kesantunan harus dijunjung tinggi karena ini terkait dengan marwah, martabat, dan harga diri.
"Apapun situasinya, ketidaksantunan baik dalam bentuk kata maupun perbuatan adalah pencederaan marwah, dan sangat berpotensi menimbulkan reaksi serta masalah-masalah lain yang sama-sama tidak kita harapkan," ujarnya.
Bahkan menurut reaksi tersebut sudah muncul. Dimana petang tadi LAMR menerima wakil dari kelompok masyarakat bernama Aliansi Masyarakat Penjaga Marwah (AMPM) Riau.
"Mereka AMPM Riau menyerahkan surat meminta agar LAMR memproses kasus ketidakpatutan dan penghinaan terhadap Gubernur Riau tersebut berdasarkan adat. Kami menduga, akan ada pula kelompok-kelompok lain yang juga bereaksi," cakapnya.
"Terhadap kejadian itu, beserta reaksi yang timbul, LAMR akan segera bermusyawarah untuk menyepakati sikap selanjutnya," pungkasnya.(clc)
"Kata-kata dalam yel-yel bentuk nyanyian yang disampaikan pengunjuk rasa, sangatlah kasar dan tidak patut diarahkan kepada siapapun. Apalagi ditujukan kepada pemimpin pemerintahan setingkat Gubernur, yang belum tentu terkait langsung dengan persoalan yang meresahkan kelompok pengunjuk rasa. LAMR amat menyesalkan kejadian tersebut," kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Al Azhar kepada wartawan, Senin (24/6/2019).
Al Azhar mengatakan, di negeri Melayu ini kesantunan harus dijunjung tinggi karena ini terkait dengan marwah, martabat, dan harga diri.
"Apapun situasinya, ketidaksantunan baik dalam bentuk kata maupun perbuatan adalah pencederaan marwah, dan sangat berpotensi menimbulkan reaksi serta masalah-masalah lain yang sama-sama tidak kita harapkan," ujarnya.
Bahkan menurut reaksi tersebut sudah muncul. Dimana petang tadi LAMR menerima wakil dari kelompok masyarakat bernama Aliansi Masyarakat Penjaga Marwah (AMPM) Riau.
"Mereka AMPM Riau menyerahkan surat meminta agar LAMR memproses kasus ketidakpatutan dan penghinaan terhadap Gubernur Riau tersebut berdasarkan adat. Kami menduga, akan ada pula kelompok-kelompok lain yang juga bereaksi," cakapnya.
"Terhadap kejadian itu, beserta reaksi yang timbul, LAMR akan segera bermusyawarah untuk menyepakati sikap selanjutnya," pungkasnya.(clc)
Berita Lainnya
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas
Konsentrasi PM2.5 Capai 149 µg/m³, BMKG Imbau Warga Pekanbaru Gunakan Masker
Diselimuti Kabut Asap, Bandara SSK II Pekanbaru Tetap Layani 57 Penerbangan
ISPU Tembus 220, Pemko Pekanbaru Liburkan Tatap Muka TK-SMP hingga Jumat
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Saat Keluar Rumah
Kembali Diberondong Asap Kiriman, Pemko Pekanbaru Bakal Shalat Istisqa Lagi
BMKG Ingatkan Potensi Asap di Riau Saat Terpantau 96 Titik Panas