Bahkan hari ini beredar foto para kepala daerah di Riau berkumpul di salah satu hotel di Pekanbaru. Meski belum ada pernyataan resmi namun dari informasi yang beredar pada walikota/bupati, dan pasangan gubernur dan wakil gubernur Riau terpilih tersebut berkumpul dalam rangka memberikan dukungan terhadap capres incumbent tersebut.
Mereka adalah Gubernur Riau terpilih yang juga merupakan Bupati Siak Syamsuar, wakil gubernur Riau terpilih Edy Natar Nasution.
Selanjutnya ada Bupati Rokan Hilir Suyatno, Walikota Dumai Zulkifli As, Bupati Kuantan Singingi Mursini, Bupati Pelalawan HM Harris, Walikota Pekanbaru Firdaus, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Bupati Rokan Hulu Sukiman dan Bupati Indragiri Hilir Wardan.
Saat berfoto pakaian mereka sama, berbaju putih dan celana hitam yang selama ini identik dengan pakaian yang dipakai Presiden Jokowi. Salah satu foto yang diterima wartawan, para kepala daerah ini juga serentak mengacungkan jari telunjuknya.
Dari barisan tersebut minus kehadiran Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Bupati Kampar Azis Zaenal dan Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto.
Lantas benarkah pada kepala daerah di Riau tersebut mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin? Hingga kini wartawan masih berusaha mengonfirmasi hal tersebut.
Sementara Ketua Tim Pemenangan Jokowi - Maruf Amin Provinsi Riau, Idris Laena membenarkan adanya dukungan dan deklarasi dari kepala daerah di Riau untuk dukungan kepada Jokowi dua Periode.
"Iya benar kabarnya, cuma kita belum dapat jadwal resmi kapan deklarasi tersebut," kata Idris Laena.
Politisi Golkar ini mengatakan, pada prinsipnya ia mengapresiasi siapa saja yang mengusung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres mendatang.
"Kalau soal jadwal (deklarasi) dan lain sebagainya ya silahkan, tapi kita apresiasi siapa saja yang mendukung, itu hak masing-masing warga negara, kita tidak melihat baik itu kepala daerah atau siapapun," cakapnya lagi.
Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah mendapat kabar beberapa orang kepala daerah yang akan mendukung Jokowi, akan tetapi ia tidak mengetahui jadwal pastinya.
"Tapi kalau ke 12 (kepala daerah) mendukung kami tidak tahu ya, kami tidak bisa berandai-andai karena belum ada laporan resmi ke kami, yang jelas intinya 1, kita apresiasi," tukasnya. (int/nol)