Pemimpin Redaksi (Pimred) IDN Times ini terpilih secara aklamasi setelah melalui tatib kongres, Jumat (16/11/2018) di Gedung Dewan Pers, Jakarta. Kongres I diikuti 7 perwakilan yakni, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Aceh, Papua Barat dan Papua.
Mantan komisioner Dewan Pers selama enam tahun ini mengaku dirinya merasa 'ditodong' untuk menakhodai forum yang anggotana keseluruhan adalah peremouan. Karena awalnya dirinya enggan diminta sebagai ketua yang sudah dibentuk di daerah sejak tahun 2007 lalu.
"Sebenarnya saya sudah tidak mau menduduki posisi ketua di organisasi keprofesian. Karena saya menyadari tidak bisa fokus. Tapi karena begitu besar desakan, dan kepercayaan yang disandarkan, ya dengan keikhlasan saya mau menerimanya," ujar mantan Pemred Antv ini.
Kendati bersedia menakhodai FJPI, namun Uni Lubis memberi 'syarat' bahwa dirinya hanya mau mengemban jabatan sebagai Ketua FJPI satu periode atau maksimal 3 tahun.
Dirinya pun akan langsung menjalankan perannya sebagai Ketum FJPI. Jangka pendek adalah membentuk kepengurusan cabang diseluruh Provinsi. "Bila dalam satu tahun ini sudah berhasil terbentuk FJPI cabang saya akan mengundurkan diri. Karena dari awal tekad saya memang ingin memperluas network FJPI di minimal 20 kepengurusan," kata Dewan Penasehat PWI Pusat ini.
Di internal organisasi, Uni Lubis akan fokus ke pendidikan dan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Selain itu adalah memperluas jaringan dan kerjasama dengan lembaga lain. Salah satunya adalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Setelah terpilihnya Uni Lubis sebagai Ketum FJPI, tim formatur juga menetapkan struktur kepengurusan FJPI Pusat. Empat anggota FJPI Riau dipercaya menjadi pengurus pusat, yakni Luzi Diamanda, senagai koordinator divisi kelembagaan, Luna Agustin, divisi litbang, Fauziah divisi advokasi dan Sri Lestari, divisi humas. (nol)